Headline

Menkeu disebut tidak berwenang mengganti pejabat, terutama untuk eselon I dan II.  

Bantimurung Bukti Keberhasilan Kolaborasi Jaga 'Kingdom of Butterfly'

Cahya Mulyana
28/1/2026 17:40
Bantimurung Bukti Keberhasilan Kolaborasi Jaga 'Kingdom of Butterfly'
Ekowisata di Bantimurung, Sulawesi Selatan.(dok.istimewa)

MENTERI Kehutanan (Menhut) Raja Juli Antoni, mengecek pengelolaan kawasan konservasi serta pengembangan ekowisata berbasis keanekaragaman hayati di Taman Nasional Bantimurung, Sulawesi Selatan. Raja Antoni menekankan pentingnya Taman Nasional Bantimurung sebagai “Kingdom of Butterfly”.

"Ini sebuah kebahagiaan saya kembali dapat mengunjungi Taman Nasional ini setelah berapa dekade saya kunjungi sebagai mahasiswa, menikmati kekayaan alam yang indah dan keanekaragaman hayati," ujar Menhut Raja Antoni, di Taman Nasional Bantimurung, Rabu (28/1).

"Betapa pentingnya makna dan arti Taman Nasional. Kingdom of Butterfly, kerajaan kupu kupu. Dalam sepuluh tahun terakhir, terjadi peningkatan jumlah spesies kupu-kupu hingga 114 persen. Ini menandakan keberhasilan kolaborasi seluruh stakeholder dalam menjaga ekosistem penting ini,” sambungnya. 

Raja Antoni juga menyoroti pentingnya perbaikan fasilitas dasar kawasan salah satunya toilet di dalam Taman Nasional. Ia menekankan bahwa kualitas fasilitas mencerminkan pengelolaan kawasan.

“Saya selalu mengatakan, jangan hanya melihat ruang tamu, tapi lihatlah toiletnya. Ini penting sekali," kata Raja Antoni. 

Selain itu, ia juga menekankan perlunya perbaikan infrastruktur pendukung seperti jalur wisata yang masih licin dan berlumut agar lebih aman dan ramah pengunjung. Menurutnya, pengembangan ekowisata yang baik akan memberikan banyak manfaat, baik bagi pengunjung maupun bagi kelestarian ekosistem.

Ia menegaskan komitmen pemerintah dalam menjaga ekosistem sekaligus meningkatkan kualitas layanan kawasan Taman Nasional. Menurutnya, perlu ada kerjasama dari semua pihak untuk menjaga hutan. 

“Semua pihak bahu-membahu, dan hasilnya bisa kita rasakan bersama. Menjaga kosistem yang penting ini, sehingga meningkatkan jumlah spesies,” tambahnya.

Pada kesempatan tersebut Menhut juga melepaskan 11 ekor Burung Jalak Tunggir Merah, 32 Burung Kacamata Kericau, 19 Kupu-kupu berbagai jenis (Macan Abu, Raja, Bidadari, Merak Cekatan, Ranggas Daun). (Cah/P-3)



Cek berita dan artikel yg lain di Google News dan dan ikuti WhatsApp channel mediaindonesia.com
Editor : Cahya Mulyana
Berita Lainnya