Headline

Pada perdagangan kemarin, rupiah menguat tipis dan ditutup di level Rp16.936 per dolar AS.

Pendanaan Berkelanjutan Dilakukan di 57 Taman Nasional, PECI Aceh Jadi Contoh

Cahya Mulyana
22/1/2026 17:11
Pendanaan Berkelanjutan Dilakukan di 57 Taman Nasional, PECI Aceh Jadi Contoh
Raja Carles (kanan) dan Presiden Prabowo Subianto (tengah)(dok.Istimewa)

MENTERI Kehutanan Republik Indonesia Raja Juli Antoni menegaskan komitmen pemerintah dalam melindungi satwa Indonesia. Salah satunya gajah Sumatera yang berstatus kritis melalui Peusangan Elephant Conservation Initiative (PECI) di Provinsi Aceh.

Pernyataan tersebut disampaikan dalam pidato Menhut Raja Antoni pada forum bertajuk Advancing Sustaunable Nature Finance in Aceh and Beyond. Forum ini dihadiri Minister for Indo Pacific Seema Malhotra utusan Khusus Presiden Republik Indonesia Bidang Perubahan Iklim dan Energi Hashim Djojohadikusumo hingga Wakil Ketua Komisi I DPR RI Budisatrio Djiwandono.

Menhut Raja Antoni menekankan bahwa Indonesia merupakan salah satu negara dengan keanekaragaman hayati paling penting di dunia, namun menghadapi tekanan serius akibat kehilangan habitat. “Ratusan spesies tumbuhan dan mamalia saat ini dikategorikan sebagai rentan, terancam punah, atau kritis,” ujar Menhut Raja Antoni.

Ia menyampaikan bahwa Presiden Prabowo Subianto telah memberikan arahan langsung agar pemerintah mengambil langkah-langkah luar biasa untuk menyelamatkan keanekaragaman hayati nasional dan menyelamatkan Taman Nasional. Salah satu implementasi konkret dari arahan tersebut adalah PECI Aceh yang difokuskan pada perlindungan gajah Sumatera, komitmen ini bermula dari dialog antara Presiden Republik Indonesia Prabowo Subianto dengan Raja Charles III.

“Dalam dialog Presiden Republik Indonesia dengan Yang Mulia Raja Inggris pada November 2024, Presiden Prabowo berkomitmen menyediakan lahan seluas 20.000 hektare untuk konservasi gajah. Pada Agustus 2025, komitmen ini diperluas menjadi 90.000 hektare,” kata Raja Antoni.

Menhut Raja Antoni menjelaskan bahwa PECI dirancang sebagai inisiatif kolaboratif lintas sektor, serta menggabungkan pendekatan konservasi, pengelolaan lanskap, dan pemberdayaan masyarakat. Inisiatif ini dirancang sebagai model percontohan (role model) yang ke depan akan direplikasi di wilayah lain di Indonesia dengan tantangan konservasi serupa.

Tidak hanya PECI Aceh, proyek percontohan pertama untuk memobilisasi sumber pembiayaan baru ke dalam sistem taman nasional, dilakukan di Taman Nasional Way Kambas, Provinsi Lampung, Sumatra. “Saat ini kami tengah membangun fondasi yang diperlukan agar Way Kambas dapat menjadi lokasi proyek offset karbon pertama di dalam sistem taman nasional Indonesia yang terbuka bagi Pasar Karbon Sukarela (Voluntary Carbon Market/VCM),” ujar Raja Antoni.

Selain itu, Menhut Raja Antoni juga menyampaikan sejumlah langkah strategis untuk mempercepat pembiayaan berkelanjutan bagi 57 Taman Nasional Indonesia. Salah satunya pembentukan Satuan Tugas Pembiayaan Taman Nasional, yang diketuai Utusan Khusus Presiden.

“Satuan tugas ini akan memberikan arahan strategis serta mengoordinasikan pelaksanaan Strategi dan Kerangka Investasi Pembiayaan Taman Nasional. Kedua, revisi terhadap seluruh regulasi yang diperlukan, serta penerbitan regulasi baru apabila dibutuhkan, guna memungkinkan Indonesia bermitra secara efektif dengan sektor swasta,” ujar Raja Antoni.

Di akhir acara, Presiden Prabowo Subiantao dan Raja Charles menyempatkan diri berkeliling menyalami dan bedialog dengan para peserta. Pada sesi berbeda Menhut Raja Juli Antoni juga turut mendampingi Presiden Prabowo Subianto bertemu dengan 20 Rektor (Vice Chancellor) universitas ternama di Inggris (Russel Group). (Ant/P-3)



Cek berita dan artikel yg lain di Google News dan dan ikuti WhatsApp channel mediaindonesia.com
Editor : Cahya Mulyana
Berita Lainnya