Headline
Taksiran kerugian itu belum yang diderita masyarakat, termasuk para pelaku usaha.
Taksiran kerugian itu belum yang diderita masyarakat, termasuk para pelaku usaha.
Kumpulan Berita DPR RI
WAKIL Ketua Komisi IV DPR RI, Alex Indra Lukman, mencecar Menteri Kehutanan (Menhut) Raja Juli Antoni dalam rapat kerja yang membahas banjir dan longsor di Sumatra. Rapat berlangsung di Ruang Komisi IV DPR RI, Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta, Kamis (4/12).
Legislator PDIP itu mendesak Menhut membuka data lengkap mengenai keberadaan tambang ilegal yang diduga kuat menjadi pemicu utama banjir bandang dan longsor di sejumlah daerah di Sumatra.
“Ini kan yang disampaikan ini baru cuma soal pembabatan hutan, pembalakan liar, secuil banget. Bapak tidak paparkan data tambang ilegal yang menghancurkan hutan semikian parahnya. Ayo dong, buka. Itu kan di sepanjang aliran sungai itu semuanya juga tambang ilegal. Nggak bakal punya izin kok. Dan itu kawasan hutan,” kata Alex Indra kepada Menhut Raja Juli dalam rapat yang ditayangkan di akun Youtube TVR Parlemen.
Legislator dari Sumatra Barat itu juga menyoroti dana rehabilitasi pasca-tanggap darurat yang hanya Rp62.500 per hektare, jumlah yang dinilainya jauh dari cukup.
“Hutan ini juga harus direhabilitasi. Jangan sampai infrastruktur yang rusak direhabilitasi direkonstruksi tetapi hulu bencana ini tidak diselesaikan,”kata dia.
Alex Indra juga menekankan, pentingnya keseriusan dari Kementerian Kehutanan guna memitigasi bencana agar banjir dan longsor di Sumatra tidak kembali terulang. Menurutnya, pemerintah tak bisa lagi menjadikan curah hujan sebagai kambing hitam setiap kali bencana terjadi.
“Kalau siklon (tropis senyar) ini pertama kali dalam sejarah sudah terjadi, itu kan tidak menutup kemungkinan akan terjadi lagi. Jangan nanti curah hujan lagi yang disalahkan,” jelas Alex Indra.
Alex menegaskan bahwa bencana yang dipicu kerusakan hutan sejatinya bisa dicegah, berbeda dengan bencana alam murni seperti gempa bumi.
“Kita tidak berharap ini terjadi lagi. Kami di Sumatera Barat itu, Pak, kalau gempa sudah makanan sehari-hari, Pak. Cuma itu ya di dalam tanah ya gak ada juga yang bisa kami salahkan gitu loh ketika tanah ini bergerak karena tidak bisa dimitigasi belum ada juga ilmunya sampai ke sana,” jelas Alex Indra. (P-4)
Penanganan pascabencana ekologis yang melanda Aceh, Sumatra Utara, dan Sumatra Barat dinilai masih berjalan lambat dan belum menyentuh akar persoalan.
Selain itu, koordinasi lintas sektoral, bekerja sama dengan aparat penegak hukum lain dan pemerintah daerah untuk memastikan kesesuaian data.
MENTERI Kehutanan Raja Juli Antoni menyebut hingga September 2025, deforestasi Indonesia menurun sebesar 49.766 hektare jika dibandingkan tahun 2024, atau menurun 23,01 persen.
DEFORESTASI pada tahun 2025 diprediksi meningkat signifikan. Hal itu diungkapkan oleh Deputi Eksternal dan Kepala Divisi Public Engagement Walhi, Mukri Priatna.
Perlindungan sosial berupa insentif atau pemberdayaan bagi masyarakat dapat menjadi opsi resiliensi masyarakat terhadap perubahan iklim dan mencegah kerusakan hutan.
Proses kedatangan Panda hingga akhirnya lahir bayi Panda di Indonesia bukan hal yang singkat, namun melewati 3 kepemimpinan Presiden Indonesia.
PRESIDEN Prabowo Subianto mengungkapkan, selama satu tahun terakhir tidak ada satu pun izin baru maupun perpanjangan izin yang dikeluarkan di sektor kehutanan hingga pertanahan.
MENTERI Kehutanan (Menhut) Raja Juli Antoni angkat bicara soal desakan dirinya mundur. Usulan itu dilontarkan saat rapat Kemenhut dengan Komisi IV DPR RI. Ia juga menuturkan tidak antikritik
Menhut Raja Juli akan membenahi pengelolaan hutan setelah bencana Sumatra. Besar Fakultas Kehutanan IPB Bambang Hero menilai keberaaan gelondongan kayu menunjukkan keterlibatan manusia
ANGGOTA Komisi IV DPR RI dari Fraksi Partai Kebangkitan Bangsa (PKB), Usman Husin, meminta Menteri Kehutanan Raja Juli Antoni, untuk mengundurkan diri dari jabatannya
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved