Headline
Menkeu disebut tidak berwenang mengganti pejabat, terutama untuk eselon I dan II.
Menkeu disebut tidak berwenang mengganti pejabat, terutama untuk eselon I dan II.
Kumpulan Berita DPR RI
BADAN Amil Zakat Nasional (Baznas) RI terus memperkuat respons kemanusiaan bagi masyarakat terdampak bencana hidrometeorologi di Provinsi Aceh, salah satunya melalui distribusi air bersih di wilayah Aceh Tamiang.
Melalui Baznas Tanggap Bencana, sebanyak 160.000 liter air bersih disalurkan ke sejumlah titik terdampak di Kabupaten Aceh Tamiang. Bantuan ini difokuskan untuk memenuhi kebutuhan minum, memasak, serta keperluan kebersihan masyarakat yang terdampak langsung akibat bencana.
Pimpinan Baznas RI Bidang Pendistribusian dan Pendayagunaan, Saidah Sakwan, menegaskan, air bersih merupakan kebutuhan paling mendesak dalam situasi darurat bencana.
“Baznas memprioritaskan distribusi air bersih karena ketersediaannya sangat menentukan kesehatan dan kelangsungan hidup masyarakat terdampak, terutama anak-anak dan lansia,” ungkapnya dalam keterangan tertulis, Minggu (4/1).
Distribusi air bersih dilakukan secara bertahap dengan melibatkan tim lapangan Baznas bersama mitra lokal, pemerintah daerah, dan relawan. Armada tangki air dikerahkan untuk menjangkau kawasan permukiman warga, posko pengungsian, serta fasilitas umum yang mengalami keterbatasan akses air bersih.
Selain di Aceh Tamiang, lanjut Saidah, Baznas juga menyalurkan bantuan air bersih di sejumlah wilayah lainnya di Sumatra, antara lain di Kota Padang, Kabupaten Agam, Kabupaten Padang Pariaman, Kabupaten Tapanuli Tengah, Kota Sibolga, Kabupaten Tapanuli Selatan, serta Kabupaten Aceh Tamiang di titik-titik terdampak lainnya.
Menurut Saidah, penyaluran air bersih ini merupakan bagian dari komitmen Baznas untuk hadir secara cepat dan tepat di tengah masyarakat yang membutuhkan. Upaya ini juga dilakukan untuk mencegah munculnya penyakit akibat keterbatasan air bersih pascabencana.
"Selain distribusi air bersih, Baznas juga terus melakukan asesmen kebutuhan lanjutan di Aceh Tamiang dan wilayah terdampak lainnya. Hasil asesmen tersebut menjadi dasar penguatan layanan kemanusiaan lainnya, seperti dukungan pangan, layanan kesehatan, dan bantuan logistik keluarga bagi warga terdampak," ucapnya.
Saidah menambahkan, sinergi berbagai pihak menjadi kunci dalam efektivitas respons bencana. “Kami mengapresiasi dukungan para muzaki dan seluruh mitra yang telah mempercayakan zakat, infak, dan sedekahnya melalui Baznas sehingga bantuan air bersih ini dapat segera dirasakan manfaatnya oleh masyarakat,” katanya.
Distribusi air bersih ini diharapkan dapat meringankan beban warga yang selama ini harus menempuh jarak jauh atau menggunakan air yang tidak layak untuk kebutuhan sehari-hari. Kehadiran Baznas di lapangan menjadi bentuk nyata solidaritas dan kepedulian umat terhadap sesama.
Baznas memastikan seluruh bantuan disalurkan secara transparan, akuntabel, dan tepat sasaran dengan dukungan tim berpengalaman di lapangan. Ia menegaskan, “Baznas akan terus memantau perkembangan di wilayah terdampak bencana dan berkomitmen hadir mendampingi masyarakat hingga mereka dapat bangkit dan kembali menjalani kehidupan secara normal,” tutup Saidah.(H-2)
Bantuan lanjutan ini diharapkan dapat memperkuat semangat warga yang tengah berupaya bangkit dari dampak bencana dan memulihkan kehidupan mereka secara bertahap.
MENTERI Koordinator Bidang Infrastruktur dan Pembangunan Kewilayahan, Agus Harimurti Yudhoyono (Menko AHY), melakukan kunjungan kerja intensif ke Kabupaten Aceh Tamiang.
KOLABORASI lintas BUMN dan pemangku kepentingan menjadi kunci dalam mempercepat pemulihan masyarakat pascabencana banjir yang melanda Aceh.
SERANGAN nyamuk di sejumlah lokasi pengungsian pascabencana di Kabupaten Aceh Tamiang menjadi perhatian serius. Kemenkes memastikan kondisi tersebut Kejadian Luar Biasa (KLB).
Bukan saja saat malam tiba, tapi pada siang hari pun nyamuk memenuhi sudut-sudut ruangan tenda pengungsian dan kamar.
BULAN Sabit Merah Indonesia (BSMI) melakukan soft launching Klinik Pusat Pelayanan Kesehatan dan Rehabilitasi (PPKR) Aceh Tamiang pada Minggu (18/1).
Menteri Pertanian Andi Amran Sulaiman turun langsung ke Kecamatan Cisarua, Kabupaten Bandung Barat, Jawa Barat, untuk menyalurkan bantuan kemanusiaan bagi korban bencana longsor.
Kantor Perwakilan Bank Indonesia (KPw-BI) Tegal, menyalurkan bantuan kemanusiaan bagi warga yang terdampak bencana banjir dan tanah longsor di sejumlah wilayah Pantura Provinsi Jawa Tengah.
Amal Mulia telah berkontribusi signifikan melalui ratusan aksi kemanusiaan yang menyasar isu-isu strategis nasional.
Paket yang dibagikan mencakup perlengkapan teknis untuk perbaikan rumah dan pembersihan sisa material banjir (rubble removal).
Penyaluran ini merupakan kelanjutan dari bantuan tahap pertama sebagai respons awal bencana.
Penyerahan bantuan ini merupakan wujud kepedulian masyarakat Kota Semarang terhadap para penyintas bencana banjir di Sumatra dan Aceh yang dititipkan melalui Baznas RI.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved