Headline

Tragedi Bantargebang menjadi bukti kegagalan sistemis.

Solidaritas Ramadan, NU Care-Lazisnu Salurkan Bantuan Kemanusiaan di Sumatra dan Jateng

Syarief Oebaidillah
10/3/2026 22:26
Solidaritas Ramadan, NU Care-Lazisnu Salurkan Bantuan Kemanusiaan  di Sumatra dan Jateng
Ilustrasi(Dok Istimewa)

MOMENTUM Ramadan 1447 Hijriah ini dimanfaatkan NU Care-Lazisnu memperkuat solidaritas kemanusiaan bagi masyarakat terdampak bencana. Melalui program Solidaritas Ramadhan, lembaga filantropi Nahdlatul Ulama ini menyalurkan berbagai bantuan kemanusiaan di sembilan kabupaten terdampak bencana di wilayah Jawa dan Sumatera pada 5-13 Maret 2026.

Sembilan kabupaten lokasi penyaluran tersebut meliputi Aceh Tamiang, Aceh Singkil, Bener Meriah, Aceh Utara, Bireuen di Aceh; Tapanuli Selatan di Sumatera Utara; Pasaman Barat di Sumatera Barat; serta Kabupaten Tegal, Jawa Tengah. 

Di beberapa kabupaten, penyaluran bantuan dirangkai dengan kegiatan berbuka puasa dan peringatan Nuzulul Qur’an bersama masyarakat yang masih berjuang bangkit dari dampak bencana banjir, tanah longsor maupun tanah bergerak.

Melalui keterangannya hari inj,Direktur Eksekutif NU Care-Lazisnu PBNU, Riri Khariroh mengutarakan program Solidaritas Ramadhan tidak hanya menyalurkan bantuan logistik seperti sembako juga berbagai kebutuhan penting lainnya bagi masyarakat terdampak, khususnya di momentum bulan Ramadhan seperti bantuan perlengkapan ibadah.

“Perlengkapan ibadah yang disalurkan seperti mukena, sarung, dan Al-Qur’an. Bantuan ini diberikan agar masyarakat tetap dapat menjalankan ibadah Ramadhan dengan lebih nyaman, termasuk saat melaksanakan salat tarawih,” ujar Riri saat mengawal penyaluran bantuan di Aceh Tamiang.

Selain paket sembako dan perlengkapan ibadah Ramadhan, NU Care-Lazisnu juga menyalurkan bantuan perlengkapan sekolah bagi anak-anak seperti tas, buku tulis, alat tulis, dan buku gambar. Santunan tunai juga diberikan kepada anak yatim piatu serta kaum duafa.

Selain itu, untuk memperkuat nilai religius, NU Care-Lazisnu memberangkatkan para dai yang bertugas di sejumlah mushala dan masjid darurat. Tak ketinggalan untuk mendukung pemulihan psikologi penyintas, relawan NU Peduli mengadakan psikososial atau trauma healing bagi warga di titik bencana.

Menurut Riri, sebagian besar masyarakat terdampak bencana di wilayah tersebut masih hidup dalam kondisi yang memprihatinkan. Meski banjir bandang, tanah longsor maupun tanah bergerak terjadi beberapa bulan lalu, banyak warga yang hingga kini masih tinggal di tenda pengungsian atau rumah dengan kondisi seadanya.

“Kondisi itu membuat kami merasa sangat prihatin. Karena itu, NU Peduli melalui NU Care-Lazisnu dan lembaga-lembaga NU serta badan otonom atay banom  NU hadir untuk memastikan masyarakat tetap mendapat dukungan, terutama di bulan Ramadan,” tukasnya.

Tidak hanya bantuan kebutuhan pokok, NU Peduli juga membantu pembangunan sejumlah fasilitas darurat bagi masyarakat, seperti mesjid darurat, mushala, madrasah, serta sarana mandi, cuci, kakus (MCK). Bantuan air bersih juga menjadi salah satu fokus program. Direktur Program NU Care-Lazisnu, Syarifuddin mengatakan pihaknya menyalurkan 15 truk armada air bersih untuk lima desa di Kabupaten Bireuen, Aceh dengan titik distribusi utama di Desa Pante Lhong, Kecamatan Peusangan, Bireuen.

“Kami hadir di Pante Lhong untuk memastikan amanah dari para donatur sampai ke tangan yang tepat. Bantuan ini merupakan program kerja sama NU Care-Lazisnu dan Shopee Barokah,” ujar Syarifuddin saat memantau proses distribusi air bersih di Kabupaten Bireuen.

Menurutnya, penyaluran air bersih dipilih setelah dilakukan asesmen kebutuhan mendesak di lapangan, mengingat banyak warga kesulitan memperoleh akses air layak konsumsi.

Ia berharap sinergi dengan berbagai pihak dapat terus diperluas agar jangkauan bantuan kemanusiaan semakin luas.

“Solidaritas Ramadhan ini tidak hanya menjadi kegiatan berbagi,juga upaya mengetuk hati masyarakat luas agar semakin peduli terhadap saudara-saudara kita yang sedang mengalami kesulitan akibat bencana,” pungkasnya.

Apresiasi Warga

Berbagai penyaluran tersebut disambut kebahagiaan warga. Seperti Kepala Desa Pante Lhong di Kabupaten Bireuen, Murjal, yang mendampingi langsung proses distribusi, mengatakan bantuan air bersih ini sangat melegakan bagi warga yang selama ini terdampak kekeringan atau kesulitan akses air.

“Kami sangat berterima kasih kepada NU Care-Lazisnu. Bantuan 15 truk air untuk 5 desa ini, termasuk desa kami Pante Lhong, sangat berarti. Ini adalah bukti nyata bahwa NU hadir memberikan solusi bagi persoalan mendasar di desa,” ungkap Murjal.

Senada  disampaikan Sekretaris Nagari (Desa) Sinuruik, Kecamatan Talamau, Kabupaten Pasaman Barat, Sumatera Barat, Dasril B. Menurut dia kehadiran NU Care-Lazisnu di tengah masyarakat yang sedang menghadapi dampak bencana tidak sekadar kegiatan seremonial, tetapi memberikan dukungan moral dan psikologis bagi warga yang sedang menghadapi masa sulit.

“Atas nama Pemerintah Nagari Sinuruik, kami mengucapkan terima kasih sebesar-besarnya kepada NU Care-Lazisnu PBNU yang telah menempuh perjalanan jauh untuk hadir di wilayah kami. Kehadiran Bapak dan Ibu dari NU Care-Lazisnu menjadi oase bagi psikis warga kami, membuktikan bahwa kami tidak sendirian menghadapi ujian ini,” ujar Dasril.

Adapun Camat Jatinegara Tegal, Jawa Tengah, H Mohamad Sugeng menyampaikan terdapat 150 kepala keluarga atau sekitar 470 jiwa yang terdampak bencana tanah bergerak di Desa Padasari, sehingga kehadiran NU Care-Lazisnu membantu warga sangat berarti. (H-2)



Cek berita dan artikel yg lain di Google News dan dan ikuti WhatsApp channel mediaindonesia.com
Editor : Indrastuti
Berita Lainnya