Headline

PERADABAN tidak pernah tumbuh di ruang hampa. Ia dibangun oleh gagasan, dirawat oleh nilai, dan dijaga oleh nalar.

Waspada, Rambut Rontok dan Menipis Saat Menopause bukan Sekadar Masalah Kosmetik

Muhammad Ghifari A
16/12/2025 04:19
Waspada, Rambut Rontok dan Menipis Saat Menopause bukan Sekadar Masalah Kosmetik
Ilustrasi(Freepik)

KERONTOKAN rambut, khususnya pada perempuan selama masa menopause, sering kali dianggap remeh sebagai masalah hormonal, padahal kondisi ini menuntut perhatian medis yang serius. 

Mariam Balogue, dokter spesialis kulit dan ahli gangguan rambut yang berbasis di London, menggarisbawahi pentingnya diagnosis yang jelas dan penanganan khusus.

Menurut Balogue, kerontokan rambut yang dipicu oleh menopause merupakan salah satu kondisi yang paling menantang secara emosional, ketika banyak perempuan merasa frustrasi, bingung, dan kehilangan kendali atas penampilan mereka.

Penurunan Hormon Sebagai Pemicu Utama

Menopause ditandai dengan penurunan kadar dua hormon kunci, estrogen dan progesteron, yang esensial untuk pertumbuhan dan kepadatan rambut. Penurunan ini dapat menyebabkan penipisan rambut, terutama di sekitar ubun-ubun atau belahan rambut.

Namun, efek hormonal ini tidak seragam. Genetika, nutrisi, stres, dan kondisi kesehatan yang mendasar juga memengaruhi bagaimana seorang wanita mengalami perubahan rambut selama fase kehidupan ini.

Empat Jenis Kerontokan Rambut yang Umum

Balogue menjelaskan bahwa perempuan menopause dapat mengalami beberapa jenis kerontokan rambut, dengan fokus pada empat kondisi yang paling sering ditemui di kliniknya:

1. Alopecia Androgenetik (Kerontokan Rambut Pola Perempuan)

Bentuk paling umum, memengaruhi sekitar 50% perempuan menopause. Ditandai dengan penipisan bertahap di sepanjang bagian atas kulit kepala, sementara garis rambut depan tetap utuh.

2. Alopecia Fibrosa Frontal (FFA)

Meskipun insidensinya meningkat pada perempuan pascamenopause, kondisi ini sangat mengganggu. Gejalanya sering dimulai dengan mundurnya garis rambut dan kerontokan alis. Penyebab pastinya tidak diketahui, namun dikaitkan dengan faktor seperti penggunaan tabir surya dan kondisi autoimun.

3. Telogen Effluvium

Ditandai dengan kerontokan rambut dalam jumlah besar di seluruh kulit kepala, sering kali dipicu oleh stres, penyakit, atau perubahan hormonal besar seperti menopause. Kondisi ini biasanya bersifat sementara.

4. Alopecia Areata

Kondisi autoimun yang menyebabkan kerontokan rambut sebagian. Kemunculan kasus baru pada perempuan menopause mungkin dipicu oleh perubahan sistem kekebalan atau stres.

Pilihan Pengobatan

Balogue menekankan bahwa tidak ada solusi satu untuk semua, dan setiap pasien harus menerima rencana yang disesuaikan. Pengobatan yang telah terbukti efektif meliputi:

  • Minoxidil: Tersedia dalam bentuk topikal atau oral, digunakan untuk merangsang pertumbuhan rambut.
  • Terapi Hormonal: Terapi penggantian hormon (HRT) dapat menjadi pilihan, namun penghambat DHT seperti finasteride memiliki bukti terkuat, baik secara oral, topikal, atau melalui mesoterapi.
  • Terapi Laser Tingkat Rendah (LLLT): Digunakan untuk merangsang folikel rambut dan mengurangi peradangan.
  • Plasma Kaya Trombosit (PRP): Prosedur yang menggunakan plasma darah pasien sendiri untuk peremajaan folikel.
  • Dukungan Nutrisi: Mengatasi kekurangan seperti zat besi atau Vitamin D.

Mendapatkan diagnosis yang tepat sejak dini merupakan kunci untuk mencapai hasil pengobatan yang berarti.

Kapan Harus Mencari Bantuan Medis?

Balogue mendesak perempuan untuk berkonsultasi dengan dokter kulit jika mereka melihat penipisan rambut yang tidak membaik setelah beberapa bulan atau jika terjadi kerontokan rambut dalam jumlah banyak. 

Bantuan medis sedini mungkin akan menghasilkan hasil pengobatan yang lebih baik.

"Setiap perempuan berhak merasa percaya diri dengan penampilannya sendiri, dan itu termasuk rambutnya," tutup Balogue. (TopDoctors/Z-1)



Cek berita dan artikel yg lain di Google News dan dan ikuti WhatsApp channel mediaindonesia.com
Berita Lainnya
Opini
Kolom Pakar
BenihBaik