Headline
PERADABAN tidak pernah tumbuh di ruang hampa. Ia dibangun oleh gagasan, dirawat oleh nilai, dan dijaga oleh nalar.
PERADABAN tidak pernah tumbuh di ruang hampa. Ia dibangun oleh gagasan, dirawat oleh nilai, dan dijaga oleh nalar.
Kumpulan Berita DPR RI
KERONTOKAN rambut, khususnya pada perempuan selama masa menopause, sering kali dianggap remeh sebagai masalah hormonal, padahal kondisi ini menuntut perhatian medis yang serius.
Mariam Balogue, dokter spesialis kulit dan ahli gangguan rambut yang berbasis di London, menggarisbawahi pentingnya diagnosis yang jelas dan penanganan khusus.
Menurut Balogue, kerontokan rambut yang dipicu oleh menopause merupakan salah satu kondisi yang paling menantang secara emosional, ketika banyak perempuan merasa frustrasi, bingung, dan kehilangan kendali atas penampilan mereka.
Menopause ditandai dengan penurunan kadar dua hormon kunci, estrogen dan progesteron, yang esensial untuk pertumbuhan dan kepadatan rambut. Penurunan ini dapat menyebabkan penipisan rambut, terutama di sekitar ubun-ubun atau belahan rambut.
Namun, efek hormonal ini tidak seragam. Genetika, nutrisi, stres, dan kondisi kesehatan yang mendasar juga memengaruhi bagaimana seorang wanita mengalami perubahan rambut selama fase kehidupan ini.
Balogue menjelaskan bahwa perempuan menopause dapat mengalami beberapa jenis kerontokan rambut, dengan fokus pada empat kondisi yang paling sering ditemui di kliniknya:
1. Alopecia Androgenetik (Kerontokan Rambut Pola Perempuan)
Bentuk paling umum, memengaruhi sekitar 50% perempuan menopause. Ditandai dengan penipisan bertahap di sepanjang bagian atas kulit kepala, sementara garis rambut depan tetap utuh.
2. Alopecia Fibrosa Frontal (FFA)
Meskipun insidensinya meningkat pada perempuan pascamenopause, kondisi ini sangat mengganggu. Gejalanya sering dimulai dengan mundurnya garis rambut dan kerontokan alis. Penyebab pastinya tidak diketahui, namun dikaitkan dengan faktor seperti penggunaan tabir surya dan kondisi autoimun.
3. Telogen Effluvium
Ditandai dengan kerontokan rambut dalam jumlah besar di seluruh kulit kepala, sering kali dipicu oleh stres, penyakit, atau perubahan hormonal besar seperti menopause. Kondisi ini biasanya bersifat sementara.
4. Alopecia Areata
Kondisi autoimun yang menyebabkan kerontokan rambut sebagian. Kemunculan kasus baru pada perempuan menopause mungkin dipicu oleh perubahan sistem kekebalan atau stres.
Balogue menekankan bahwa tidak ada solusi satu untuk semua, dan setiap pasien harus menerima rencana yang disesuaikan. Pengobatan yang telah terbukti efektif meliputi:
Mendapatkan diagnosis yang tepat sejak dini merupakan kunci untuk mencapai hasil pengobatan yang berarti.
Balogue mendesak perempuan untuk berkonsultasi dengan dokter kulit jika mereka melihat penipisan rambut yang tidak membaik setelah beberapa bulan atau jika terjadi kerontokan rambut dalam jumlah banyak.
Bantuan medis sedini mungkin akan menghasilkan hasil pengobatan yang lebih baik.
"Setiap perempuan berhak merasa percaya diri dengan penampilannya sendiri, dan itu termasuk rambutnya," tutup Balogue. (TopDoctors/Z-1)
Sejumlah studi menunjukkan bahwa sebagian besar kasus rambut rontok justru bermula dari kondisi kulit kepala yang tidak sehat.
Salah satu kesalahan mendasar masyarakat adalah hanya berfokus pada perawatan batang rambut.
Rambut rontok sebenarnya hal normal jika jumlahnya sekitar 50 sampai 100 helai per hari, namun menjadi masalah jika terjadi terus-menerus dan jumlahnya banyak.
Pahami bahaya penumpukan sebum berlebihan di kulit kepala. Ketahui penyebab, gejala, dan cara mengatasinya.
Rambut rontok bisa disebabkan oleh berbagai faktor, seperti stres, kekurangan nutrisi zat besi, protein, vitamin B, ketidakseimbangan hormon, penggunaan alat panas berlebihan, genetik
Fokus entitas adalah pada pemberdayaan, baik melalui peningkatan kemampuan komunikasi strategis maupun melalui dukungan emosional dan edukasi bagi perempuan.
Pernyataan itu juga menyampaikan bahwa KJRI Jeddah turut memfasilitasi pemulangan satu WNI dengan kondisi lumpuh akibat sakit ke Indonesia.
Lestari Moerdijat mendorong penguatan peran perempuan sebagai bagian dari langkah strategis pelestarian budaya nasional.
Perempuan pascamenopause menghadapi berbagai tantangan kesehatan, mulai dari penurunan kepadatan tulang hingga melemahnya sistem imun.
Ketua Umum Kadin DKI Jakarta, Diana Dewi, meraih penghargaan Tokoh Perempuan Penggerak Ekonomi dan UMKM.
Kanker serviks masih menjadi ancaman serius bagi kesehatan perempuan Indonesia.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved