Headline

Taksiran kerugian itu belum yang diderita masyarakat, termasuk para pelaku usaha.

Gawat! Penumpukan Sebum di Kulit Kepala Bisa Bikin Rambut Rontok dan Ketombe Parah

Thalatie K Yani
20/11/2025 10:27
Gawat! Penumpukan Sebum di Kulit Kepala Bisa Bikin Rambut Rontok dan Ketombe Parah
Ilustrasi(freepik)

SEBUM, minyak alami yang diproduksi oleh kulit, memiliki peran penting dalam menjaga kesehatan kulit dan rambut. Namun, produksi sebum yang berlebihan dan penumpukannya di kulit kepala dapat memicu serangkaian masalah, mulai dari ketidaknyamanan estetika hingga kondisi dermatologis yang lebih serius seperti kerontokan rambut dan ketombe membandel.

Apa Itu Sebum dan Mengapa Terjadi Penumpukan?

Sebum diproduksi kelenjar sebaceous yang tersebar di seluruh tubuh, termasuk di kulit kepala. Fungsi utamanya adalah melumasi dan menjaga kelembapan kulit serta rambut, melindunginya dari kekeringan. Sebum terdiri dari campuran kompleks lipid, termasuk trigliserida, asam lemak, wax ester, dan squalene.

Penumpukan sebum (atau hiper-sebore) terjadi ketika kelenjar sebaceous memproduksi minyak lebih cepat daripada yang dapat dihilangkan, atau ketika minyak bercampur dengan sel kulit mati dan kotoran, membentuk sumbatan.

"Penumpukan sebum di kulit kepala seringkali merupakan hasil dari kelenjar sebaceous yang terlalu aktif," kata seorang ahli dermatologi. "Kondisi ini diperburuk ketika terjadi penumpukan keratin dan sel kulit mati, membentuk lapisan tebal yang bisa menyumbat folikel rambut."

Dampak Berbahaya Sebum Berlebihan

Penumpukan sebum yang dibiarkan tanpa penanganan dapat menimbulkan beberapa masalah serius pada kulit kepala dan kesehatan rambut Anda.

  • Ketombe dan Dermatitis Seboroik: Sebum berlebihan adalah makanan bagi jamur ragi alami yang disebut Malassezia furfur (sebelumnya dikenal sebagai Pityrosporum ovale). Pertumbuhan jamur ini yang tidak terkontrol akan memicu peradangan, iritasi, dan pengelupasan kulit, yang kita kenal sebagai ketombe atau, dalam kasus yang lebih parah, dermatitis seboroik.
  • Kerontokan Rambut: Sebum yang menyumbat folikel rambut menciptakan lingkungan yang buruk bagi pertumbuhan rambut. Sumbatan ini dapat melemahkan akar rambut dan, seiring waktu, dapat menyebabkan miniaturisasi (pengecilan) folikel dan rambut rontok karena folikel tidak dapat bernapas dan mendapatkan nutrisi yang cukup.
  • Bau Tidak Sedap: Komponen lipid dalam sebum, ketika dipecah oleh bakteri dan jamur di kulit kepala, dapat menghasilkan senyawa yang menyebabkan bau tidak sedap (bau apek).
  • Kulit Kepala Gatal dan Merah: Peradangan akibat pertumbuhan mikroorganisme berlebihan seringkali disertai dengan rasa gatal (pruritus) dan kemerahan.

Cara Mengatasi dan Mencegah Penumpukan

Mengatasi penumpukan sebum membutuhkan konsistensi dalam rutinitas perawatan:

  • Pencucian Rambut yang Tepat: Mencuci rambut secara teratur dan cukup sering sangat penting untuk menghilangkan sebum berlebihan. Gunakan sampo yang diformulasikan khusus untuk kulit kepala berminyak. Pijat lembut kulit kepala selama pencucian untuk membantu melonggarkan sel kulit mati.
  • Eksfoliasi Kulit Kepala: Sesekali, gunakan produk eksfoliasi kulit kepala (scrub atau chemical exfoliant) untuk membersihkan sumbatan keratin dan sel kulit mati yang bercampur dengan sebum.
  • Sampo Khusus: Untuk kasus dermatitis seboroik atau ketombe parah, gunakan sampo yang mengandung bahan aktif seperti asam salisilat, selenium sulfida, atau ketoconazole untuk mengontrol pertumbuhan jamur Malassezia dan mengurangi minyak.
  • Perhatikan Diet dan Stres: Produksi sebum dapat dipengaruhi oleh faktor hormonal, diet, dan tingkat stres. Mengelola stres dan mengonsumsi makanan seimbang dapat secara tidak langsung membantu mengatur produksi minyak.

Jika penumpukan sebum menyebabkan kerontokan rambut signifikan atau ketombe yang tidak membaik dengan sampo biasa, sangat disarankan untuk berkonsultasi dengan dermatolog untuk diagnosis dan rencana perawatan yang lebih spesifik. Kesehatan kulit kepala yang optimal adalah fondasi untuk rambut yang kuat dan sehat. (verywellhealth/dermaltherapypmc.ncbi.nlm.nih.gov/Z-2)



Cek berita dan artikel yg lain di Google News dan dan ikuti WhatsApp channel mediaindonesia.com
Editor : Thalatie Yani
Berita Lainnya