Headline

Buka puasa bersama bukan sekadar rutinitas seremonial.

Produksi Minyak Tinggi Bikin Pria Rentan Ketombe, Peran Scalp Barrier Disorot

Intan Safitri
21/2/2026 15:28
Produksi Minyak Tinggi Bikin Pria Rentan Ketombe, Peran Scalp Barrier Disorot
Ketombe pada rambut pria.(Freepik)

BANYAK pria rutin menata rambut sebelum beraktivitas. Pomade, wax, hingga hair tonic digunakan agar tampilan rapi dan menunjang kepercayaan diri. Namun, di balik urusan gaya, aspek paling dasar kerap terlewat: kesehatan kulit kepala. Ketombe dan minyak berlebih sering dianggap sekadar masalah tampilan, padahal rasa gatal, tidak nyaman, serta rambut lepek dapat mengganggu fokus, terutama pada pria dengan mobilitas tinggi.

Pakar perawatan rambut Ari Astuti menilai banyak pria masih menempatkan perhatian utama pada batang rambut, bukan kondisi kulit kepala. “Banyak laki-laki sudah rutin keramas, tapi masih fokus di rambut, bukan di kesehatan kulit kepala. Padahal, ketombe berulang muncul karena scalp barrier yang lemah,” ujarnya dalam agenda peluncuran formula terbaru CLEAR Men Ultra di Lebak Bulus, Jakarta Selatan, Jumat (21/2).

Secara biologis, kulit kepala pria disebut lebih rentan mengalami gangguan karena produksi minyak cenderung lebih tinggi. Kondisi ini diperkuat oleh keringat akibat aktivitas fisik, paparan panas, serta polusi yang dapat menciptakan lingkungan lembap dan mendukung pertumbuhan jamur pemicu ketombe.

Kepala Penelitian dan Pengembangan Perawatan Rambut, Christina Yusuf, menjelaskan ketombe umumnya terkait lebih dari satu faktor.

“Ketombe melibatkan ketidakseimbangan microbiome, produksi sebum berlebih, serta terganggunya fungsi perlindungan alami kulit kepala. Ketika scalp barrier melemah, pertumbuhan jamur penyebab ketombe bisa meningkat,” ujarnya.

Aktivitas Tinggi dan Risiko pada Kulit Kepala

Gaya hidup aktif dinilai ikut memperbesar risiko gangguan kulit kepala. Keringat yang dibiarkan terlalu lama setelah olahraga membuat kulit kepala lembap dan memicu pertumbuhan jamur. Penggunaan helm dalam durasi panjang tanpa memastikan kebersihannya juga bisa memperburuk kondisi, mengingat sirkulasi udara terbatas dan permukaan helm berpotensi menyimpan kotoran.

Selain itu, faktor stres turut disorot. Tekanan mental dapat memicu produksi minyak berlebih dan memperparah ketidakseimbangan pada kulit kepala. Kombinasi paparan eksternal dan faktor internal ini membuat fungsi perlindungan alami kulit kepala bekerja lebih keras dari seharusnya.

Scalp Barrier Jadi Fondasi Kesehatan Rambut

Scalp barrier merupakan lapisan perlindungan alami kulit kepala yang menjaga keseimbangan minyak, kelembapan, serta mikroorganisme. Saat lapisan ini kuat, kulit kepala lebih tahan terhadap panas, polusi, dan keringat. Sebaliknya, ketika melemah, keluhan seperti gatal, ketombe berulang, hingga kerontokan lebih mudah muncul.

Seiring itu, pendekatan perawatan rambut mulai bergeser. Rambut sehat tidak semata soal kilap atau gaya, melainkan berangkat dari kulit kepala yang terjaga. Performa rambut dinilai dimulai dari fondasinya, scalp barrier yang sehat. (Z-10)



Cek berita dan artikel yg lain di Google News dan dan ikuti WhatsApp channel mediaindonesia.com
Editor : Gana Buana
Berita Lainnya