Headline

Pada perdagangan kemarin, rupiah menguat tipis dan ditutup di level Rp16.936 per dolar AS.

Solusi Rambut Rontok dan Kebotakan, Dari Obat Klasik hingga Teknologi Stem Cell Terbaru

Thalatie K Yani
22/1/2026 12:00
Solusi Rambut Rontok dan Kebotakan, Dari Obat Klasik hingga Teknologi Stem Cell Terbaru
Ilustrasi(freepik)

MASALAH rambut rontok adalah realitas medis yang masif. Diperkirakan 85% pria dan 33% perempuan akan mengalaminya sepanjang hidup mereka. Bahkan, satu dari empat pria mulai kehilangan rambut sebelum usia 30 tahun. Sebagian besar kasus dipicu oleh faktor keturunan atau androgenetic alopecia, sementara sisanya disebabkan oleh kondisi autoimun seperti alopecia areata.

Meskipun memengaruhi penampilan, dampak rambut rontok jauh lebih dalam. "Kehilangan rambut bisa terasa sangat mengubah penampilan bagi banyak orang dan memiliki stigma tertentu, di mana orang membuat asumsi berdasarkan rambut seseorang atau ketiadaannya," ujar Dr. Carolyn Goh, profesor klinis dermatologi di UCLA David Geffen School of Medicine.

Standar Emas Pengobatan Saat Ini

Hingga saat ini, hanya ada dua jenis pengobatan yang menjadi standar utama karena keamanan dan efektivitasnya yang telah teruji selama puluhan tahun:

  • Finasteride (Propecia/Proscar): Obat minum yang efektif memperlambat kerontokan pada pria dengan menghambat hormon pemicu kebotakan. Namun, obat ini tidak disarankan bagi perempuan hamil dan memerlukan pengawasan dokter karena risiko efek samping pada suasana hati dan fungsi seksual.
  • Minoxidil (Rogaine): Cairan topikal yang bekerja dengan memperbesar folikel rambut dan memperpanjang fase pertumbuhan. Obat ini tersedia bagi pria maupun perempuan.

"Dua obat ini telah menjadi pilar manajemen medis selama beberapa dekade terakhir," kata Dr. Ken Williams Jr., pendiri Orange County Hair Restoration.

JAK Inhibitor dan Masa Depan Stem Cell

Bagi penderita alopecia areata (kerontokan akibat imun menyerang folikel), teknologi JAK Inhibitor seperti Olumiant dan Litfulo memberikan harapan baru. Obat ini bekerja menargetkan peradangan pada sistem imun agar rambut dapat tumbuh kembali.

Di sisi lain, penelitian terbaru di tahun 2026 mulai melirik potensi Stem Cell (Sel Punca). Prosedurnya melibatkan pengambilan sampel kulit untuk memanen folikel rambut, mengolahnya di laboratorium, dan menanamnya kembali ke kulit kepala. Meski menjanjikan, para ahli memperingatkan bahwa teknologi ini masih dalam tahap awal dan cenderung mahal.

Inovasi 2026

Dunia medis juga menantikan beberapa pengobatan topikal baru yang sedang dalam tahap uji klinis akhir:

  • PP405: Dinobatkan sebagai salah satu penemuan terbaik versi majalah TIME, produk ini diklaim mampu membangunkan folikel rambut yang "tidur".
  • Clascoterone: Diharapkan mendapat persetujuan regulasi pada musim semi 2026, obat ini menjadi opsi potensial, terutama bagi wanita.

Pentingnya Diagnosis yang Tepat

Para ahli menekankan bahwa kunci keberhasilan pengobatan adalah intervensi dini dan diagnosis dari dokter bersertifikat. Namun, penerimaan diri juga merupakan bagian penting dari proses tersebut.

"Penerimaan diri bisa membebaskan dan harus menjadi bagian dari proses, tetapi itu tidak boleh diharapkan sebagai satu-satunya jalan untuk mengelola kerontokan rambut seseorang," tutup Dr. Goh. (Healthline/Z-2)



Cek berita dan artikel yg lain di Google News dan dan ikuti WhatsApp channel mediaindonesia.com
Editor : Thalatie Yani
Berita Lainnya