Headline
Pada perdagangan kemarin, rupiah menguat tipis dan ditutup di level Rp16.936 per dolar AS.
Pada perdagangan kemarin, rupiah menguat tipis dan ditutup di level Rp16.936 per dolar AS.
Kumpulan Berita DPR RI
MASALAH rambut rontok adalah realitas medis yang masif. Diperkirakan 85% pria dan 33% perempuan akan mengalaminya sepanjang hidup mereka. Bahkan, satu dari empat pria mulai kehilangan rambut sebelum usia 30 tahun. Sebagian besar kasus dipicu oleh faktor keturunan atau androgenetic alopecia, sementara sisanya disebabkan oleh kondisi autoimun seperti alopecia areata.
Meskipun memengaruhi penampilan, dampak rambut rontok jauh lebih dalam. "Kehilangan rambut bisa terasa sangat mengubah penampilan bagi banyak orang dan memiliki stigma tertentu, di mana orang membuat asumsi berdasarkan rambut seseorang atau ketiadaannya," ujar Dr. Carolyn Goh, profesor klinis dermatologi di UCLA David Geffen School of Medicine.
Hingga saat ini, hanya ada dua jenis pengobatan yang menjadi standar utama karena keamanan dan efektivitasnya yang telah teruji selama puluhan tahun:
"Dua obat ini telah menjadi pilar manajemen medis selama beberapa dekade terakhir," kata Dr. Ken Williams Jr., pendiri Orange County Hair Restoration.
Bagi penderita alopecia areata (kerontokan akibat imun menyerang folikel), teknologi JAK Inhibitor seperti Olumiant dan Litfulo memberikan harapan baru. Obat ini bekerja menargetkan peradangan pada sistem imun agar rambut dapat tumbuh kembali.
Di sisi lain, penelitian terbaru di tahun 2026 mulai melirik potensi Stem Cell (Sel Punca). Prosedurnya melibatkan pengambilan sampel kulit untuk memanen folikel rambut, mengolahnya di laboratorium, dan menanamnya kembali ke kulit kepala. Meski menjanjikan, para ahli memperingatkan bahwa teknologi ini masih dalam tahap awal dan cenderung mahal.
Dunia medis juga menantikan beberapa pengobatan topikal baru yang sedang dalam tahap uji klinis akhir:
Pentingnya Diagnosis yang Tepat
Para ahli menekankan bahwa kunci keberhasilan pengobatan adalah intervensi dini dan diagnosis dari dokter bersertifikat. Namun, penerimaan diri juga merupakan bagian penting dari proses tersebut.
"Penerimaan diri bisa membebaskan dan harus menjadi bagian dari proses, tetapi itu tidak boleh diharapkan sebagai satu-satunya jalan untuk mengelola kerontokan rambut seseorang," tutup Dr. Goh. (Healthline/Z-2)
Alopecia menyebabkan kerontokan rambut sementara atau permanen. Kerontokan ini bisa mempengaruhi rambut yang ada di seluruh tubuh dan bisa menyebabkan penderitanya stres.
Seperti halnya dengan penyakit autoimun lainnya, alopecia areata menganggap rambut adalah benda asing.
Kebanyakan orang kehilangan 50 hingga 100 helai rambut per hari sebagai bagian dari siklus alami.
Belum ada komentar publik sejauh ini dari Rock dan tidak ada jawaban langsung atas pertanyaan AFP kepada perwakilannya.
Alopecia areata merupakan jenis kebotakan spesifik yang disebabkan oleh gangguan autoimun yang membuat rambut sering rontok.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved