Headline

PERADABAN tidak pernah tumbuh di ruang hampa. Ia dibangun oleh gagasan, dirawat oleh nilai, dan dijaga oleh nalar.

Dugaan Perkosaan di Aceh Tamiang, Komnas Perempuan: Kekerasan pada Perempuan tidak Kenal Situasi

M Iqbal Al Machmudi
07/12/2025 08:31
Dugaan Perkosaan di Aceh Tamiang, Komnas Perempuan: Kekerasan pada Perempuan tidak Kenal Situasi
Ilustrasi(Freepik.com)

KOMISIONER Komisi Nasional (Komnas) Perempuan, Chatarina Pancer Istiyani, mengatakan kekerasan fisik atau seksual yang dialami perempuan tidak mengenal situasi, itu bisa terjadi kapan saja, di mana saja, bahkan dalam kondisi berduka sekalipun. 

Hal itu diungkapkan Chatarina setelah muncul dugaan kekerasan seksual oleh sopir truk kepada mahasiswi di Aceh Tamiang saat bencana banjir bandang terjadi.

"Kasus itu menunjukkan bahwa di tengah bencana pun tidak ada tempat yang bebas dari kerentanan kekerasan terhadap perempuan. Artinya, gimana pun tempat itu bisa menjadi tempat kekerasan bagi perempuan. Bayangkan loh, ini kan mau evakuasi diri dari kepungan banjir, tetapi dia malah mendapatkan perilaku seperti itu," kata Chatarina saat dihubungi, Minggu (7/12).

Diberitakan sebelumnya beredar video di media sosial sopir truk diseret dan diamuk warga karena diduga melakukan kekerasan seksual kepada seorang mahasiswi. Lebih mirisnya lagi adalah situasi tersebut terjadi pada saat banjir bandang terjadi di Aceh Tamiang, Provinsi Aceh.

Chatarina menyebut meski masih dugaan, kasus tersebut mencerminkan tidak ada ruang aman bagi perempuan. Hal itu bisa terjadi pada siapa saja dan pelakunya dari orang yang tidak terduga. 

"Oleh karena itu semua orang punya andil kembalikan ruang aman untuk perempuan dan anak. Artinya di tempat yang seperti bencana saja bukan ruang aman bagi perempuan ini kan berbahaya," ujar dia.

Maka pencegahan kekerasan pada perempuan bisa diperkuat dari berbagai sisi mulai sisi hukum, spiritualitas, sosial, maupun membangun kesadaran diri.

"Semuanya hal yang menyangkut kekerasan terhadap perempuan ini bisa ditinjau, bisa diperkuat, bisa dicegah dari sisi manapun. Baik dari sisi spiritualitas, sosial, hukum, dan sebagainya ini bisa kita bersama-sama selalu fokus," pungkasnya. (H-2)

 



Cek berita dan artikel yg lain di Google News dan dan ikuti WhatsApp channel mediaindonesia.com
Editor : Indrastuti
Berita Lainnya
Opini
Kolom Pakar
BenihBaik