Headline
Bukan saat yang tepat menaikkan iuran JKN ketika kondisi ekonomi masyarakat masih hadapi tekanan.
Bukan saat yang tepat menaikkan iuran JKN ketika kondisi ekonomi masyarakat masih hadapi tekanan.
Kumpulan Berita DPR RI
PEMERINTAH Kabupaten (Pemkab) Agam meresmikan Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) yang dikelola Yayasan Pembangunan Anak Nagari Madani (YPANM) di Bawan, Kecamatan Ampek Nagari, Senin (24/11).
Wakil Bupati Agam, Muhammad Iqbal menjelaskan, Makan Bergizi Gratis (MBG) merupakan program pemerintah pusat yang dirancang untuk menyediakan makanan mengandung gizi bagi anak-anak sekolah sebagai upaya meningkatkan kesehatan, serta motivasi belajar.
“Pelaksanaan MBG tidak mudah. Dapur harus bersih, makanan harus berkualitas, dan distribusinya tepat. Saya berharap Pak Yopi dan tim yayasan terus memonitor setiap makanan yang diberikan,” ujar Iqbal.
Iqbal juga menekankan bahwa keberadaan dapur MBG ini akan berdampak langsung terhadap pertumbuhan ekonomi masyarakat sekitar. “Jika banyak dapur MBG terbentuk sesuai regulasi, maka ekonomi lokal akan ikut tumbuh. Ini peluang besar bagi masyarakat,” jelasnya.
Dengan beroperasinya SPPG baru ini, ia berharap pemerataan gizi bagi pelajar terus meningkat sekaligus mendorong lahirnya generasi muda yang lebih sehat, kuat, dan berprestasi. Tak hanya itu, program ini menjadi langkah nyata mengurangi angka stunting.
Dalam kesempatan itu, Pembina YPANM, Yopi Eka Anroni mengatakan, pihaknya berkomitmen mendukung layanan makanan bergizi bagi seluruh pelajar di Nagari Bawan.
Yopi menjelaskan bahwa seluruh proses perizinan telah dipenuhi, dan hari ini menjadi momen penting dengan dimulainya distribusi perdana sebanyak 1.260 paket MBG.
“Pendistribusian ini tersebar ke dua sekolah, yaitu SMA Negeri 1 Ampek Nagari sebanyak 606 paket dan SMPN 4 Ampek Nagari sebanyak 563 paket. Kami ingin berperan dalam mewujudkan SDM berkualitas di Nagari Bawan. Terima kasih atas dukungan besar dari Pemda Agam,” ucap Yopi.
Ia berharap program ini terus berada dalam pengawasan pemerintah daerah agar pelaksanaannya sesuai standar Badan Gizi Nasional (BGN) serta regulasi yang berlaku di Pemkab Agam.
Yopi menambahkan, SPPG di Bawan merupakan SPPG ke-11 yang resmi beroperasi di Kabupaten Agam. Pada hari yang sama, empat SPPG lainnya turut diresmikan, sehingga totalnya menjadi 15 titik di Kabupaten Agam. (H-2)
Puluhan Kepala SPPG di Solo Raya laporkan minimnya ruang istirahat dan peralatan dapur tak standar. BGN ancam suspend mitra nakal
Kementerian Hak Asasi Manusia Republik Indonesia memantau pelaksanaan Program Makan Bergizi Gratis di SPPG Dauh Peken 5, Tabanan, Bali untuk memastikan pemenuhan hak pangan bergizi anak.
Waka BGN Nanik Sudaryati Deyang menegaskan mitra Program Makan Bergizi Gratis wajib menyiapkan ruang istirahat layak dan peralatan dapur baru. Pelanggaran terancam disuspend.
Wakil Kepala BGN Nanik Sudaryati menegaskan pengawasan ketat bahan baku dan alat dapur SPPG guna mencegah insiden keamanan pangan pada program Makan Bergizi Gratis.
Relawan dapur Makan Bergizi Gratis di Semarang mengaku terbantu secara ekonomi. Warga berharap program MBG terus berlanjut.
Usaha pembuatan telur asin yang diupayakan Yayak juga membuka lapangan pekerjaan bagi warga sekitar.
Setiap SPPG rata-rata mempekerjakan 50 orang. Dengan 24 ribu unit, tenaga kerja langsung yang terserap mencapai sekitar 1,1 juta orang.
SPPG tidak hanya berfungsi sebagai dapur penyedia makanan, tetapi juga pusat edukasi gizi, pelayanan masyarakat, dan penguatan ketahanan pangan lokal.
Saat ini telah beroperasi 23.012 Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) atau sekitar 65% dari target nasional sebanyak 35.270 unit.
Sebelum didistribusikan kepada siswa penerima manfaat, menu MBG yang diproduksi dilakukan pengetesan cepat (rapid test), untuk mengecek tercemar tidaknya menu MBG.
Dadan mengatakan dana bantuan pemerintah yang terserap untuk program MBG mencapai Rp55,2 triliun.
Badan Gizi Nasional (BGN) melalui Yayasan Padepokan Pandan Ireng secara resmi mulai mengoperasikan Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG).
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved