Headline
Diskon transportasi hingga 30%, bantuan pangan, dan sistem kerja fleksibel bergulir.
Diskon transportasi hingga 30%, bantuan pangan, dan sistem kerja fleksibel bergulir.
Kumpulan Berita DPR RI
KEPALA Badan Gizi Nasional (BGN), Dadan Hindayana, mengungkapkan bahwa jumlah Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) pada akhir 2025 telah mencapai 19 ribu.
"Selama satu tahun, pada tanggal 31 Desember 2025 kita tutup dengan jumlah SPPG 19.188," ungkapnya dalam Rapat Dengar Pendapat bersama Komisi IX DPR RI kemarin.
Lebih lanjut, dia menambahkan bahwa 19 ribu SPPG tersebut melayani 55,1 juta penerima manfaat.
Dadan mengatakan dana bantuan pemerintah yang terserap untuk program MBG mencapai Rp55,2 triliun.
"Melebihi target yang harusnya Rp52,2 triliun menjadi Rp55,2 triliun karena Badan Gizi mendapatkan anggaran biaya tambahan dari Kementerian Keuangan," ujarnya.
Dadan mengatakan total porsi MBG yang diproduksi dan didistribusikan selama setahun ke belakang mencapai 3,7 miliar.
Kata Dadan, program MBG pada 2026 sudah dimulai dengan launching pada 8 Januari 2026 dengan total SPPG 19.188.
"Hari ini, jumlah SPPG kita, per tanggal 19 Januari (2026) malam, itu kurang lebih 21.102 SPPG," ungkapnya.
Ia menyatakan 21 ribu SPPG tersebut sudah bisa menjangkau 58,3 juta penerima manfaat secara nasional.
"Dengan dana operasional harian, hari ini itu sudah mencapai Rp855 miliar dan realisasi anggaran sampai hari ini, itu sudah mendekati Rp18 triliun," katanya.
Kata dia, BGN merupakan salah satu badan yang bisa merealisasikan anggaran sebesar itu dan dananya turun langsung dari kantor kas negara ke SPPG.
"Target SPPG tahun 2026 itu kita perkirakan, itu akan 28 ribu SPPG di aglomerasi dan 8.617 di daerah terpencil dengan total prediksi penerima manfaat 82,9 juta, yang kita bisa kejar dan diproyeksikan di pertengahan tahun akan tercapai dengan total porsi makan yang kami proyeksikan di tahun 2026 mencapai 21 miliar," bebernya.
Dadan menambahkan, pada 2026 BGN juga akan melakukan akreditasi dan sertifikasi untuk meningkatkan kualitas layanan SPPG. (H-2)
Kepala BGN Dadan Hindayana mengingatkan makanan manis, gorengan, dan soda boleh dikonsumsi, tapi proporsinya perlu dikurangi agar gizi seimbang.
Kepala BGN Dadan Hindayana melaporkan program MBG menjangkau 55,1 juta siswa dengan klaim sukses 99,99%. Namun, Komisi IX DPR menyoroti temuan serius terkait menu berpengawet dan susu impor.
Badan Gizi Nasional (BGN) mencatat dampak ekonomi program Makan Bergizi Gratis (MBG) selama satu tahun, mulai dari pelibatan 46 ribu UMKM hingga penyerapan 780 ribu tenaga kerja.
Badan Gizi Nasional (BGN) memastikan program Makan Bergizi Gratis (MBG) 2026 bergulir serentak pada 8 Januari tanpa penundaan, didukung 19 ribu satuan pelayanan.
Program Makan Bergizi Gratis (MBG) dipastikan tetap berlanjut selama masa libur sekolah Desember 2025 hingga awal Januari 2026.
SPPG tidak hanya berfungsi sebagai dapur penyedia makanan, tetapi juga pusat edukasi gizi, pelayanan masyarakat, dan penguatan ketahanan pangan lokal.
Wakil Kepala BGN Nanik Sudaryati menegaskan pengawasan ketat bahan baku dan alat dapur SPPG guna mencegah insiden keamanan pangan pada program Makan Bergizi Gratis.
WAKIL Kepala Badan Gizi Nasional (BGN) bidang Komunikasi Publik dan Investigasi, Nanik Sudaryati Deyang menyerukan agar mitra tidak lepas tanggung jawab terhadap pelaksanaan dapur SPPG
Pemerintah mencatat Program Makan Bergizi Gratis (MBG) semakin meluas cakupannya dengan jumlah penerima manfaat yang kini telah menembus angka 60 juta orang
Dewan Pendidikan Kota Pematangsiantar Robert Tua Siregar mengatakan program ini dirancang untuk meningkatkan asupan gizi anak.
Dalam upaya memberdayakan para penjual makanan di sekitar sekolah penerima manfaat MBG, mitra bisa bekerja sama dengan pengawas gizi di setiap SPPG.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved