Headline

Ada kelompok yang nyaman dengan kelakuan lama, ingin intervensi meski tak lagi berkuasa. 

Kepala BGN: 60 Persen Pegawai SPPG Bisa Beli Motor karena MBG

Andhika Prasetyo
14/2/2026 06:32
Kepala BGN: 60 Persen Pegawai SPPG Bisa Beli Motor karena MBG
Kepala BGN Dadan Hindayana(Antara)

Kepala Badan Gizi Nasional (BGN) Dadan Hindayana menyatakan Program Makan Bergizi Gratis (MBG) tidak hanya berdampak pada sektor pangan, tetapi juga meningkatkan daya beli masyarakat dan membuka peluang kerja baru. Ia mengungkapkan, sekitar 60% pegawai Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) kini mampu membeli sepeda motor dari penghasilan mereka setelah terlibat dalam pelaksanaan program MBG.

“Program MBG tidak hanya menggerakkan sektor pertanian sebagai pemasok bahan baku, tetapi juga berdampak pada sektor lain. Bahkan, berdasarkan data perusahaan otomotif, penjualan sepeda motor mencapai 4,9 juta unit pada 2025 dan turut terdorong oleh MBG. Di SPPG sendiri, 60% pegawai sudah bisa membeli motor,” ujar Dadan dalam Indonesia Economic Outlook 2026, Jumat.

Menurutnya, kebutuhan bahan pangan juga meningkat signifikan akibat pelaksanaan program ini. Sebagai contoh, satu SPPG membutuhkan hingga 3.000 buah pisang untuk satu kali penyediaan makanan.

Selain itu, sektor lain seperti petani hidroponik, industri tahu, hingga produsen susu mulai mengalami peningkatan permintaan. Dalam operasionalnya, satu SPPG membutuhkan sekitar 450 liter susu per hari, sehingga mendorong pelaku usaha susu menyiapkan fasilitas penyimpanan seperti cold storage.

Dadan menambahkan, Program MBG memiliki peran penting dalam meningkatkan akses gizi masyarakat, mengingat masih banyak anak Indonesia yang belum mendapatkan asupan gizi seimbang, termasuk konsumsi susu. Ia juga menilai program ini mulai mendapat perhatian dari kalangan ekonom karena dinilai menghadirkan pendekatan baru dalam pembangunan ekonomi, yakni mendorong produksi sekaligus menjamin penyerapan hasilnya.

“Melalui MBG, BGN berperan menciptakan permintaan sekaligus memastikan adanya pembelian produk lokal. Dampaknya, lapangan kerja terbuka, karena satu SPPG membutuhkan sekitar 50 tenaga kerja serta jaringan pemasok,” jelasnya.

Lebih lanjut, ia menilai program ini turut mendorong tumbuhnya wirausaha baru dan meningkatkan produktivitas pelaku Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) di tingkat lokal. (Ant/E-3)



Cek berita dan artikel yg lain di Google News dan dan ikuti WhatsApp channel mediaindonesia.com
Editor : Andhika
Berita Lainnya