Headline
PERADABAN tidak pernah tumbuh di ruang hampa. Ia dibangun oleh gagasan, dirawat oleh nilai, dan dijaga oleh nalar.
PERADABAN tidak pernah tumbuh di ruang hampa. Ia dibangun oleh gagasan, dirawat oleh nilai, dan dijaga oleh nalar.
Kumpulan Berita DPR RI
IMPLEMENTASI program Makan Bergizi Gratis (MBG) masih menghadapi sejumlah tantangan di berbagai daerah. Menyikapi hal itu, Badan Gizi Nasional (BGN) terus memperkuat sistem pelaksanaan program agar semakin aman dan higienis.
Kepala BGN Dadan Hindayana menegaskan, secara umum program MBG berjalan baik, namun pengawasan terhadap standar kebersihan dan mutu tetap ditingkatkan di seluruh Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG).
“Kami menyesalkan masih adanya kasus keracunan di beberapa daerah, tapi yang penting adalah tindakan cepat kami dalam menanganinya. Setiap kejadian langsung kami hentikan sementara, kami investigasi, lalu setelah aman baru dijalankan lagi,” ujar Dadan dalam keterangan yang diterima, Kamis (30/10).
Kepala BGN memaparkan sejumlah langkah strategis untuk memastikan keamanan makanan bagi jutaan penerima manfaat yakni dengan mengurangi beban kerja dapur SPPG yang tadinya jumlah penerima manfaat per dapur itu 3.000-5.000, kini diturunkan menjadi maksimal 2.000 anak sekolah, atau 3.000 jika didampingi juru masak bersertifikat.
Selain itu, BGN juga melengkapi seluruh dapur SPPG dengan alat uji cepat (rapid test) guna memastikan kualitas bahan baku dan hasil masakan sebelum dibagikan.
Setiap dapur diwajibkan menggunakan air tersertifikasi, menambah peralatan sterilisasi suhu tinggi (120°C) untuk mengeringkan dan mensterilkan alat makan seperti food tray dalam waktu tiga menit, serta melaksanakan pelatihan dua bulanan bagi seluruh penjamah makanan untuk menjaga kedisiplinan dan kebersihan dapur MBG.
Menurutnya, implementasi yang tepat sangat penting dilakukan agar mendorong hasil yang baik. Hal ini pernah disampaikan oleh Presiden Prabowo mengenai pentingnya aspek higienitas. “Karena itu, kami pastikan seluruh dapur MBG dilengkapi alat sterilisasi dan sistem kontrol bahan baku yang lebih ketat,” tambah Dadan.
Lebih lanjut, Kepala BGN menegaskan bahwa kepercayaan masyarakat adalah prioritas utama. “Kami sadar setiap kejadian ada anak yang terdampak dan orang tua yang khawatir. Karena itu, kami berkomitmen penuh untuk memperbaiki setiap aspek pengelolaan, agar program Makan Bergizi Gratis tetap menjadi kebanggaan nasional,” ujarnya.
Program MBG merupakan salah satu program prioritas nasional yang bertujuan meningkatkan gizi anak-anak Indonesia serta membuka lapangan kerja di sektor lokal. Hingga akhir Oktober 2025, program ini telah menjangkau lebih dari 39 juta penerima manfaat di 38 provinsi, dengan dukungan 13.514 SPPG. (P-4)
Fadly mengatakan, pada rapat koordinasi itu BGN mengundang pemerintah daerah hingga tingkat kecamatan untuk mempersiapkan pendataan calon penerima manfaat MBG
Anggota Komisi IX DPR Nurhadi menegaskan pentingnya penguatan aspek regulasi dalam program Makan Bergizi Gratis (MBG).
Keberhasilan program MBG sangat ditentukan sinergi lintas sektor, mulai dari pemerintah, dunia usaha, legislatif, hingga akademisi.
Dalam waktu singkat, Indonesia berhasil membangun sistem Makan Bergizi Gratis (MBG) berskala masif hingga menarik perhatian Jepang untuk belajar langsung ke lapangan.
Menyikapi beredarnya informasi di media sosial yang menyebutkan bahwa makanan dari SPPG Karyasari Sukaresmi didistribusikan menggunakan kantong plastik, pihak SPPG buka suara.
FAO mencatat 43,5% penduduk Indonesia tak mampu membeli pangan sehat. Program Makan Bergizi Gratis dinilai krusial bagi keluarga prasejahtera.
Kepala BGN Dadan Hindayana melaporkan program MBG menjangkau 55,1 juta siswa dengan klaim sukses 99,99%. Namun, Komisi IX DPR menyoroti temuan serius terkait menu berpengawet dan susu impor.
Badan Gizi Nasional (BGN) mencatat dampak ekonomi program Makan Bergizi Gratis (MBG) selama satu tahun, mulai dari pelibatan 46 ribu UMKM hingga penyerapan 780 ribu tenaga kerja.
Badan Gizi Nasional (BGN) memastikan program Makan Bergizi Gratis (MBG) 2026 bergulir serentak pada 8 Januari tanpa penundaan, didukung 19 ribu satuan pelayanan.
Program Makan Bergizi Gratis (MBG) dipastikan tetap berlanjut selama masa libur sekolah Desember 2025 hingga awal Januari 2026.
Kepala Staf Kepresidenan Muhammad Qodari menanggapi viralnya video Kepala Badan Gizi Nasional (BGN) Dadan Hindayana yang beredar di media sosial.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved