Headline

Pemprov Jabar identifikasi warga yang betul-betul tak mampu.

Program MBG Serap Tenaga Kerja dan Dorong Ekosistem Pangan Lokal

Rahmatul Fajri
09/2/2026 14:09
Program MBG Serap Tenaga Kerja dan Dorong Ekosistem Pangan Lokal
Ilustrasi(Dok Istimewa)

PROGRAM Makan Bergizi Gratis (MBG) yang dijalankan Badan Gizi Nasional (BGN) dinilai tidak hanya berdampak pada peningkatan kualitas gizi masyarakat, tapi juga mendorong penyerapan tenaga kerja dan penguatan ekosistem ekonomi lokal.

Itu mengemuka dalam acara pelantikan Dewan Pimpinan Wilayah Gabungan Pengusaha Makan Bergizi Indonesia (DPW Gapembi) Sulawesi Tenggara, di Kendari, Minggu (8/2/2026).

Direktur Tata Kelola Pemenuhan Gizi BGN Prof Sitti Aida Adha Taridala mengatakan program MBG merupakan langkah strategis untuk memperbaiki mutu sumber daya manusia serta menekan angka malnutrisi di Indonesia.

Menurut Aida, persoalan gizi nasional masih menjadi tantangan serius. Data menunjukkan prevalensi stunting balita pada 2024 masih mencapai 19,8%, disusul underweight 16,8% serta wasting 7,4%. Pada ibu hamil, angka kekurangan energi kronis mencapai 16,9% dan anemia 27,7%. “Program Makan Bergizi Gratis merupakan intervensi komprehensif untuk memastikan anak-anak Indonesia mendapatkan asupan gizi cukup sekaligus mendukung proses belajar mereka,” ujar Aida.

Sekadar informasi, program MBG menargetkan sekitar 60,19 juta penerima manfaat yang meliputi peserta didik dari jenjang pendidikan usia dini hingga menengah, santri, peserta didik sekolah luar biasa, ibu hamil, ibu menyusui, serta kelompok masyarakat lainnya.

Untuk mendukung program itu, saat ini telah beroperasi 23.012 Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) atau sekitar 65% dari target nasional sebanyak 35.270 unit.

Ketua Umum Gapembi Alven Stony menyampaikan selain berdampak pada sisi kesehatan masyarakat, program ini juga dinilai memberikan efek ekonomi secara signifikan. Menurutnya, keberadaan SPPG telah membuka lapangan kerja dalam jumlah besar.

“Melalui program MBG, lewat SPPG berkontribusi besar dalam penyerapan tenaga kerja dengan estimasi sekitar 1,9 juta orang pada 22.000 SPPG. Setiap SPPG rata-rata menyerap sekitar 50 pekerja honor. Selain itu, ada sekitar 22.000 pemasok bahan pangan yang masing-masing ikut juga mempekerjakan minimal tiga orang,” kata Alven.

Alven pun mengapresiasi pelantikan DPW Gapembi Sulawesi Tenggara. Ia menegaskan pentingnya kolaborasi pada berbagai pihak untuk memastikan keberhasilan program MBG.

“Diperlukan kolaborasi yang strategis antara BGN, Gapembi, serta mitra nasional seperti Kadin, Bulog, dan pemangku kepentingan lain sehingga program ini berjalan optimal,” ujarnya.

Sementara itu, Sekretaris Daerah Provinsi Sulawesi Tenggara Asrun Lio menilai program MBG memiliki tujuan yang strategis karena tidak hanya menyediakan makanan, tetapi juga memastikan kualitas gizi yang tepat bagi penerima manfaat.

“Aspek penting dalam program ini bukan hanya menyediakan makanan enak, tetapi juga memastikan makanan tersebut sehat dan bergizi. Program MBG menekankan standar detail, mulai dari kebersihan, kehalalan, hingga kualitas gizi,” kata Asrun.

Ia menambahkan keberhasilan program MBG memerlukan dukungan ekosistem yang saling terintegrasi. “Program ini tidak bisa berjalan sendiri. Diperlukan ekosistem yang mendukung agar pelaksanaannya optimal. Ekosistem itu juga berpotensi besar menggerakkan perekonomian lokal,” ujarnya. Pemerintah, jelas dia, berharap implementasi MBG memperkuat ketahanan gizi nasional sekaligus meningkatkan kualitas generasi muda Indonesia. (H-2)



Cek berita dan artikel yg lain di Google News dan dan ikuti WhatsApp channel mediaindonesia.com
Editor : Indrastuti
Berita Lainnya