Headline

Pemerintah pelajari seluruh risiko menyusul putusan MA AS.

Pengamat: Program MBG Berpotensi Jadikan Desa Pusat Pertumbuhan Ekonomi Baru

Rahmatul Fajri
23/2/2026 18:21
Pengamat: Program MBG Berpotensi Jadikan Desa Pusat Pertumbuhan Ekonomi Baru
Ilustrasi(ANTARA)

Founder the Centre for Indonesian Crisis Strategic Resolution (CICSR), Muhammad Makmun Rasyid, menilai Program Makan Bergizi Gratis (MBG) yang diusung pemerintah bukan sekadar upaya perbaikan gizi, melainkan motor penggerak ekonomi desa. Kebutuhan pasokan pangan dalam skala besar dan berkelanjutan dinilai menciptakan kepastian pasar yang mampu menghidupkan sektor pertanian di tingkat akar rumput.

Menurut Makmun, permintaan yang stabil dari ribuan dapur Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) memberikan peluang bagi desa untuk bertransformasi menjadi pusat pertumbuhan ekonomi baru. Hal ini sekaligus menjadi magnet bagi generasi muda untuk kembali melirik sektor pertanian sebagai lini bisnis yang menjanjikan.

“Kondisi ini dapat memperkuat rantai pasok pangan nasional sekaligus membuka ruang bagi keterlibatan generasi muda di sektor pertanian. Peningkatan kebutuhan komoditas seperti sayur, buah, telur, dan sumber protein lainnya mendorong aktivitas produksi hingga pengolahan di tingkat lokal,” ujar Makmun melalui keterangannya, Senin (23/2/2026).

Makmun menambahkan bahwa dampak lanjutan dari MBG akan terasa kuat dalam menekan laju urbanisasi. Dengan terciptanya ekosistem ekonomi di desa, masyarakat tidak lagi terdorong untuk mencari pekerjaan ke kota besar. Namun, ia menekankan perlunya dukungan pemerintah berupa akses pembiayaan dan teknologi agar petani muda dapat bersaing secara optimal.

Sebelumnya, Presiden Prabowo Subianto mengungkapkan bahwa program MBG saat ini telah menjangkau sekitar 60 juta penerima manfaat. Dalam proses pengembangannya, program ini terbukti menjadi mesin pencetak lapangan kerja baru yang masif.

“Dengan kondisi sekarang saja, sudah ada 22.275 unit dapur SPPG yang operasional. Dari jumlah tersebut, sudah tercipta sekitar satu juta lapangan kerja,” ungkap Presiden Prabowo.

Pemerintah menargetkan jangkauan penerima manfaat MBG terus naik hingga menyentuh 82 juta orang paling lambat pada Desember 2026. Setiap unit dapur rata-rata mempekerjakan sekitar 50 orang per hari, yang mencakup tenaga masak, distribusi, hingga pengelola logistik. (H-2)



Cek berita dan artikel yg lain di Google News dan dan ikuti WhatsApp channel mediaindonesia.com
Editor : Indrastuti
Berita Lainnya