Headline
YLKI mengultimatum pemerintah agar melakukan tindakan korektif yang nyata.
YLKI mengultimatum pemerintah agar melakukan tindakan korektif yang nyata.
Kumpulan Berita DPR RI
MASA sekolah merupakan masa pertumbuhan yang penting. Karena itu, pola makan sehat bergizi dan seimbang sangat penting untuk mengoptimalkan fungsi kognitif anak agar anak siap belajar dengan maksimal di sekolah.
“Anak yang terbiasa makanan sehat cenderung jarang mengalami mood swings ekstrem yang berdampak pada minat bermain dan belajar. Mereka justru memiliki kemampuan untuk fokus belajar lebih baik,” ujar Ketua Yayasan Padepokan Pandan Ireng Heru Aceel saat membuka Dapur Makan Bergizi Gratis (MBG) Mampang III, di Kecamatan Pancoran Mas, Kota Depok, Selasa (20/1/2026).
Sebagai upaya akselerasi peningkatan kualitas sumber daya manusia tersebut, pihaknya pun mendukung MBG yang dicanangkan Presiden Prabowo Subianto.
Karena itu, Badan Gizi Nasional (BGN) melalui Yayasan Padepokan Pandan Ireng secara resmi mulai mengoperasikan Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG).
“Dapur Makan Bergizi Gratis (MBG) ini kami awali di MBG Mampang 3 di wilayah Kecamatan Pancoran Mas, Kota Depok. Fasilitas ini jadi salah satu dari ribuan titik yang mulai beroperasi serentak pada awal 2026,” terang Heru Aceel.
Didampingi Dewan Pembimbing Dadang Rahardja dan Maulana Syarifudin sebagai Dewan Pembina, Heru Aceel menjelaskan pihaknya menginisiasi SPPG Dapur MBG Mampang 3 untuk berkontribusi melayani kebutuhan gizi harian.
“Upaya ini kami optimalkan untuk ribuan penerima manfaat yang terdiri dari siswa tingkat PAUD hingga SMA/SMK. Termasuk untuk ibu hamil, ibu menyusui, serta balita di wilayah sekitar,” tegas aktivis sosial yang juga sutradara sinetron ini.
Aceel juga menegaskan operasional dapur ini merupakan bagian komitmen pemerintah dalam menekan angka stunting dan meningkatkan prestasi akademik melalui asupan nutrisi yang terukur.
Ia menyampaikan sejalan dengan misi nasional, SPPG dapur MBG Mampang 3 menerapkan skema ekonomi kerakyatan. Sebanyak 85% dari alokasi anggaran operasional digunakan untuk menyerap bahan baku pangan dari petani, peternak, dan pedagang lokal di wilayah Depok.
“Hal ini diharapkan dapat memberikan dampak ekonomi berganda (multiplier effect) bagi masyarakat Pancoran Mas Depok,” tegas Aceel.
Pada bagian lain, Kepala Satuan Pelayanan MBG Pancoran Mas Depok Irsa menyatakan seluruh proses pengolahan makanan telah melalui sertifikasi higiene dan sanitasi yang ketat. "Setiap porsi makanan yang keluar dari dapur ini telah diverifikasi ahli gizi untuk memastikan kandungan makronutrien dan mikronutrien sesuai dengan standar yang ditetapkan BGN," ujarnya.
Ia menyampaikan untuk wilayah Pancoran Mas Depok, titik dapur ini ditargetkan mampu memproduksi hingga 3.000 porsi per hari. Selanjutnya didistribusikan menggunakan armada khusus ke berbagai sekolah di bawah koordinasi Dinas Pendidikan Kota Depok.
"Guru-guru di sekolah penerima juga akan mendapatkan jatah makanan untuk mendukung pengawasan pola makan bergizi di lingkungan sekolah," pungkasnya. (H-2)
Pramono menilai, kerja sama ini diperlukan untuk menjaga pasokan bahan makanan dalam keberlangsungan program andalan Presiden Prabowo Subianto tersebut.
Wakil Kepala BGN Nanik Sudaryati menegaskan pengawasan ketat bahan baku dan alat dapur SPPG guna mencegah insiden keamanan pangan pada program Makan Bergizi Gratis.
WAKIL Kepala Badan Gizi Nasional (BGN) bidang Komunikasi Publik dan Investigasi, Nanik Sudaryati Deyang menyerukan agar mitra tidak lepas tanggung jawab terhadap pelaksanaan dapur SPPG
MoU ini fokus pada dua sektor utama. Yakni energi hijau dan ketahanan pangan.
UNICEF memberikan apresiasi tinggi atas komitmen kepemimpinan Indonesia dalam membangun kualitas generasi masa depan melalui penguatan gizi ibu dan anak.
Tidak semua rumah akan diganti atapnya, karena program ini hanya menyasar rumah-rumah yang masih menggunakan atap seng untuk kemudian diganti dengan genteng berbahan batuan.
SPPG tidak hanya berfungsi sebagai dapur penyedia makanan, tetapi juga pusat edukasi gizi, pelayanan masyarakat, dan penguatan ketahanan pangan lokal.
Saat ini telah beroperasi 23.012 Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) atau sekitar 65% dari target nasional sebanyak 35.270 unit.
Sebelum didistribusikan kepada siswa penerima manfaat, menu MBG yang diproduksi dilakukan pengetesan cepat (rapid test), untuk mengecek tercemar tidaknya menu MBG.
Dadan mengatakan dana bantuan pemerintah yang terserap untuk program MBG mencapai Rp55,2 triliun.
Atas kejadian tersebut, pihak SPPG telah melakukan diskusi dan mediasi dengan Person in Charge (PIC) sebagai penanggung jawab di lapangan.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved