Headline
SERANGAN brutal dan mematikan dari Israel-Amerika Serikat (AS) ke Iran pada Sabtu (28/2) lalu membuat dunia terhenyak.
SERANGAN brutal dan mematikan dari Israel-Amerika Serikat (AS) ke Iran pada Sabtu (28/2) lalu membuat dunia terhenyak.
Kumpulan Berita DPR RI
PROGRAM Makan Bergizi Gratis (MBG) dinilai tidak hanya meningkatkan kualitas gizi masyarakat, tetapi juga mendorong penguatan ekonomi lokal. Namun, pemenuhan standar keamanan pangan nasional masih perlu dipercepat, terutama terkait sertifikasi higiene sanitasi.
Hal itu mengemuka dalam pelantikan Dewan Pimpinan Wilayah Gabungan Pengusaha Makan Bergizi Indonesia (DPW Gapembi) Sulawesi Selatan di Hotel Claro Makassar, Senin (9/2/2026).
Acara tersebut dihadiri Ketua Umum Gapembi Alven Stony, Pelaksana Harian Deputi Bidang Sistem dan Tata Kelola Badan Gizi Nasional (BGN) Ermiati Sofi Yessi, serta Gubernur Sulawesi Selatan Andi Sudirman Sulaiman.
Ketua Umum Gapembi Alven Stony mengatakan MBG jadi program strategis karena berdampak langsung pada peningkatan kualitas sumber daya manusia sekaligus menggerakkan sektor usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM).
“Berdasarkan survei nasional Indikator, sebanyak 88,5% masyarakat menyatakan puas terhadap kinerja Presiden Prabowo Subianto, khususnya dalam pelaksanaan program Makan Bergizi Gratis. Angka ini menunjukkan program MBG mendapat kepercayaan publik karena manfaatnya dirasakan langsung oleh masyarakat,” ujar Alven.
Menurut dia, UMKM berkontribusi sekitar 61% terhadap Produk Domestik Bruto (PDB) nasional. Program MBG dinilai memperluas rantai pasok pangan sekaligus memperkuat ekonomi masyarakat dari tingkat bawah.
Pelaksana Harian Deputi Bidang Sistem dan Tata Kelola BGN Ermiati Sofi Yessi mengatakan penguatan sistem keamanan pangan menjadi tantangan utama pelaksanaan MBG. Hingga kini, pemenuhan Sertifikat Laik Higiene Sanitasi (SLHS) baru mencapai sekitar 40% secara nasional.
“Setiap Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) wajib memenuhi seluruh persyaratan SLHS agar operasional sesuai standar dan tetap memperoleh insentif program,” katanya.
Menurut Yessi, SPPG tidak hanya berfungsi sebagai dapur penyedia makanan, tetapi juga pusat edukasi gizi, pelayanan masyarakat, dan penguatan ketahanan pangan lokal. Kepala SPPG akan mendapatkan pelatihan guna memastikan pengelolaan berjalan sesuai standar.
Ia menambahkan meningkatnya jumlah dapur MBG akan memperbesar kebutuhan bahan pangan. Karena itu, pengadaan bahan pangan diharapkan mengutamakan petani, UMKM, dan pemasok lokal. Menu makanan juga dapat memanfaatkan pangan khas daerah selama memenuhi standar kandungan gizi. BGN juga menyiapkan mekanisme khusus pelaksanaan program selama Ramadan.
Gubernur Sulawesi Selatan Andi Sudirman Sulaiman menilai MBG efektif memperbaiki pola makan anak. Ia menekankan pentingnya komposisi menu seimbang untuk mendukung pertumbuhan dan kesehatan anak.
“Banyak anak bertubuh kecil bukan semata karena stunting, tetapi karena asupan makan yang kurang dan pola makan tidak teratur. Makan bersama di sekolah membuat anak lebih antusias dan kebutuhan gizinya lebih terpenuhi,” ujarnya.
Gubernur menambahkan pengadaan bahan pangan untuk program tersebut diprioritaskan dari pelaku usaha dan petani lokal. Pemerintah daerah juga mendorong peningkatan kapasitas UMKM agar mampu memenuhi kebutuhan program secara berkelanjutan. Selain itu, operasional SPPG diharapkan menerapkan instalasi pengolahan air limbah agar tetap higienis dan ramah lingkungan.
Dalam pelantikan tersebut, Nurdin Beta dipercaya sebagai Ketua DPW Gapembi Sulawesi Selatan dengan didampingi Jaka Mustika sebagai sekretaris dan Rusdi sebagai bendahara. Struktur organisasi DPW Gapembi Sulawesi Selatan juga diperkuat tiga koordinator wilayah yang mencakup seluruh kabupaten dan kota di Sulawesi Selatan guna memastikan pengawalan program MBG berjalan merata dan terintegrasi.
Pelantikan kepengurusan baru tersebut diharapkan memperkuat sinergi antara pemerintah, pelaku usaha, dan masyarakat dalam mendukung keberlanjutan program MBG serta ketahanan pangan daerah. (H-2)
Setiap SPPG rata-rata mempekerjakan 50 orang. Dengan 24 ribu unit, tenaga kerja langsung yang terserap mencapai sekitar 1,1 juta orang.
Saat ini telah beroperasi 23.012 Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) atau sekitar 65% dari target nasional sebanyak 35.270 unit.
Sebelum didistribusikan kepada siswa penerima manfaat, menu MBG yang diproduksi dilakukan pengetesan cepat (rapid test), untuk mengecek tercemar tidaknya menu MBG.
Dadan mengatakan dana bantuan pemerintah yang terserap untuk program MBG mencapai Rp55,2 triliun.
Badan Gizi Nasional (BGN) melalui Yayasan Padepokan Pandan Ireng secara resmi mulai mengoperasikan Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG).
Pernyataan Dadan itu menjawab adanya narasi yang menyebut anggaran besar MBG berasal dari pos pendidikan, pos kesehatan dan pos bantuan pemerintag di lembaga kementrian lain.
Tindakan itu dilakukan Badan Gizi Nasional (BGN) sebagai langkah evaluasi menyusul ditemukannya kasus-kasus menonjol.
MBG juga menjadi motor ekonomi kerakyatan melalui kepastian pasar bagi UMKM dan dapur mitra, penyerapan produk lokal, serta penciptaan lapangan kerja baru di daerah.
Ia menekankan perlunya dukungan pemerintah berupa akses pembiayaan dan teknologi agar petani muda dapat bersaing secara optimal.
Setiap SPPG rata-rata mempekerjakan 50 orang. Dengan 24 ribu unit, tenaga kerja langsung yang terserap mencapai sekitar 1,1 juta orang.
Target pembangunan dapur SPPG di Jawa Barat 4.600 dan sekarang telah terlampaui kurang lebih sudah hampir 4.700.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved