Headline
Diskon transportasi hingga 30%, bantuan pangan, dan sistem kerja fleksibel bergulir.
Diskon transportasi hingga 30%, bantuan pangan, dan sistem kerja fleksibel bergulir.
Kumpulan Berita DPR RI
PEMERINTAH Provinsi (Pemprov) Jawa Barat (Jabar) optimistis target pembangunan 4.600 dapur Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) pada Oktober 2025 akan tercapai. Keyakinan tersebut seiring dengan terus bertambahnya SPPG di 27 kabupaten/ kota yang ada di wilayah Jabar.
"SPPG merupakan dapur sehat untuk mendukung program Makan Bergizi Gratis (MBG) yang digulirkan Presiden Prabowo. Apresiasi kepada yayasan yang telah mendukung program pemerintah dalam pemberian MBG. Target 4.600 dapur sehat MGB di Jabar pada Oktober 2025, saya yakin bisa tercapai," ungkap Wakil Gubernur Jabar Erwan Setiawan saat meresmikan SPPG di Cibiru Kota Bandung pada Jumat (22/8).
SPPG di Jalan Cilengkarang 1, Kelurahan Cisurupan, Kecamatan Cibiru tersebut didirikan oleh Yayasan Pandoras Berkah Anugrah. Yayasan tersebut sebelumnya juga telah membangun SPPG di kawasan Nagreg, Kabupaten Bandung dan di kawasan Ganeas, Kabupaten Sumedang.
Menurut Erwan, SPPG harus mengutamakan kualitas makanan dan pelayanan. Gizi yang baik pada setiap makanan akan menjadi pendorong dalam mewujudkan generasi emas 2045. Jadi jangan memikirkan keuntungan dulu, namanya juga kan MBG.
"SPPG di Cibiru ini sudah sangat memenuhi standar dan diharapkan menjadi percontohan SPPG lainnya di Jabar, karena sangat memadai dan berkualitas," tuturnya.
Erwan menambahkan, selain membawa manfaat besar bagi peningkatan kualitas hidup masyarakat, program MBG juga mampu mendongkrak pertumbuhan ekonomi. Perputaran uang dalam program ini mencapai sekitar Rp50 triliun setahun.
"Perputaran uangnya mencapai Rp50 triliun setahun. Tentu ini jadi pendongkrak pertumbuhan ekonomi," sambungnya.(H-2)
SPPG tidak hanya berfungsi sebagai dapur penyedia makanan, tetapi juga pusat edukasi gizi, pelayanan masyarakat, dan penguatan ketahanan pangan lokal.
Wakil Kepala BGN Nanik Sudaryati menegaskan pengawasan ketat bahan baku dan alat dapur SPPG guna mencegah insiden keamanan pangan pada program Makan Bergizi Gratis.
WAKIL Kepala Badan Gizi Nasional (BGN) bidang Komunikasi Publik dan Investigasi, Nanik Sudaryati Deyang menyerukan agar mitra tidak lepas tanggung jawab terhadap pelaksanaan dapur SPPG
Pemerintah mencatat Program Makan Bergizi Gratis (MBG) semakin meluas cakupannya dengan jumlah penerima manfaat yang kini telah menembus angka 60 juta orang
Dewan Pendidikan Kota Pematangsiantar Robert Tua Siregar mengatakan program ini dirancang untuk meningkatkan asupan gizi anak.
Dalam upaya memberdayakan para penjual makanan di sekitar sekolah penerima manfaat MBG, mitra bisa bekerja sama dengan pengawas gizi di setiap SPPG.
BGN menyambut positif tren persepsi publik terhadap program Makan Bergizi Gratis (MBG).
Nanik mengimbau para kepala daerah di Kabupaten dan Kota agar saling mendukung dalam menyiapkan pasokan bahan pangan lokal untuk dapur MBG.
SPPG tidak hanya berfungsi sebagai dapur penyedia makanan, tetapi juga pusat edukasi gizi, pelayanan masyarakat, dan penguatan ketahanan pangan lokal.
Saat ini telah beroperasi 23.012 Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) atau sekitar 65% dari target nasional sebanyak 35.270 unit.
Koperasi Desa Merah Putih nanti berperan sebagai off taker, supplier, sekaligus pool holding-nya (aset yang dimiliki bersama-sama).
MBG dinilai sebagai intervensi sosial yang fundamental bagi masa depan bangsa. Oleh karena itu, MBG diperlukan di tengah dinamika ekonomi global yang tidak terprediksi.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved