Headline

Taksiran kerugian itu belum yang diderita masyarakat, termasuk para pelaku usaha.

Menag Minta Dana Wakaf Dapat Membangun Ruang Sosial

Ficky Ramadhan
16/11/2025 13:30
Menag Minta Dana Wakaf Dapat Membangun Ruang Sosial
Menag Nasaruddin Umar(Dok Kemenag)

MENTERI Agama (Menag) Nasaruddin Umar menegaskan bahwa ekosistem wakaf dan berbagai pundi-pundi dana keagamaan memiliki potensi besar untuk menjadi instrumen utama pengentasan kemiskinan umat. Menurutnya, dana wakaf tidak hanya untuk membangun ruang fisik, tapi juga ruang sosial.

"Wakaf bukan hanya membangun ruang fisik, tetapi ruang sosial. Ia adalah urat nadi kehidupan umat yang mengalirkan manfaat tanpa henti, bahkan ketika pewakafnya telah tiada," kata Menag dalam keterangannya, Minggu (16/11).

Menag mengungkapkan bahwa potensi wakaf Indonesia mencapai sekitar Rp180 triliun per tahun. Selain itu, terdapat sekitar 37 pundi-pundi umat yang selama ini belum dikembangkan secara serius, seperti zakat, sedekah, infak, hibah, wasiat, jariyah, iwat, kafarat, dam, hingga ta’min.

"Sekian lama dana-dana yang tidur ini tidak pernah kita perhatikan. Padahal jika pundi-pundi umat ini disatukan dan dikelola dengan baik, ia mampu mengentaskan kemiskinan," tegasnya.

Ia menilai bahwa dana umat dapat menjadi solusi yang lebih efektif untuk kesejahteraan masyarakat dibandingkan mengandalkan pembiayaan negara sepenuhnya. Karena itu, ia mendorong penataan tata kelola, kejelasan hukum, dan sinergi antar-lembaga guna menghidupkan potensi tersebut.

"Ke depan, kami menginginkan urusan kemiskinan umat tidak perlu diurus oleh pajak. Cukup diurus oleh pundi-pundi umat ini. Biarkan pajak fokus membangun infrastruktur, kalau dana umat disinergikan dengan dana pajak, Indonesia akan menjadi negara yang luar biasa kaya," ujarnya.

Menag berharap pengelolaan dana umat dapat ditingkatkan secara produktif dan terukur, sehingga wakaf dan instrumen keagamaan lainnya dapat berkontribusi lebih besar dalam penanggulangan kemiskinan dan pembangunan nasional. (H-2)



Cek berita dan artikel yg lain di Google News dan dan ikuti WhatsApp channel mediaindonesia.com
Editor : Indrastuti
Berita Lainnya