Headline
Diskon transportasi hingga 30%, bantuan pangan, dan sistem kerja fleksibel bergulir.
Diskon transportasi hingga 30%, bantuan pangan, dan sistem kerja fleksibel bergulir.
Kumpulan Berita DPR RI
GURU Besar Fakultas Psikologi Universitas Indonesia Prof. Dr. Rose Mini Agoes Salim M.Psi. mengingatkan bahwa pola asuh di rumah bisa menjadi pemicu perilaku anak dan remaja melakukan kekerasan.
Menurut dia, anak yang mengalami pola asuh yang buruk seperti mengalami perundungan secara tidak langsung di rumah bisa berdampak pada diri mereka yang cenderung melampiaskan perilakunya di luar lingkungan itu.
"Bisa berdampak pada diri mereka sehingga agresivitasnya tidak bisa disalurkan di rumah, bisa dijadikan satu senjata untuk melakukannya di
sekolah," kata psikolog yang biasa disapa Romi itu, dikutip Rabu (12/11).
Menurut dia, rumah sering menjadi tempat pertama anak mengalami bentuk perundungan atau bullying, seperti adanya tekanan, rasa tidak aman, atau kekerasan emosional di rumah berpotensi menyalurkan amarahnya melalui perilaku agresif di sekolah.
"Karena bisa saja apa yang terjadi di sekolah, bullying yang dijadikan itu bukan trigger saja, bukanlah penyebab utamanya. Dan makanya
dia kemudian menjadi bertindak kasar, agresif, melampiaskan apa yang tidak nyaman bagi dirinya," tutur dia.
Romi mengatakan anak atau remaja melakukan tindakan kekerasan tidak semata-mata muncul karena pengaruh tontonan, tetapi juga ada proses pembentukan perilaku yang terjadi melalui modeling atau meniru.
Dalam hal ini, ketika anak menunjukkan agresivitas seperti membawa benda tajam, penting bagi orang tua untuk melihat lebih dalam apa yang terjadi dalam kehidupan emosional anak.
"Itu yang mesti dicek lagi juga apa sih yang ada di dalam kehidupannya, jangan-jangan banyak sekali dendam, banyak sekali amarah
sehingga anak itu melampiaskannya dengan cara yang tidak wajar," ujar dia.
Romi menyampaikan sejumlah tanda dini yang bisa dikenali orangtua sebelum anak bertindak agresif atau melakukan kekerasan, indikasinya seperti berperilaku menjadi lebih pendiam atau kelihatan tidak tenang.
"Kalaupun dia punya teman, biasanya banyak meminta orang untuk mendukung dia. Dan dari perilaku dengan orang tuanya mungkin lebih tidak
mau mengungkapkan dan kelihatan lebih aneh daripada biasanya," katanya.
Lebih lanjut, Romi menegaskan bahwa pentingnya orangtua mengajarkan anak sejak dini tentang moral sebagai dasar bagi manusia untuk membedakan mana yang baik dan buruk.
Menurut dia, pengajaran tentang moral itu perlu dikembangkan dengan nilai-nilai seperti empati, kontrol diri, nurani, toleransi, kebaikan, rasa hormat, dan keadilan dalam mencegah anak melakukan tindakan kekerasan.
"Kalau anak ini punya empati, dia tidak akan melakukan sesuatu yang melukai temannya karena dia berempati bahwa kalau diperlakukan itu
kepada dia akan menjadi tidak nyaman. Jadi ini semua dikembangkan secara simultan sejak usia dini," pungkas dia. (Ant/Z-1)
Kekerasan terhadap perempuan dan anak bukan isu sektoral semata, melainkan persoalan kebangsaan yang membutuhkan keterlibatan seluruh elemen masyarakat.
Kasus gangguan jiwa anak dan remaja di Jawa Barat meningkat. RSJ Cisarua mencatat kunjungan naik hingga 30 pasien per hari, depresi jadi kasus dominan.
Edukasi seksual tidak perlu menunggu anak dewasa. Sebaliknya, langkah perlindungan ini justru harus dimulai sejak usia dini untuk membentengi anak dari pelecehan seksual.
Pendekatan bermain jauh lebih efektif dalam memberikan edukasi seksual karena membuat informasi lebih mudah diterima tanpa menciptakan rasa takut pada anak.
Langkah preventif harus dimulai bahkan sebelum keberangkatan. Orangtua diminta untuk tidak meremehkan pemeriksaan kesehatan awal bagi anak.
Kurangnya paparan sinar matahari akibat cuaca mendung dan hujan terus-menerus berisiko menurunkan produksi Vitamin D alami dalam tubuh.
Agar aturan gawai dapat berjalan efektif, orangtua perlu menerapkan pola asuh yang masuk akal dan kolaboratif.
Orangtua perlu membedakan penggunaan gawai untuk kebutuhan produktif dan hiburan.
Kasus gangguan jiwa anak dan remaja di Jawa Barat meningkat. RSJ Cisarua mencatat kunjungan naik hingga 30 pasien per hari, depresi jadi kasus dominan.
Remaja lebih mudah tergoda melakukan hal-hal yang menyenangkan atau sedang tren karena sistem limbik mereka lebih dominan
Rangkaian acara Silatnas dirancang komprehensif, mencakup simposium, peluncuran program strategis, hingga kegiatan sosial.
Komunikasi yang aman dan terbuka diyakini mampu membentengi remaja dari risiko negatif fenomena yang tengah viral.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved