Headline
Diskoneksi antara tren rupiah dan IHSG dipengaruhi kredibilitas kebijakan makro.
Diskoneksi antara tren rupiah dan IHSG dipengaruhi kredibilitas kebijakan makro.
Kumpulan Berita DPR RI
Prakiraan cuaca hari ini dari Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) menunjukkan potensi hujan sedang hingga lebat di sejumlah wilayah Indonesia pada Kamis, 23 Oktober 2025. BMKG memperingatkan masyarakat untuk mewaspadai cuaca ekstrem, termasuk gelombang tinggi dan banjir pesisir (rob) di beberapa daerah.
BMKG menjelaskan bahwa kondisi ini dipicu oleh sirkulasi siklonik dan konvergensi angin di berbagai perairan Indonesia.
Siklon Tropis Pengsen, yang berada di kawasan Laos, diperkirakan melemah dalam 48-72 jam ke depan dengan kecepatan angin maksimum 35 knot dan tekanan 1.002 hPa.
Bibit Siklon 95S di Samudra Hindia barat daya Banten menunjukkan peningkatan potensi dan bergerak ke arah barat daya.
Selain itu, sirkulasi siklonik juga terpantau di Laut Jawa bagian timur, Laut Natuna Utara, dan Laut Sulu, membentuk area konvergensi dari Nusa Tenggara hingga pesisir utara Jawa Timur dan dari Aceh hingga Laut Cina Selatan. Kondisi ini memicu pertumbuhan awan hujan intens di sekitarnya.
Menurut prakiraan cuaca BMKG hari ini, wilayah yang berpotensi mengalami hujan lebat hingga sangat lebat antara lain:
BMKG memprediksi kecepatan angin permukaan di perairan barat daya Banten dan Samudra Hindia dapat mencapai lebih dari 25 knot, meningkatkan risiko gelombang tinggi.
Beberapa wilayah pesisir seperti Sumatra bagian utara, Lampung, Banten, Jakarta, Jawa Barat, Bali, Kalimantan Selatan, Sulawesi Utara, dan Maluku juga berpotensi mengalami banjir rob.
Selain potensi hujan, suhu udara tinggi hingga 32-35°C diprakirakan terjadi di Pontianak, Mataram, dan Kupang. Masyarakat disarankan:
BMKG menegaskan bahwa prakiraan cuaca harian ini merupakan gambaran umum. Untuk pembaruan kondisi cuaca terkini setiap jam, masyarakat dapat mengakses aplikasi Info BMKG atau situs resmi www.bmkg.go.id. (Z-10)
Langkah ini diambil untuk menekan intensitas hujan di daratan dengan cara menebar garam di awan-awan hujan sebelum memasuki wilayah pemukiman padat.
Penundaan pelayaran ini sejalan dengan peringatan dini cuaca maritim yang dikeluarkan Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) Stasiun Meteorologi Maritim Tenau Kupang.
BPBD Kabupaten Bantul masih mewaspadai ancaman bencana Hidrometeorologi akibat cuaca ekstren. Mitigasi bencana disiapkan, mulai dari pembentukan posko di setiap kelurahan.
BNPB mencatat 140 kejadian bencana alam di Indonesia pada awal tahun 2026 yang didominasi bencana hidrometeorologi seperti banjir, tanah longsor, dan cuaca ekstrem.
Berdasarkan analisis, kata dia, dinamika atmosfer tersebut berpotensi meningkatkan intensitas curah hujan di sebagian besar wilayah Bali selama periode prakiraan itu.
Lestari mengungkapkan bahwa pada penghujung 2025, sejumlah pakar sebenarnya telah menyampaikan peringatan mengenai potensi hujan lebat, fluktuasi cuaca, serta dampak perubahan iklim.
BMKG mengeluarkan peringatan dini gelombang laut tinggi hingga 4 meter disertai angin kencang dan hujan, sehingga sebagian besar nelayan memilih tidak melaut demi keselamatan.
Gelombang tinggi disertai hujan badai di perairan selatan mencapai 1,25-6 meter dan di perairan utara 1,25-2,5 meter cukup berbahaya terhadap aktivitas pelayaran.
Tinggi gelombang antara 1,25-2,5 meter (sedang) berpeluang terjadi di perairan Laut Sulawesi, perairan utara Sulawesi Utara, dan perairan Kabupaten Minahasa Utara.
BMKG juga menyampaikan peringatan dini gelombang sedang hingga tinggi di sejumlah perairan, termasuk Perairan Kuala Pembuang, Teluk Sampit, dan Kuala Kapuas.
BMKG: gelombang tinggi disertai hujan badai masih berlangsung di perairan utara Jawa Tengah hingga Minggu (18/1) ini.
Tidak hanya itu, akibat gelombang tinggi penyeberangan antar pulau baik Jepara-Karimunjawa maupunTanjung Emas Semarang-Karimunjawa juga terhenti, termasuk kapal layar motor
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved