Headline
Taksiran kerugian itu belum yang diderita masyarakat, termasuk para pelaku usaha.
Taksiran kerugian itu belum yang diderita masyarakat, termasuk para pelaku usaha.
Kumpulan Berita DPR RI
AHLI gizi dari Rumah Sakit Umum Pusat Nasional dr Cipto Mangunkusumo Jakarta Yudhi Adrianto, S.Gz., SE, MKM, AIFO menyarankan penyesuaian waktu sarapan dengan waktu olahraga pagi berdasarkan tujuan latihan fisik yang ingin dicapai.
"Makan itu dilakukan sebelum atau sesudah olahraga, terutama nih kalau pagi, tergantung tujuannya. Kalau kita lihat lagi, tujuan olahraga macam-macam," kata Yudhi, dikutip Sabtu (27/9).
Menurut dia, pengaturan waktu sarapan dan olahraga pagi sebaiknya disesuaikan dengan tujuan dari latihan fisik yang akan dijalani, apakah untuk membakar lemak, meningkatkan performa, atau membentuk otot.
Jika hendak berolahraga untuk meningkatkan performa seperti melakukan latihan beban atau meningkatkan masa otot, Yudhi mengatakan, maka sebaiknya sarapan ringan terlebih dahulu sebelum memulai latihan.
"Sarapannya tentu saja yang harus mengandung karbohidrat dan protein. Kita harus me-loading karbohidrat untuk mendukung performa dan mengurangi kerusakan otot," katanya.
Kalau meniatkan olahraga pagi untuk membakar lemak, ia melanjutkan, maka latihan fisik bisa dilakukan sebelum sarapan untuk mendorong peningkatan oksidasi lemak.
Yudhi mengemukakan bahwa bagi individu yang mengalami obesitas atau diabetes tipe 2, olahraga pagi sebelum sarapan bisa mendatangkan manfaat seperti membantu memperbaiki profil lemak dan meningkatkan sensitivitas insulin.
"Terutama bagi pasien yang mengalami obesitas atau diabetes tipe 2, olahraga sebelum sarapan ini dilaporkan memberikan manfaat metabolik.
Tetapi harus diperhatikan kondisi individual, terutama tanda dan gejala dari hipoglikemia," ia menjelaskan.
Ia mengatakan bahwa berolahraga dengan perut kosong memang dapat meningkatkan oksidasi lemak selama aktivitas, tetapi penerapannya harus dilakukan dengan memperhatikan intensitas olahraga yang dijalani dan kondisi kesehatan masing-masing individu.
Menurut dia, berolahraga dalam kondisi perut kosong menghadirkan risiko seperti menurunkan performa, peningkatan rasa lelah, serta tingkat pemecahan protein otot lebih tinggi yang bisa mengurangi masa otot.
"Bagi sebagian individu kondisinya juga dapat mengakibatkan hipoglikemia ringan, pusing, atau penurunan konsentrasi, terutama pada
olahraga yang intensitas tinggi," katanya.
Ia juga menyampaikan pentingnya mengimbangi rutinitas olahraga pagi dengan penerapan pola makan bergizi seimbang.
"Dan tentu saja sebaiknya diikuti key word-nya, diikuti pola makan seimbang agar tidak terdampak negatif dalam jangka panjang
akibat dari kondisi metabolik," katanya. (Ant/Z-1)
Sarapan sering dianggap sebagai fondasi penting untuk memulai hari. Namun, dibalik kepraktisannya, ada sejumlah menu sarapan yang populer namun berisiko bagi kesehatan ginjal.
Penelitian menunjukkan bahwa kebiasaan ini berkaitan dengan gangguan metabolisme, penurunan fungsi otak. Serta dapat meningkatnya risiko penyakit jantung.
Shakira Aminah mengatakan kesehatan dan gizi adalah kunci agar anak dapat berprestasi.
Sarapan adalah waktu makan yang sangat penting, terutama bagi mereka yang ingin menjaga kestabilan kadar gula darah.
Sebuah studi terbaru yang dipublikasikan di Journal of Nutrition, Health and Aging menemukan bahwa sarapan sehat berperan penting dalam menurunkan risiko penyakit kardiovaskular.
AHLI gizi di luar negeri menekankan bahwa kurma merupakan sumber energi cepat yang nyata dan berguna dalam rutinitas makan sehari-hari.
Tak kalah mencuri perhatian, Richie Leo, pelari berusia 67 tahun, membuktikan bahwa usia bukan halangan dengan memenangkan kategori Master.
Berbeda dari konsep fun run pada umumnya, PacaRUN justru mengajak peserta untuk melambat, membuka diri, dan menikmati setiap momen.
Nutrisi olahraga menjadi faktor penting yang menentukan energi, performa, dan pemulihan tubuh saat berolahraga.
Saat skor sempat imbang 16-16, Jonatan memilih bermain lebih tenang setelah membaca kecenderungan lawan yang mulai meningkatkan serangan.
Sabar/Reza tampil kompetitif pada gim pertama. Didampingi Hendra Setiawan sebagai pelatih, mereka memanfaatkan celah permainan lawan dan menutup interval dengan keunggulan 11-9.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved