Headline
Bukan saat yang tepat menaikkan iuran JKN ketika kondisi ekonomi masyarakat masih hadapi tekanan.
Bukan saat yang tepat menaikkan iuran JKN ketika kondisi ekonomi masyarakat masih hadapi tekanan.
Kumpulan Berita DPR RI
IKATAN Dokter Anak Indonesia (IDAI) menekankan pentingnya peningkatan edukasi tentang manfaat imunisasi bagi kesehatan anak guna mengoptimalkan cakupan program vaksinasi.
Ketua Pengurus Pusat IDAI Piprim Basarah Yanuarso menyampaikan bahwa pemahaman masyarakat mengenai imunisasi anak umumnya memang sudah tinggi di kota-kota besar, tetapi tidak demikian halnya dengan masyarakat di daerah.
Kita tidak pungkiri bahwa di kota-kota besar orangtua yang kesadaran akan imunisasi itu tinggi itu ya cakupan imunisasi akan tinggi," kata Piprim, dikutip Senin (22/9).
Menurut dia, masih ada anggota masyarakat yang memperdebatkan perlunya vaksinasi anak di beberapa daerah. Masih ada pula warga yang menolak anak mereka divaksinasi.
Kondisi yang demikian membuat cakupan program imunisasi anak tidak optimal dan meningkatkan peluang munculnya kejadian luar biasa penyakit yang bisa dicegah dengan imunisasi.
"KLB bermunculan kembali jadi satu fakta bahwa cakupan imunisasi di Indonesia itu tidak optimal," kata Piprim.
Baru-baru ini, kejadian luar biasa penyakit campak terjadi di daerah Sumenep, Jawa Timur. Kasus campak di daerah itu meningkat dan menyebabkan 17 orang meninggal.
Pemerintah pun melaksanakan vaksinasi untuk mencegah penularan campak pada anak-anak di daerah tersebut.
Piprim mengatakan, kegiatan edukasi mengenai pentingnya vaksinasi untuk melindungi anak dari penyakit-penyakit yang bisa dicegah dengan imunisasi harus ditingkatkan.
"Jadi, saya kira kita tidak lagi bisa mengabaikan pentingnya edukasi terhadap imunisasi. Penting adanya penguatan kembali imunisasi, supaya hal-hal seperti ini bisa diatasi dengan baik," katanya.
"Penyakit yang bisa dicegah dengan imunisasi jauh lebih berbahaya dibandingkan efek samping ringan setelah disuntik," tambah Piprim.
Piprim mengemukakan perlunya meningkatkan kapasitas tenaga kesehatan dalam memberikan edukasi mengenai pentingnya imunisasi anak.
"Tenaga kesehatan perlu memberikan edukasi dengan bahasa sederhana agar orang tua semakin percaya bahwa vaksinasi sangat bermanfaat," katanya.
Vaksinasi dapat melindungi anak dari penyakit yang bisa dicegah dengan imunisasi, termasuk di antaranya campak, hepatitis B, poliomyelitis, tuberkulosis, difteri, pertusis, tetanus, dan pneumonia.
Guna mendukung upaya pemerintah untuk meningkatkan cakupan vaksinasi pada anak, IDAI mengadakan kegiatan Vaksinasi Massal Balita bekerja sama dengan Rumah Vaksinasi dan Posyandu.
"Ini adalah bentuk <em>support</em> kita sebagai dokter anak untuk membantu program pemerintah untuk meningkatkan cakupan imunisasi," pungkas Piprim. (Ant/Z-1)
KECINTAAN Justisia Dewi pada jam tangan, dan kepeduliannya terhadap lingkungan menjadi salah satu sumber inspirasi usahanya. Ia menghadirkan Ma.ja Watch pada tahun 2021
Kegiatan ini sekaligus menjadi kampanye cinta lingkungan dengan pesan utama Cintai Alam, Cintai Lingkungan Beserta Habitatnya.
MAHASISWA dan dosen Program Magister (S2) Ilmu Komunikasi Universitas Mercu Buana (UMB) menggelar kegiatan social volunteering bagi pelajar di SMA Negeri 1 Jatiluhur, Purwakarta, Jawa Barat.
Para astronom menjelaskan bahwa gerhana Matahari bukanlah peristiwa acak, melainkan fenomena yang dapat diprediksi secara ilmiah melalui perhitungan orbit Bulan dan Bumi.
Berkaca dari kasus Boiyen, simak aturan hukum Cerai Gugat di Pengadilan Agama. Apa bedanya dengan talak, syarat pengajuan, dan prosedur mediasinya?
Ekoteologi tidak boleh berhenti sebagai wacana, tetapi harus menjadi perilaku nyata umat dalam kehidupan sehari-hari.
Selain gangguan perilaku seperti hiperaktif dan sulit konsentrasi, paparan layar berlebih juga memicu gangguan tidur.
Langkah pertama yang harus diperhatikan bukan sekadar menahan lapar, melainkan kesiapan fisik dan psikis sang anak untuk berpuasa di bulan Ramadan.
Ledakan emosi orangtua sering kali dipicu oleh kondisi fisik dan psikis yang sedang tidak stabil.
Emosi yang bergejolak sering kali menjadi penghalang bagi orangtua untuk berpikir jernih.
Batuk pada kasus PJB memiliki mekanisme yang berbeda dengan batuk akibat virus atau bakteri pada umumnya.
Anak-anak adalah kelompok yang paling rentan saat bencana terjadi. Hal ini karena mereka umumnya belum memiliki kemampuan untuk mengekspresikan emosi secara verbal.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved