Headline
YLKI mengultimatum pemerintah agar melakukan tindakan korektif yang nyata.
YLKI mengultimatum pemerintah agar melakukan tindakan korektif yang nyata.
Kumpulan Berita DPR RI
PAKAR endokrin anak dari RS Cipto Mangunkusumo, Prof. Dr. dr. Aman Bhakti Pulungan, Sp.A(K) Subsp. End., FAAP FRCPI (Hon.) mengatakan tanda diabetes tipe 1 pada anak bisa kenali orangtua dari kebiasaan kecil seperti banyak berkemih dan berat badan turun.
"Ketika didapati anak banyak makan, banyak minum, banyak kencing, berat badan turun drastis, yang tadinya tidak ngompol, ngompol lagi, apalagi anak mulai loyo, yang pertama harus dipikirkan adalah diabetes," kata Aman, dikutip Jumat (12/9).
Aman mengatakan perubahan kecil pada anak yang terjadi secara tiba-tiba perlu diantisipasi sebagai penyakit diabetes dan harus segera dilakukan pengecekan darah.
Terlebih, bagi anak yang sudah memasuki usia sekolah dasar namun kembali sering mengompol, maka perlu dilakukan pemeriksaan lebih lanjut terkait potensi terkena diabetes.
Ia mengatakan, infeksi virus juga dapat memperparah penyakit diabetes pada anak seperti covid-19, flu Singapura, dan polio yang menyerang autoimun.
Aman menyarankan untuk memanfaatkan program CKG atau Cek Kesehatan Gratis yang dilakukan pemerintah di tingkat Puskesmas untuk mendeteksi gula darah pada anak.
Ia juga berharap pemerintah daerah untuk menyediakan klinik khusus diabetes anak untuk pemantauan dan monitoring anak-anak yang sudah
terdeteksi diabetes.
"Setiap Pemda, Dinkes itu, mereka memastikan setiap anak di kabupaten kotanya itu harus ada klinik diabetes anak. Sekarang dia CKG, cek fungsi ginjal, cek gula juga, kalau ada diabetes pada anak saat CKG, apa, what's next sistem rujukan kita ini yang harus memang kita perbaiki," kata Aman.
Aman mengatakan dari 2021 sampai saat ini, jumlah anak yang mengalami diabetes tipe 1 sebanyak 2.085 anak di seluruh Indonesia. Data ini berdasarkan jumlah registrasi penderita diabetes tipe 1 di program Changing Diabetes in Children (CDiC).
Sementara, dalam 10 tahun, pravelansi naik 7 kali lipat dari 3,88 per 100 juta jiwa pada 2000, menjadi 28,19 per 100 juta pada 2010.
Melalui program ini, Aman yang menjadi ketua Changing Diabetes in Children (CDiC) juga sudah mendirikan 19 klinik diabetes yang tersebar di seluruh Indonesia dengan target 23 klinik setiap tahun pada 2029. (Ant/Z-1)
Kekerasan terhadap perempuan dan anak bukan isu sektoral semata, melainkan persoalan kebangsaan yang membutuhkan keterlibatan seluruh elemen masyarakat.
Kasus gangguan jiwa anak dan remaja di Jawa Barat meningkat. RSJ Cisarua mencatat kunjungan naik hingga 30 pasien per hari, depresi jadi kasus dominan.
Edukasi seksual tidak perlu menunggu anak dewasa. Sebaliknya, langkah perlindungan ini justru harus dimulai sejak usia dini untuk membentengi anak dari pelecehan seksual.
Pendekatan bermain jauh lebih efektif dalam memberikan edukasi seksual karena membuat informasi lebih mudah diterima tanpa menciptakan rasa takut pada anak.
Langkah preventif harus dimulai bahkan sebelum keberangkatan. Orangtua diminta untuk tidak meremehkan pemeriksaan kesehatan awal bagi anak.
Kurangnya paparan sinar matahari akibat cuaca mendung dan hujan terus-menerus berisiko menurunkan produksi Vitamin D alami dalam tubuh.
Orangtua perlu membedakan penggunaan gawai untuk kebutuhan produktif dan hiburan.
Pendekatan bermain jauh lebih efektif dalam memberikan edukasi seksual karena membuat informasi lebih mudah diterima tanpa menciptakan rasa takut pada anak.
Langkah preventif harus dimulai bahkan sebelum keberangkatan. Orangtua diminta untuk tidak meremehkan pemeriksaan kesehatan awal bagi anak.
Data menunjukkan sekitar 30% bayi mengalami gumoh, dengan puncak frekuensi pada usia 3 hingga 4 bulan.
Pemerintah mengingatkan orangtua agar tidak melepas anak-anak ke dunia maya tanpa bekal pemahaman yang cukup mengenai konten yang mereka konsumsi beserta konsekuensinya.
Tantangan ruang digital bagi anak-anak di Indonesia kini telah bergeser dari sekadar konten negatif menuju ancaman yang bersifat personal dan sulit terdeteksi.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved