Headline
Diskoneksi antara tren rupiah dan IHSG dipengaruhi kredibilitas kebijakan makro.
Diskoneksi antara tren rupiah dan IHSG dipengaruhi kredibilitas kebijakan makro.
Kumpulan Berita DPR RI
Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) merilis prakiraan cuaca hari ini, Jumat 12 September 2025, yang menunjukkan potensi hujan ringan hingga sedang di sebagian besar kota di Indonesia. Analisis terbaru BMKG juga mendeteksi adanya bibit siklon tropis 93S di Samudera Hindia Barat Bengkulu.
Bibit siklon ini berpotensi memengaruhi pola angin dengan low level jet lebih dari 25 knot serta membentuk daerah konvergensi. Meski begitu, peluang untuk berkembang menjadi siklon tropis dalam 48-72 jam ke depan masih tergolong rendah.
Selain itu, BMKG mencatat adanya sirkulasi siklonik di Laut Cina Selatan dan perairan timur Filipina, yang memperluas daerah konvergensi di berbagai wilayah Indonesia, termasuk Aceh, Jawa, Kalimantan, Sulawesi, Maluku, hingga Papua.
Berikut prakiraan cuaca BMKG 12 September 2025 berdasarkan wilayah:
BMKG memprediksi suhu udara maksimum 30-34°C di Palangkaraya, Banjarmasin, dan sekitarnya. Gelombang tinggi 2,5-4 meter berpotensi terjadi di Samudra Hindia barat Lampung hingga selatan Jawa. Masyarakat pesisir di Kepulauan Riau, Lampung, dan Maluku juga perlu mewaspadai potensi banjir rob.
Prakiraan cuaca hari ini menunjukkan bahwa hujan ringan mendominasi di sebagian besar wilayah Indonesia. BMKG mengimbau masyarakat untuk selalu memantau berita cuaca terbaru dan waspada terhadap potensi hujan petir, gelombang tinggi, maupun banjir rob di daerah pesisir. (Kanal YouTube BMKG/Z-10)
Prakirawan Balai Besar Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BBMKG) Wilayah I Lestari Purba di Medan, Selasa, mengatakan, secara umum cuaca di Sumatera Utara
Tinggi gelombang antara 1,25-2,5 meter (sedang) berpeluang terjadi di perairan Laut Sulawesi, perairan utara Sulawesi Utara, dan perairan Kabupaten Minahasa Utara.
BADAN Meteorologi Klimatologi dan Geofisika (BMKG) menerangkan adanya awan Cumulonimbus saat pesawat ATR 42-500 jatuh di Maros, Sulawesi Selatan, Sabtu (17/1) lalu.
BADAN Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) mendeteksi awan Cumulonimbus (Cb) di Maros, Sulawesi Selatan, bertepatan dengan peristiwa jatuhnya pesawat ATR 42-500, Sabtu (17/1).
Adanya Bibit Siklon Tropis 97S di Samudra Hindia selatan Indonesia dengan kecepatan angin maksimum sekitar sistem mencapai 15 knot (28 km/jam) dan tekanan udara 1001 hPa.
Suhu udara rata-rata 11 hingga 32 derajat Celcius dengan kelembaban udara 56-99 persen dan angin bertiup dari Selatan hingga Barat dengan kecepatan 3 hingga 7 km per jam.
Tinggi gelombang antara 1,25-2,5 meter (sedang) berpeluang terjadi di perairan Laut Sulawesi, perairan utara Sulawesi Utara, dan perairan Kabupaten Minahasa Utara.
BMKG juga menyampaikan peringatan dini gelombang sedang hingga tinggi di sejumlah perairan, termasuk Perairan Kuala Pembuang, Teluk Sampit, dan Kuala Kapuas.
BMKG: gelombang tinggi disertai hujan badai masih berlangsung di perairan utara Jawa Tengah hingga Minggu (18/1) ini.
Tidak hanya itu, akibat gelombang tinggi penyeberangan antar pulau baik Jepara-Karimunjawa maupunTanjung Emas Semarang-Karimunjawa juga terhenti, termasuk kapal layar motor
Gelombang tinggi 1,25-2,5 disertai angin hujan dan badai masih berlangsung di perairan Jawa Tengah berisiko terhadap pelayaran.
Cuaca ekstrem berpotensi di 27 daerah Salasa (13/1) warga di Pantura dan Jateng bagian tengah diminta waspada terhadap bencana hidrometeorologi dan gelombang tinggi.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved