Headline
Pemprov Jabar identifikasi warga yang betul-betul tak mampu.
Pemprov Jabar identifikasi warga yang betul-betul tak mampu.
Kumpulan Berita DPR RI
Mars selama ini identik dengan dataran gurun yang gersang dan iklim kering yang ekstrem. Namun, dua penelitian terbaru berhasil mengungkap lebih jauh bagian dalam planet lewat analisis data seismik yang dikumpulkan misi InSight milik NASA.
Instrumen seismometer di wahana tersebut merekam getaran gempa Mars, sehingga para ilmuwan dapat mencari informasi isi planet, layaknya mengambil foto rontgen. Dari rekaman inilah muncul gambaran baru mengenai sejarah geologi Mars serta perbandingannya dengan Bumi.
Penelitian pertama, yang dipublikasikan di jurnal Nature, menyoroti kondisi inti Mars. Hasilnya menunjukkan bahwa inti Mars tidak seragam, melainkan terdiri dari inti dalam padat dan inti luar cair, struktur yang menyerupai inti Bumi.
Meski demikian, ada perbedaan mendasar. Pada Bumi, pergerakan fluida di inti luar menghasilkan arus listrik yang melahirkan medan magnet global. Medan magnet ini berfungsi sebagai perisai, menjaga atmosfer tetap utuh dan menjadikan Bumi lebih layak huni.
Sebaliknya, Mars tidak lagi memiliki medan magnet aktif, meskipun bukti geologis menunjukkan bahwa planet itu pernah memilikinya di masa lampau. Pertanyaan besar yang masih dicari jawabannya adalah kapan dan mengapa perlindungan magnetis itu menghilang.
Hal inilah yang coba dijawab oleh penelitian kedua, yang terbit di jurnal Science. Penelitian dipimpin oleh Constantinos Charalambous dari Imperial College London. Objek yang diteliti adalah mantel Mars, lapisan antara inti dan kerak. Menurutnya, temuan ini merupakan potongan awal untuk memahami sejarah pembentukan Mars dan mungkin juga memberikan gambaran tentang evolusi planet-planet lain di tata surya.
Sebelumnya, banyak ilmuwan menganggap mantel Mars tersusun rapi seperti lapisan kue. Namun, temuan terbaru menunjukkan bahwa mantel itu justru tebal, keras, dan lebih menyerupai gumpalan es krim berbatu. Bedanya, isinya bukan marshmallow atau cokelat, melainkan sisa tabrakan kuno.
Tom Pike, salah satu penulis studi, menambahkan bahwa gumpalan tersebut kemungkinan merupakan pecahan asteroid, komet, atau protoplanet yang menabrak Mars pada tahap awal tata surya. Ia menggambarkan masa itu seperti era Wild West, ketika materi-materi langit berserakan dan sering bertabrakan satu sama lain.
Charalambous menjelaskan, fakta bahwa sisa tabrakan tersebut masih terperangkap hingga sekarang, menunjukkan bahwa mantel Mars sangat tebal, kaku, dan bercampur sangat lambat. Hal ini membuat panas terjebak di dalam planet, memperlambat pendinginan inti, dan mungkin menjadi salah satu alasan mengapa Mars kehilangan medan magnetnya.
Secara keseluruhan, dua penelitian ini memperkaya pemahaman tentang Mars. Bukan hanya membuka wawasan baru mengenai evolusi planet merah, tetapi juga memberikan petunjuk penting tentang syarat-syarat yang membuat sebuah planet dapat menopang kehidupan. (npr/E-3)
Penelitian terbaru mengungkap meteorit Mars Black Beauty menyimpan air purba jauh lebih banyak, memperkuat bukti Mars pernah basah dan layak huni.
Mars berada pada jarak rata-rata sekitar 140 juta mil atau 225 juta kilometer dari Bumi. Jarak tersebut menyebabkan keterlambatan komunikasi, sehingga pengendalian rover secara langsung
NASA sukses menguji coba navigasi AI pada Rover Perseverance di Mars. Tanpa campur tangan manusia, AI kini mampu memetakan rute aman di medan ekstrem Planet Merah.
Menurut laporan ilmiah dan data dari pengamatan satelit, permukaan Mars terdiri dari campuran berbagai material mineral yang memantulkan cahaya dengan spektrum warna berbeda.
Dari analisis terbaru, para peneliti melaporkan penemuan sebuah kandidat planet berbatu yang ukurannya sedikit lebih besar dari Bumi dan mengorbit sebuah bintang mirip Matahari.
Sekitar 3 miliar tahun lalu, Mars diduga pernah memiliki samudra raksasa yang membentang di seluruh belahan utara planet tersebut.
Menurut laporan ilmiah dan data dari pengamatan satelit, permukaan Mars terdiri dari campuran berbagai material mineral yang memantulkan cahaya dengan spektrum warna berbeda.
Sekitar 3 miliar tahun lalu, Mars diduga pernah memiliki samudra raksasa yang membentang di seluruh belahan utara planet tersebut.
BUKTI bahwa Planet Mars pernah memiliki air dalam jumlah besar terus bertambah. Mulai dari delta sungai, mineral hingga struktur permukaan yang menyerupai bentang alam di Bumi
NASA berupaya menghubungi kembali pengorbit Mars MAVEN yang mendadak diam sejak Desember lalu. Peluang pemulihan menipis setelah kegagalan deteksi terbaru.
PLANET Mars dikenal sebagai planet merah karena warnanya yang kemerahan. Namun, jika diamati dari Bumi, kecerahannya tidak selalu sama.
PLANET Mars atau yang kerap disebut dengan planet merah kian menarik perhatian dengan warnanya yang terang tersebut. Jika diamati dari waktu ke waktu, Mars tidak selalu tampak sama terang.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved