Headline

Pemerintah utamakan menjaga kualitas pendidikan.

Perseverance NASA Deteksi Sistem Sungai Purba di Mars yang Bisa Ungkap Jejak Kehidupan

Nadhira Izzati A
26/3/2026 04:15
Perseverance NASA Deteksi Sistem Sungai Purba di Mars yang Bisa Ungkap Jejak Kehidupan
Gambar Kawah Jezero, lokasi pendaratan wahana penjelajah Mars Perseverance milik NASA.(NASA/JPL-Caltech/MSSS/JHU-APL)

BUKTI terbaru yang menunjukkan Mars dulunya adalah planet yang lebih hangat dan basah muncul dari tempat yang mengejutkan. Bukti itu berasal dari kedalaman bawah tanah Kawah Jezero yang tersembunyi.

Sebagai situs bekas danau luas yang mengering, Kawah Jezero juga menampung endapan di muara sungai atau yang disebut sebagai delta sungai. Terbentuk oleh aliran air sejak 3,7 miliar tahun yang lalu, delta-delta ini begitu luas sehingga dapat terlihat dari orbit. 

Namun, dengan menggunakan teknologi radar penembus tanah (RIMFAX), robot penjelajah Perseverance milik NASA berhasil mendeteksi tanda-tanda sistem sungai dan delta yang jauh lebih tua dan terkubur di kedalaman puluhan meter.

Menurut Emily Cardarelli, ilmuwan dari University of California, Los Angeles, sekaligus penulis utama studi ini, penemuan tersebut memperluas rentang waktu aktivitas air di Mars. "Di Bumi, kondisi tersebut menghasilkan mineral yang dapat mengawetkan fosil," ujar Cardarelli.

Apa itu Kawah Jezero?

Kawah Jezero merupakan lokasi hantaman asteroid yang terbentuk hampir empat miliar tahun lalu. NASA memilihnya sebagai zona eksplorasi karena kekayaan fitur sungai purba (fluvial) yang mengisyaratkan kawah ini pernah menjadi tempat ideal bagi munculnya kehidupan, sekaligus mampu mengawetkan jejak-jejak biologis di dalam batuan.

Studi yang diterbitkan dalam jurnal Science Advances ini merupakan hasil analisis data dari 78 lintasan sejak September 2023 hingga Februari 2024. Perseverance menggunakan radarnya untuk mempelajari lapisan sedimen yang terkubur lebih dari 35 meter di bawah tanah. Di kedalaman tersebut, radar menangkap gema dari lereng yang terbentuk oleh aliran sungai dan saluran berliku yang sangat purba.

Fitur bawah permukaan ini diperkirakan terbentuk sejak 4,2 miliar tahun lalu, ratusan juta tahun lebih tua dibandingkan medan permukaan yang selama ini dipelajari. Hal ini mengindikasikan terdapat beberapa periode aliran air yang berkelanjutan dalam sejarah Kawah Jezero, yang memberikan lebih banyak peluang bagi kehidupan untuk berkembang di masa lalu.

Signifikansi Penemuan dan Hipotesis Geologi

Cardarelli mencatat catatan geologi Mars jauh lebih utuh dibandingkan Bumi, dimana batuan dengan usia serupa biasanya telah rusak akibat panas dan tekanan tektonik.

Para astrobiolog berharap temuan ini tidak hanya memberikan bukti kuat tentang kehidupan luar angkasa, tetapi juga data tentang bagaimana kehidupan pertama kali muncul. Bahkan asteroid purba seperti yang membentuk Kawah Jezero mungkin saja "mengekspor" kehidupan awal dari Mars ke Bumi melalui batuan meteorit.

Meskipun tim peneliti mengakui adanya kemungkinan lain, seperti aktivitas vulkanik atau endapan gletser, mereka tetap berkeyakinan kuat bahwa fitur tersebut adalah delta sungai. Jack Mustard, ilmuwan planet dari Brown University, menambahkan pola delta yang tumpang tindih seperti ini adalah hal lumrah dalam pembentukan sungai besar, mirip dengan proses terbentuknya Delta Mississippi di Bumi.

Namun, Cardarelli menekanka jumlah, skala, serta kompleksitas fitur yang diamati membuat tim lebih mendukung hipotesis delta sungai purba. Penjelasan ini juga merupakan yang paling menguntungkan bagi potensi kehidupan Mars, karena lingkungan akuatik yang stabil dan tahan lama menyediakan campuran nutrisi, air, dan energi kimia yang tepat. (Ars Technica/Scientific American/Z-2)



Cek berita dan artikel yg lain di Google News dan dan ikuti WhatsApp channel mediaindonesia.com
Editor : Thalatie Yani
Berita Lainnya