Headline
Diskon transportasi hingga 30%, bantuan pangan, dan sistem kerja fleksibel bergulir.
Diskon transportasi hingga 30%, bantuan pangan, dan sistem kerja fleksibel bergulir.
Kumpulan Berita DPR RI
NASA merilis video dan audio terbaru yang menampilkan suara badai debu di Mars yang berisi percikan listrik kecil menyerupai kilatan. Rekaman tersebut diambil rover Perseverance saat berada di Kawah Jezero pada 6 September, ketika devils debu melintas di sekitarnya. Dalam waktu bersamaan, mikrofon SuperCam rover menangkap suara gemerisik halus dan mini-sonic boom, yang menjadi bukti pertama perekaman jelas pelepasan listrik dalam badai debu di Mars, menurut pernyataan NASA.
Selama beberapa dekade, para ilmuwan memperkirakan debu yang tertiup angin di Mars dapat menimbulkan muatan statis hingga memicu percikan, namun hal itu sebelumnya lebih bersifat teoritis. Atmosfer Mars yang tipis membuat proses pelepasan listrik lebih mudah terjadi, sehingga pusaran debu kecil pun dapat menghasilkan percikan yang tidak mungkin terbentuk di atmosfer Bumi yang lebih padat.
Perseverance kini mengonfirmasi teori tersebut. Tidak hanya melalui data sensor, tetapi juga dalam bentuk suara yang dapat didengar manusia. Temuan ini pertama kali dipublikasikan dalam jurnal Nature pada 26 November. NASA merilis GIF serta rekaman audio yang menampilkan aktivitas listrik dalam dust devil tersebut.
“Kami mendapatkan beberapa rekaman bagus di mana Anda dapat dengan jelas mendengar suara ‘snap’ dari percikan itu,” kata Ralph Lorenz, penulis pendamping studi sekaligus ilmuwan dalam misi Perseverance, dalam pernyataan tersebut.
Dust devil di Mars terbentuk ketika udara di dekat permukaan hangat naik melewati lapisan udara yang lebih dingin, menciptakan pusaran yang kemudian mengangkat debu dari permukaan. Percikan listrik muncul ketika partikel-partikel debu tersebut saling bergesekan dan menumpuk muatan statis. Ketika muatan mencapai titik tertentu, pelepasan terjadi dalam bentuk percikan kecil. Proses yang dikenal sebagai efek tribolistrik, mirip dengan kejutan statis saat seseorang menyentuh gagang pintu setelah berjalan di atas karpet.
Percikan ini bukanlah kilat besar seperti di Bumi, melainkan percikan kecil berskala sentimeter. Meski demikian, mempelajarinya membantu ilmuwan memahami kimia atmosfer Mars, kondisi iklimnya, serta faktor-faktor yang memengaruhi kelayakhunian planet tersebut. Temuan ini juga berpotensi membantu perancangan misi robotik maupun manusia di masa depan.
Selama penjelajahannya, Perseverance telah mencatat puluhan peristiwa listrik serupa. Salah satu kejadian ketika dust devil melintas tepat di atas rover, memungkinkan mikrofon menangkap suara dinding debu serta benturan butirannya.
“Dalam rekaman dust devil Sol 215, Anda dapat mendengar bukan hanya suara listrik, tetapi juga dinding debu yang bergerak melewati rover,” ujar Lorenz. “Dan dalam dust devil Sol 1.296, Anda mendengar semua itu ditambah beberapa partikel yang menghantam mikrofon.”
Data audio dan visual baru dari Perseverance ini memberikan sudut pandang segar mengenai aktivitas atmosfer Mars. Data audio memperdengarkan suara percikan dan gemerisik yang tersembunyi di balik badai debu yang melintasi permukaannya. (Space/Z-2)
Peneliti berhasil mengidentifikasi struktur mirip terowongan vulkanik di bawah permukaan Venus melalui data radar NASA. Apakah planet ini masih aktif secara geologi?
Elon Musk mengumumkan SpaceX beralih fokus ke Bulan sebelum Mars. Targetkan kota mandiri dalam 10 tahun demi selamatkan peradaban manusia.
SEBUAH kerja sama ilmiah antara Korea Selatan dan Amerika Serikat berhasil mencatat terobosan penting di bidang astronomi melalui teleskop luar angkasa SPHEREx.
Ilmuwan berhasil menyempurnakan metode penentuan usia permukaan Bulan dengan menggabungkan data sampel Chang’e-6.
Melalui program Send Your Name to Space with Artemis II, siapa pun kini bisa mengirimkan nama mereka untuk mengorbit Bulan secara simbolis pada misi berawak pertama dalam lebih dari 50 tahun.
Panduan lengkap cara mengirim nama ke Bulan melalui misi NASA Artemis 2. Pelajari prosedur, teknologi microchip, dan batas waktu pendaftaran 2026.
Perseverance telah menemukan banyak batuan berbeda sejak mendarat di Kawah Jezero Mars pada awal 2021, termasuk batuan "telur laba-laba", "tengkorak"
NASA's Perseverance rover melanjutkan misinya menjelajahi Kawah Jezero di Mars. Misi ini bertujuan mencari bukti geologi yang lebih tua.
Sebuah gambar yang diabadikan Perseverance rover baru-baru ini kembali menjadi bukti bagaimana air turut membantu pembentukan lanskap Planet Merah itu miliaran tahun silam.
Batuan itu diambil dari batu seukuran koper yang diberi nama Rochette dari sebuah tepi jurang sepanjang 900 meter.
Aksi itu diperkirakan akan dilakukan dalam tempo dua pekan di wilayah yang menarik secara ilmiah yaitu Kawah Jezero.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved