Headline
Diskon transportasi hingga 30%, bantuan pangan, dan sistem kerja fleksibel bergulir.
Diskon transportasi hingga 30%, bantuan pangan, dan sistem kerja fleksibel bergulir.
Kumpulan Berita DPR RI
ILMUWAN NASA baru-baru ini melaporkan bukti aktivitas listrik di Mars, atau yang disebut sebagai mini lightning, petir ini berbeda jauh dari petir di Bumi. Alih-alih menjulur tinggi dari awan ke tanah, mini-petir ini hanya berskala sentimeter dan lebih mirip kejutan listrik kecil.
Ilmuwan dari Research Institute in Astrophysics and Planetary Science di Toulouse, Prancis, Baptiste Chide menjelaskan bahwa meski kecil, fenomena ini bisa memicu reaksi kimia di atmosfer Mars dan berpotensi mengganggu perangkat elektronik. Temuan ini dipublikasikan pada jurnal Nature.
Mini petir di Mars tidak terlihat langsung. Rover Perseverance atau kendaraan robotik milik NASA menemukan fenomena ini melalui mikrofon yang menangkap suara pelepasan listrik. Suara tersebut terdengar seperti letupan statis singkat.
Awalnya, suara yang lebih keras dalam rekaman membuat para ilmuwan bingung. Dr. Chide menjelaskan bahwa mereka sempat mengira itu berasal dari partikel debu yang lebih besar. Namun, setelah menghadiri konferensi tentang listrik atmosfer, ia menyadari suara tersebut mirip letupan listrik yang terjadi saat mencabut alat elektronik tanpa mematikannya terlebih dahulu.
Analisis lebih lanjut terhadap getaran suara menunjukkan bahwa letupan ini terdiri dari dua bagian:
Perbedaan waktu singkat antara kedua bagian ini menunjukkan proses yang serupa dengan petir di Bumi, hanya dalam skala yang jauh lebih kecil. Para ilmuwan memperkirakan mini-petir ini terjadi sekitar enam kaki dari rover, dengan letupan lebih kecil terjadi hanya beberapa inci dari mikrofon.
Mars memiliki atmosfer yang tipis, dingin, dan kering. Aktivitas listrik dapat muncul terutama saat badai debu, ketika partikel saling bergesekan dan menghasilkan muatan listrik. Fenomena ini sebelumnya sulit dibuktikan secara langsung, meskipun penelitian sebelumnya di tahun 2009 oleh Christopher Ruf dan Nilton Renno di University of Michigan mendeteksi emisi gelombang mikro yang kemungkinan berasal dari badai debu di Mars.
Namun, pengamatan sebelumnya dilakukan dari Bumi dan belum bisa dikonfirmasi oleh pesawat pengorbit Mars Eropa, sehingga kontroversial. Temuan terbaru dari Perseverance memberikan bukti lebih meyakinkan langsung di lokasi kejadian.
Mini petir ini tidak membahayakan astronot, tetapi dapat memengaruhi perangkat elektronik, termasuk rover dan pakaian luar angkasa. Pengetahuan ini penting bagi para insinyur untuk merancang peralatan yang lebih tahan terhadap pelepasan listrik di Mars.
Sumber: The New York Times.
Elon Musk mengumumkan SpaceX beralih fokus ke Bulan sebelum Mars. Targetkan kota mandiri dalam 10 tahun demi selamatkan peradaban manusia.
Penelitian terbaru mengungkap meteorit Mars Black Beauty menyimpan air purba jauh lebih banyak, memperkuat bukti Mars pernah basah dan layak huni.
Mars berada pada jarak rata-rata sekitar 140 juta mil atau 225 juta kilometer dari Bumi. Jarak tersebut menyebabkan keterlambatan komunikasi, sehingga pengendalian rover secara langsung
NASA sukses menguji coba navigasi AI pada Rover Perseverance di Mars. Tanpa campur tangan manusia, AI kini mampu memetakan rute aman di medan ekstrem Planet Merah.
Menurut laporan ilmiah dan data dari pengamatan satelit, permukaan Mars terdiri dari campuran berbagai material mineral yang memantulkan cahaya dengan spektrum warna berbeda.
Dari analisis terbaru, para peneliti melaporkan penemuan sebuah kandidat planet berbatu yang ukurannya sedikit lebih besar dari Bumi dan mengorbit sebuah bintang mirip Matahari.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved