Headline
Taksiran kerugian itu belum yang diderita masyarakat, termasuk para pelaku usaha.
Taksiran kerugian itu belum yang diderita masyarakat, termasuk para pelaku usaha.
Kumpulan Berita DPR RI
SETELAH mendaki medan berat menuju tepi Kawah Jezero di Mars, penjelajah Perseverance milik NASA melakukan "sightseeing" singkat. Perhentian terbaru dalam perjalanannya di Planet Merah adalah Pico Turquino, sebuah singkapan sepanjang sekitar 200 meter.
Namun, misi ini bukan sekadar perjalanan santai. Perseverance sedang mempelajari regolith (material permukaan) dan fitur geologi di sekitar Pico Turquino menggunakan instrumen Mastcam-Z dan SuperCam. Dalam waktu dekat, robot berkaki enam ini akan melakukan uji abrasi di lokasi tersebut dengan menggores permukaan batuan untuk mempelajari komposisi dan strukturnya.
Melalui penelitian ini, tim sains Perseverance berharap menemukan bukti geologi yang lebih tua atau terkait dengan dampak yang membentuk Kawah Jezero selebar 45 kilometer. Sampel yang dikumpulkan juga dapat menjadi bagian dari kampanye pengembalian sampel Mars yang direncanakan NASA. Pada akhirnya, Perseverance mencari tanda-tanda kemungkinan kehidupan di Mars, dan batuan di Pico Turquino mungkin menyimpan petunjuk berharga.
Misi ini merupakan bagian dari "Crater Rim Campaign," kampanye ilmiah kelima Perseverance di Mars, yang disebut NASA sebagai "kampanye paling ambisius yang pernah dicoba tim sejauh ini."
Perjalanan ini dimulai pada Agustus, saat Perseverance meninggalkan wilayah Neretva Vallis untuk mendaki sekitar 305 meter ke puncak tepi Kawah Jezero. Selama berbulan-bulan, penjelajah ini dengan hati-hati bermanuver melalui medan sulit berupa kerak rapuh dengan kemiringan sekitar 20 derajat yang dipenuhi pasir dan debu licin.
Di sepanjang jalan, Perseverance berhenti untuk memeriksa batuan yang terbuka, seperti yang dilakukan di Pico Turquino, dan akan terus melakukannya saat mendaki menuju puncak.
Target ilmiah berikutnya adalah Witch Hazel Hill, tetapi sebelum sampai di sana, Perseverance akan melewati titik tinggi di Lookout Hill. Dari sana, tim berharap mendapatkan pemandangan spektakuler Kawah Jezero dan medan di sekitarnya. Nantikan foto-foto terbaru dari Perseverance! (Space/Z-3)
Program Artemis tidak hanya bertujuan untuk mendaratkan manusia, tetapi juga membangun fondasi kehadiran jangka panjang di Bulan.
Fenomena astronomi langka akan kembali terjadi: Gerhana Matahari Total diprediksi melintasi sejumlah wilayah Eropa hingga kawasan Arktik pada 12 Agustus 2026.
NASA berupaya menghubungi kembali pengorbit Mars MAVEN yang mendadak diam sejak Desember lalu. Peluang pemulihan menipis setelah kegagalan deteksi terbaru.
BADAN Antariksa Amerika Serikat, NASA, memasuki tahap akhir persiapan misi Artemis II, yang menandai dimulainya kembalinya manusia ke sekitar Bulan setelah lebih dari setengah abad
NASA menyebut durasi totalitas gerhana matahari pada 2 Agustus 2027 diperkirakan mencapai sekitar 6 menit 23 detik.
Proyek ini merupakan tindak lanjut dari rekomendasi sains nasional di Amerika Serikat untuk memahami apakah kita sendirian di alam semesta.
NASA merilis video dan audio pertama yang merekam percikan listrik dalam badai debu di Mars.
Perseverance telah menemukan banyak batuan berbeda sejak mendarat di Kawah Jezero Mars pada awal 2021, termasuk batuan "telur laba-laba", "tengkorak"
Sebuah gambar yang diabadikan Perseverance rover baru-baru ini kembali menjadi bukti bagaimana air turut membantu pembentukan lanskap Planet Merah itu miliaran tahun silam.
Batuan itu diambil dari batu seukuran koper yang diberi nama Rochette dari sebuah tepi jurang sepanjang 900 meter.
Aksi itu diperkirakan akan dilakukan dalam tempo dua pekan di wilayah yang menarik secara ilmiah yaitu Kawah Jezero.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved