Headline
Ekonomi RI tumbuh 5,39% pada triwulan IV 2025 dan tumbuh 5,11% secara kumulatif 2025.
Ekonomi RI tumbuh 5,39% pada triwulan IV 2025 dan tumbuh 5,11% secara kumulatif 2025.
Kumpulan Berita DPR RI
Awal Oktober ini, Badan Antariksa Amerika Serika (NASA) baru saja 'menyelamatkan' Bumi dari ancaman asteroid berbahaya dengan menabrakkan wahana DART. Namun, asteroid itu bukan satu-satunya yang ada di tata surya.
NASA dan Badan Antariksa Eropa (ESA) telah menghabiskan waktu yang cukup lama untuk mencoba mencegah asteroid menabrak Bumi dan melenyapkan kehidupan. Langkah pertama adalah mengetahui berapa banyak asteroid di tata surya yang mungkin mengancam Bumi dan seberapa besar ukuran asteroid.
Setidaknya ada lebih dari 30.000 asteroid yang sangat dekat dengan Bumi (near-Eart asteroids/NEA), dan jumlah itu akan terus berkembang pesat. Dari 30.039 NEA, diperkirakan ada sekitar 10.000 yang berdiameter lebih dari 460 kaki (140 meter).
ESA juga menyebut ada 1.000 asteroid berdiameter lebih besar dari 3.280 kaki (satu kilometer). Sebagian dari mereka berada di sabuk asteroid, wilayah berbentuk cincin di yang terletak kira-kira di antara orbit Jupiter dan Mars.
Dikatakan bahwa sebanyak 1.425 asteroid di antaranya berpotensi menabrak Bumi. Sangat penting bagi para ilmuwan antariksa untuk menemukan asteroid, karena jika manusia gagal menemukan satu asteroid di Bumi, konsekuensinya bisa membahayakan kehidupan bumi.
Ribuan asteroid ini berhasil terdeteksi berkat teknologi teleskop yang semakin canggih. Banyak asteroid berukuran kecil, gelap, bergerak cepat, atau tersembunyi di bagian tata surya yang menyulitkan untuk dipelajari.
Asteroid dekat bumi pertama yang ditemukan, disebut 433 Eros. Asteroid ini pertama kali diperhatikan oleh astronom Jerman Carl Gustav Witt di Observatorium Berlin pada 13 Agustus 1898 dengan bentung yang aneh, yakni memanjang dan komposisinya yang berbatu.
Orbit 433 Eros membawanya ke jarak sekitar 13,5 juta mil dari Bumi atau 57 kali jarak Bulan. Selain menjadi yang pertama ditemukan 433 Eros menjadi asteroid pertama yang diorbit dan disinggahi oleh pesawat ruang angkasa.
"Kabar baiknya adalah bahwa lebih dari setengah asteroid dekat Bumi yang diketahui saat ini ditemukan dalam enam tahun terakhir, menunjukkan seberapa banyak peningkatan penglihatan teknologi kita," kata Richard Moissl dari ESA
Sementara itu, CNEOS mencatat, asteroid yang paling dekat posisinya ke bumi terjadi pada 17 Januari 1933. Saat itu, batu ruang angkasa meluncur melewati bumi pada jarak sekitar 1,1 juta kilometer, dan asteroid itu akan kembali lagi sekitar tahun 2105 mendatang.
Setelah pengamat mendeteksi asteroid atau komet dekat Bumi, para ilmuwan menganalisis orbit objek tersebut untuk menilai seberapa dekat objek tersebut dengan Bumi.
"Ribuan asteroid dan komet saat ini beredar di sekitar tata surya, tapi database CNEOS menunjukan Bumi aman untuk 100 tahun ke depan," kata NASA.
Dalam upaya untuk mengatasi ancaman asteroid yang suatu hari nanti mungkin terlalu dekat sehingga berisiko bagi Bumi, NASA merancang program pertahanan planet, yang mencakup misi Double Asteroid Redirection Test (DART). Wahana DART diluncurkan dari California, AS, November lalu – dan akhirnya menyelesaikan perjalanan 10 bulannya ketika menabrak asteroid Dimorphos bulan lalu.
Dimorphos, berdiameter sekitar 560 kaki, mengorbit pada asteroid yang lebih besar yang disebut Didymos, yang keduanya berjarak sekitar 6,8 juta mil dari planet kita.
NASA mengumumkan awal bulan ini bahwa misi itu berhasil, karena DART itu berhasil mempersingkat orbit Dimorphos hingga 32 menit. Baik Dimorphos maupun Didymos sesungguhnya belum dianggap berbahaya bagi Bumi. Misi senilai $325 juta, atau kurang lebih Rp5 triliun itu, adalah 'latihan' dari apa yang mungkin diperlukan jika suatu saat batu ruang angkasa mengancam kehidupan di Bumi. (DailyMail/M-2)
Ceres, planet katai yang terletak di sabuk asteroid antara Mars dan Jupiter, diyakini memiliki asal-usul yang menarik.
Perjalanan lima tahun dari 2028 itu akan melintasi 3,6 miliar kilometer dengan bantuan gravitasi dari Bumi dan Venus untuk mencapai sabuk asteroid utama di luar Mars.
Panduan lengkap cara mengirim nama ke Bulan melalui misi NASA Artemis 2. Pelajari prosedur, teknologi microchip, dan batas waktu pendaftaran 2026.
Penetapan tanggal ini menyusul penundaan sebelumnya akibat kendala teknis saat sesi latihan peluncuran (wet dress rehearsal), termasuk kebocoran bahan bakar hidrogen
Flare Matahari merupakan ledakan besar energi elektromagnetik yang terjadi akibat perubahan mendadak pada medan magnet di atmosfer Matahari.
Temuan terbaru mengenai ukuran Jupiter ini dipublikasikan dalam jurnal Nature Astronomy pada Senin (2/2). Jurnal ini sekaligus disebut sebagai salah satu hasil penting
Meskipun peluang tersebut sempat mencapai 3,1%, perkiraan lintasan yang lebih rinci akhirnya meniadakan kemungkinan tabrakan dengan Bumi saat ia melintas dekat pada 22 Desember 2032.
Awak Ekspedisi 74 di ISS fokus pada studi CIPHER untuk kesehatan jangka panjang astronaut serta peluncuran CubeSat karya pelajar dari lima negara.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved