Headline

Kasus kuota haji diperkirakan merugikan negara Rp622 miliar.

Astronom Deteksi Asteroid Seukuran Bus yang Baru Saja Melintas Dekat Bumi

Intan Safitri
13/3/2026 22:40
Astronom Deteksi Asteroid Seukuran Bus yang Baru Saja Melintas Dekat Bumi
Asteroid 2026 EG1 akan melintas dalam jarak 1 kali jarak bulan dari Bumi.(Doc Space)

SEBUAH asteroid kecil seukuran bus sempat melintas dekat Bumi pada 12 Maret 2026. Objek antariksa yang diberi nama 2026 EG1 ini menarik perhatian astronom karena baru ditemukan hanya beberapa hari sebelum mencapai titik terdekatnya dengan planet kita.

Menurut laporan NASA, asteroid tersebut pertama kali terdeteksi pada 8 Maret 2026. Meski terbilang kecil, pergerakannya tetap dipantau karena lintasannya membawa objek itu melintas relatif dekat dengan orbit Bumi.

Para ilmuwan memastikan bahwa asteroid ini tidak menimbulkan ancaman apa pun bagi Bumi.

Melintas Lebih Dekat dari Jarak Bumi ke Bulan

Asteroid 2026 EG1 diperkirakan memiliki diameter sekitar 10 hingga 22 meter, kira-kira seukuran bus kota. Dalam skala asteroid, ukuran ini tergolong kecil.

Saat melintas pada 12 Maret, asteroid tersebut berada pada jarak sekitar 317 ribu kilometer dari Bumi. Jarak ini bahkan sedikit lebih dekat dibandingkan jarak rata-rata Bumi ke Moon yang sekitar 384 ribu kilometer.

Dalam dunia astronomi, jarak seperti ini sering disebut sebagai “close approach”. Meski terdengar dekat, jarak tersebut masih sangat aman dan tidak menimbulkan risiko tabrakan dengan Bumi.

Selain itu, asteroid tersebut bergerak dengan kecepatan sekitar 34.000 kilometer per jam saat melintasi area dekat orbit Bumi.

Kenapa Baru Diketahui Beberapa Hari Sebelumnya?

Penemuan asteroid kecil dalam waktu singkat sebelum melintas sebenarnya bukan hal yang langka. Banyak asteroid berukuran kecil baru terdeteksi ketika mereka sudah relatif dekat dengan Bumi.

Ada beberapa alasan utama. Pertama, ukurannya kecil sehingga cahayanya sangat redup dan sulit ditangkap teleskop. Kedua, asteroid seperti ini bergerak sangat cepat di langit sehingga butuh pengamatan berulang untuk memastikan orbitnya.

Program pemantauan asteroid milik NASA Center for Near-Earth Object Studies secara rutin melacak objek yang melintas di sekitar orbit Bumi. Hingga saat ini, puluhan ribu asteroid dekat Bumi telah teridentifikasi dan terus dipantau oleh para ilmuwan.

Tidak Bisa Dilihat dengan Mata Telanjang

Meski jaraknya relatif dekat dalam skala kosmik, asteroid 2026 EG1 tidak bisa dilihat tanpa alat bantu. Tingkat kecerahannya terlalu rendah untuk pengamatan langsung dari Bumi.

Biasanya, objek dengan ukuran seperti ini hanya dapat diamati menggunakan teleskop observatorium yang sensitif terhadap cahaya redup.

Jika asteroid dengan ukuran serupa memasuki atmosfer Bumi, sebagian besar akan terbakar sebelum mencapai permukaan. Peristiwa tersebut biasanya terlihat sebagai meteor terang atau bola api di langit malam.

Mengingatkan Bahwa Ruang Angkasa Sangat Dinamis

Peristiwa lintasan asteroid seperti 2026 EG1 menunjukkan bahwa lingkungan ruang angkasa di sekitar Bumi sebenarnya sangat aktif. Setiap tahun, banyak asteroid kecil melintas tanpa menimbulkan dampak apa pun.

Bagi para ilmuwan, peristiwa ini menjadi kesempatan untuk menguji sistem deteksi asteroid sekaligus memperbarui data orbit objek-objek kecil di tata surya. Pemantauan ini  memastikan bahwa objek yang berpotensi berbahaya dapat dideteksi jauh sebelum mendekati Bumi.

Sumber: NASA, Space.com



Cek berita dan artikel yg lain di Google News dan dan ikuti WhatsApp channel mediaindonesia.com
Editor : Reynaldi
Berita Lainnya