Headline
Kasus kuota haji diperkirakan merugikan negara Rp622 miliar.
Kumpulan Berita DPR RI
SEBUAH asteroid kecil seukuran bus sempat melintas dekat Bumi pada 12 Maret 2026. Objek antariksa yang diberi nama 2026 EG1 ini menarik perhatian astronom karena baru ditemukan hanya beberapa hari sebelum mencapai titik terdekatnya dengan planet kita.
Menurut laporan NASA, asteroid tersebut pertama kali terdeteksi pada 8 Maret 2026. Meski terbilang kecil, pergerakannya tetap dipantau karena lintasannya membawa objek itu melintas relatif dekat dengan orbit Bumi.
Para ilmuwan memastikan bahwa asteroid ini tidak menimbulkan ancaman apa pun bagi Bumi.
Asteroid 2026 EG1 diperkirakan memiliki diameter sekitar 10 hingga 22 meter, kira-kira seukuran bus kota. Dalam skala asteroid, ukuran ini tergolong kecil.
Saat melintas pada 12 Maret, asteroid tersebut berada pada jarak sekitar 317 ribu kilometer dari Bumi. Jarak ini bahkan sedikit lebih dekat dibandingkan jarak rata-rata Bumi ke Moon yang sekitar 384 ribu kilometer.
Dalam dunia astronomi, jarak seperti ini sering disebut sebagai “close approach”. Meski terdengar dekat, jarak tersebut masih sangat aman dan tidak menimbulkan risiko tabrakan dengan Bumi.
Selain itu, asteroid tersebut bergerak dengan kecepatan sekitar 34.000 kilometer per jam saat melintasi area dekat orbit Bumi.
Penemuan asteroid kecil dalam waktu singkat sebelum melintas sebenarnya bukan hal yang langka. Banyak asteroid berukuran kecil baru terdeteksi ketika mereka sudah relatif dekat dengan Bumi.
Ada beberapa alasan utama. Pertama, ukurannya kecil sehingga cahayanya sangat redup dan sulit ditangkap teleskop. Kedua, asteroid seperti ini bergerak sangat cepat di langit sehingga butuh pengamatan berulang untuk memastikan orbitnya.
Program pemantauan asteroid milik NASA Center for Near-Earth Object Studies secara rutin melacak objek yang melintas di sekitar orbit Bumi. Hingga saat ini, puluhan ribu asteroid dekat Bumi telah teridentifikasi dan terus dipantau oleh para ilmuwan.
Meski jaraknya relatif dekat dalam skala kosmik, asteroid 2026 EG1 tidak bisa dilihat tanpa alat bantu. Tingkat kecerahannya terlalu rendah untuk pengamatan langsung dari Bumi.
Biasanya, objek dengan ukuran seperti ini hanya dapat diamati menggunakan teleskop observatorium yang sensitif terhadap cahaya redup.
Jika asteroid dengan ukuran serupa memasuki atmosfer Bumi, sebagian besar akan terbakar sebelum mencapai permukaan. Peristiwa tersebut biasanya terlihat sebagai meteor terang atau bola api di langit malam.
Peristiwa lintasan asteroid seperti 2026 EG1 menunjukkan bahwa lingkungan ruang angkasa di sekitar Bumi sebenarnya sangat aktif. Setiap tahun, banyak asteroid kecil melintas tanpa menimbulkan dampak apa pun.
Bagi para ilmuwan, peristiwa ini menjadi kesempatan untuk menguji sistem deteksi asteroid sekaligus memperbarui data orbit objek-objek kecil di tata surya. Pemantauan ini memastikan bahwa objek yang berpotensi berbahaya dapat dideteksi jauh sebelum mendekati Bumi.
Sumber: NASA, Space.com
Eksperimen tersebut mendorong asteroid Dimorphos, yang merupakan bulan kecil, ke jalur yang lebih pendek dan lebih cepat mengelilingi saudaranya
James Webb Space Telescope (JWST) berhasil menangkap detail menakjubkan nebula PMR 1 yang menyerupai otak dalam tengkorak. Simak kecanggihan teknologinya.
Dalam misi ini, wahana antariksa Cygnus XL milik Northrop Grumman akan diangkut menggunakan roket Falcon 9 dari SpaceX melalui Space Launch Complex 40 di Cape Canaveral, Florida.
ILMUWAN dari Jet Propulsion Laboratory (JPL) NASA telah mengonfirmasi sebuah pencapaian luar biasa dalam pertahanan planet.
NASA memastikan asteroid 2024 YR4 tidak akan menghantam Bulan pada 2032 setelah pengamatan terbaru Teleskop James Webb. Simak detail lintasan amannya di sini.
Eksperimen tersebut mendorong asteroid Dimorphos, yang merupakan bulan kecil, ke jalur yang lebih pendek dan lebih cepat mengelilingi saudaranya
Ilmuwan telah berhasil mengidentifikasi bidang tektit pertama yang pernah ditemukan di Brasil.
International Astronomical Union (IAU) secara resmi mengabadikan nama Bayu Risanto sebagai nama sebuah asteroid.
2025 MN45 harus tersusun dari material yang sangat kokoh agar tidak hancur akibat gaya sentrifugal dari putarannya yang ekstrem.
Asteroid raksasa memusnahkan dinosaurus 66 juta tahun lalu, namun mamalia bertahan. Simak faktor evolusi dan adaptasi yang membuat mamalia selamat dari kepunahan massal.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved