Headline
Pelanggaran terhadap pembatasan operasional truk memperparah kemacetan.
Pelanggaran terhadap pembatasan operasional truk memperparah kemacetan.
Kumpulan Berita DPR RI
Para ilmuwan NASA baru saja mengumumkan penemuan sebuah “bulan mini” baru, yaitu sebuah asteroid kecil bernama 2025 PN7 yang akan bergerak seiring dengan Bumi selama hampir setengah abad.
Mengutip dari laman Earth.com, objek langit ini bukan bulan sungguhan seperti Bulan yang selama ini kita kenal, tetapi ia mengikuti orbit yang hampir sama dengan Bumi sehingga tampak seperti menjadi pendamping untuk planet kita.
Asteroid 2025 PN7 memiliki ukuran yang sangat kecil, hanya sekitar 19 meter, dan pertama kali terdeteksi oleh survei langit Pan-STARRS di Hawaii pada Agustus tahun ini. Survei ini secara rutin memantau area langit yang sama setiap malam untuk mencari benda redup yang bergerak pelan, sehingga di situlah “bulan mini” ini akhirnya ditemukan.
Para astronom bisa menemukan asteroid ini setelah melihat cahaya sangat redup yang bergerak dengan cara yang berbeda dari biasanya. Cahaya ini menunjukkan bahwa ada sebuah benda kecil yang terus bergerak pelan di langit.
Setelah itu, NASA memasukkan data tersebut ke dalam komputer khusus yang menghitung jalur orbit benda-benda luar angkasa. Dari perhitungan itu, terlihat bahwa asteroid ini membutuhkan waktu hampir sama dengan Bumi untuk mengelilingi Matahari.
Kesamaan waktu orbit inilah yang menjadi tanda utama bahwa asteroid tersebut merupakan kuasi bulan, yaitu asteroid yang tidak mengorbit Bumi secara langsung, tetapi bergerak seirama dengan kita sehingga terlihat seperti menjadi pendamping planet berisi miliaran manusia ini.
Kuasi bulan adalah asteroid yang tampak mengitari Bumi, padahal sebenarnya tetap mengorbit Matahari. Ia tidak terikat oleh gravitasi Bumi seperti Bulan, tetapi gerakannya yang seirama membuatnya terlihat seolah-olah menjadi “teman berjalan” planet kita.
Fenomena ini terjadi karena sesuatu yang disebut mean motion resonance (MMR), yaitu keselarasan waktu orbit antara dua benda langit. Resonansi inilah yang memastikan 2025 PN7 terus bergerak dekat Bumi tanpa jatuh atau menjauh dengan cepat.
Berdasarkan simulasi NASA, 2025 PN7 akan tetap berada di dekat Bumi hingga sekitar tahun 2083 atau sekitar lebih dari 50 tahun. Meski tidak berada di orbit Bumi secara langsung, pola geraknya yang sama membuatnya selalu berada di wilayah dekat planet kita selama periode tersebut.
Namun, karena ukurannya kecil dan massanya ringan, objek ini sangat mudah dipengaruhi gaya-gaya halus, seperti radiasi Matahari atau tarikan gravitasi dari planet lain. Pada akhirnya, efek-efek kecil itu akan membuatnya perlahan menjauh dari posisi Bumi. (Earth.com/Z-10)
Mineral ini hanya dapat terbentuk akibat tekanan sangat tinggi seperti yang terjadi saat asteroid menghantam Bumi, sehingga menjadi bukti kuat bahwa Silverpit terbentuk akibat tumbukan.
NASA secara resmi telah menepis segala kemungkinan mengenai potensi hantaman asteroid 2024 YR4 terhadap Bulan pada tahun 2032 mendatang.
Asteroid yang diberi kode 2026 EG1 mencapai titik terdekatnya dengan Bumi pada pukul 23:27 EDT (03:27 GMT, 13 Maret).
Eksperimen luar angkasa yang dilakukan oleh NASA melalui misi Double Asteroid Redirection Test (DART) menghasilkan temuan penting.
Menurut laporan NASA, asteroid tersebut pertama kali terdeteksi pada 8 Maret 2026. Meski terbilang kecil, pergerakannya tetap dipantau karena lintasannya membawa objek itu melintas
Eksperimen tersebut mendorong asteroid Dimorphos, yang merupakan bulan kecil, ke jalur yang lebih pendek dan lebih cepat mengelilingi saudaranya
Asteroid 2025 PN7 diduga menjadi kuasi-bulan baru Bumi. Berukuran 19 meter, objek ini unik karena mengikuti orbit Bumi namun tetap mengitari Matahari.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved