Headline
Utusan AS mengungkapkan Dewan Perdamaian juga akan beroperasi di wilayah selain Gaza.
Utusan AS mengungkapkan Dewan Perdamaian juga akan beroperasi di wilayah selain Gaza.
Kumpulan Berita DPR RI
SEKITAR 66 juta tahun lalu, sebuah asteroid raksasa menghantam Bumi dan memicu salah satu peristiwa kepunahan terbesar dalam sejarah planet ini. Sekitar 75 persen makhluk hidup lenyap, termasuk dinosaurus non-unggas yang selama jutaan tahun mendominasi daratan. Namun, di tengah kehancuran global tersebut, mamalia justru berhasil bertahan dan kelak berkembang menjadi nenek moyang manusia modern.
Lantas, apa yang membuat mamalia mampu selamat dari bencana yang memusnahkan dinosaurus? Mengutip laman Earth.com, sejumlah penelitian menunjukkan bahwa kelangsungan hidup mamalia bukanlah sekadar kebetulan.
Mamalia tidak sekadar beruntung bisa bertahan dari kepunahan massal tersebut. Jauh sebelum asteroid menghantam Bumi, banyak mamalia kecil telah mulai mengubah cara hidup mereka.
Jika sebelumnya mamalia kerap dianggap sebagai hewan penghuni pepohonan, fosil-fosil terbaru menunjukkan bahwa sebagian dari mereka sudah mulai hidup di permukaan tanah jutaan tahun sebelum peristiwa kepunahan massal Kapur–Paleogen. Peralihan ini terjadi secara bertahap, seiring perubahan lingkungan global pada akhir periode Kapur.
Salah satu faktor penting yang mendorong adaptasi mamalia adalah meluasnya tumbuhan berbunga atau angiospermae. Tanaman jenis ini menciptakan lapisan vegetasi bawah yang lebih rapat di permukaan tanah, menyediakan tempat berlindung serta sumber makanan yang lebih beragam.
Profesor Christine Janis dari University of Bristol menyatakan bahwa struktur vegetasi justru memiliki pengaruh besar terhadap evolusi mamalia, bahkan melebihi tekanan dari dinosaurus itu sendiri.
“Habitat vegetasi lebih penting bagi jalannya evolusi mamalia pada periode Cretaceous daripada pengaruh apa pun dari dinosaurus,” ujarnya dikutip dari laman yang sama.
Lingkungan dengan semak dan tumbuhan bawah yang padat memberi ruang bagi mamalia kecil untuk hidup di darat tanpa harus bersaing di bagian atas pepohonan.
Ketika asteroid menghantam Bumi, dampaknya sangat merusak ekosistem hutan. Kebakaran besar, debu yang menutupi atmosfer, serta perubahan iklim ekstrem membuat kehidupan di pepohonan menjadi sangat berisiko.
Para ahli menduga mamalia yang telah terbiasa hidup di darat memiliki peluang lebih besar untuk selamat. Mereka bisa berlindung di celah tanah, lubang, atau area tertutup lainnya, sekaligus mengakses sumber makanan yang tersisa. Sebaliknya, hewan yang sepenuhnya bergantung pada hutan dan pepohonan mengalami kesulitan yang jauh lebih besar.
(Earth/P-4)
Kampus IPB Dramaga menjadi rumah bagi setidaknya 23 spesies mamalia dari total 777 spesies mamalia di Indonesia.
Studi lintas spesies dari Universitas Eötvös Loránd mengungkap bagaimana otak manusia, anjing, dan babi memproses suara.
Tahukah Anda bahwa kelelawar vampir tidak mendapat energi dari lemak atau gula? Studi terbaru ungkap bahwa mereka membakar protein darah sebagai bahan bakar utama
Dinosaurus yang jadi korban diidentifikasi sebagai Psittacosaurus, hewan herbivor seukuran anjing besar sedang diserang oleh Repenomamus robustus, hewan mirip luak, seeokor mamalia.
Tim paleontologi di dekat Rangely, Colorado telah menemukan fosil mamalia yang ukurannya kira-kira sebesar muskrat, yang kemungkinan besar berlarian di rawa-rawa selama zaman Dinosaurus.
Sebuah studi terbaru mengungkap banyak mamalia yang semula hidup di pohon mulai beradaptasi menjadi penghuni darat sebelum kepunahan massal di akhir Zaman Kapur.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved