Headline
Pada perdagangan kemarin, rupiah menguat tipis dan ditutup di level Rp16.936 per dolar AS.
Pada perdagangan kemarin, rupiah menguat tipis dan ditutup di level Rp16.936 per dolar AS.
Kumpulan Berita DPR RI
Sistem peringatan dini benturan benda langit Asteroid Terrestrial-impact Last Alert System (ATLAS) berhasil mendeteksi sebuah objek yang melintas melalui Tata Surya, pada 1 Juli lalu. Objek tersebut kemudian dipastikan sebagai komet karena menunjukkan perilaku khas komet, dan lebih mengejutkan lagi, dikonfirmasi berasal dari luar Tata Surya. Komet ini, kemudian dinamai 3I/ATLAS.
Objek ini diperkirakan memiliki usia yang lebih tua daripada Matahari dan planet-planet yang ada di tata surya.
Mengutip dari laman IFL Science, menurut perkiraan para ilmuan benda langit ini juga telah melakukan perjalanan selama miliaran tahun, sebelum akhirnya melewati wilayah Tata Surya kita. Melalui bantuan teleskop luar angkasa, ilmuan memanfaatkan kesempatan langka ini untuk mempelajari objek antar bintang dari galaksi lain. Titik terdekatnya dengan Bumi terjadi pada 19 Desember 2025, tetapi dengan waktu pengamatan yang terbatas.
Dalam pengamatan singkat ini, ilmuwan menemukan fakta menarik bahwa komet ini mengandung molekul penting bagi kehidupan, seperti metanol (CH₃OH) dan hidrogen sianida (HCN). Molekul-molekul ini bukan tanda adanya kehidupan di komet, tetapi dianggap sebagai “blok bangunan” yang penting untuk terbentuknya molekul kompleks seperti asam amino, gula, dan prekursor DNA/RNA.
Metanol di 3I/ATLAS ditemukan dalam jumlah yang sangat tinggi, sekitar 8% dari uap komet, dibandingkan rata-rata 2% pada komet di Tata Surya. Produksi metanol juga meningkat tajam saat komet mendekati zona sublimasi air.
Keberadaan molekul organik dan es air pada 3I/ATLAS menarik karena mendukung hipotesis bahwa asteroid dan komet bisa menaburkan bahan-bahan penting bagi kehidupan ke Bumi pada zaman purba. Walaupun masih banyak penelitian yang diperlukan, terutama pada pengunjung antar bintang berikutnya, temuan ini menjadi salah satu indikasi awal bahwa blok bangunan kehidupan tersebar di galaksi.
Associate Professor Michele Bannister dari University of Canterbury menjelaskan bahwa komet tersebut seperti kartu pos dari masa lalu yang memberikan petunjuk tentang bintang yang mungkin sudah tidak ada lagi.
“Komet ini seperti kartu pos dari masa lalu, memberi petunjuk tentang bintang yang mungkin sudah tidak ada lagi. Kita hanya punya beberapa ratus hari untuk menafsirkan apa yang dikatakannya,” ujar Bannister dikutip dari laman yang sama. (IFLScience/Z-10)
Meskipun 3I/ATLAS kini berada di tahap akhir penjelajahannya di tata surya, data yang dikumpulkan darinya kemungkinan akan terus memberikan informasi kepada para ilmuwan
Komet antarbintang 3I/ATLAS kembali menarik perhatian setelah pengamatan terbaru menunjukkan adanya kemungkinan letusan gunung es atau kriovolkano di permukaannya.
NASA merilis rangkaian foto terbaru komet antar bintang 3I/ATLAS yang diambil 15 misi luar angkasa. Data awal mengonfirmasi komposisi unik komet purba ini.
Komet raksasa seukuran Manhattan, 3I/ATLAS, objek antarbintang ketiga yang pernah memasuki tata surya kita, kembali menjadi sorotan dunia
Komet antar bintang 3I/ATLAS menarik perhatian publik setelah disebut berubah warna secara misterius. Ilmuwan menjelaskan fenomena ini dan meluruskan kabar yang beredar.
2025 MN45 harus tersusun dari material yang sangat kokoh agar tidak hancur akibat gaya sentrifugal dari putarannya yang ekstrem.
Asteroid raksasa memusnahkan dinosaurus 66 juta tahun lalu, namun mamalia bertahan. Simak faktor evolusi dan adaptasi yang membuat mamalia selamat dari kepunahan massal.
Para ilmuwan NASA baru saja mengumumkan penemuan sebuah “bulan mini” baru, yaitu sebuah asteroid kecil bernama 2025 PN7 yang akan bergerak seiring dengan Bumi
NASA tengah memantau pergerakan tiga asteroid yang melintas dekat Bumi dalam rentang waktu hanya dua hari.
Peneliti menemukan jejak mikroba purba di batuan kawah asteroid Danau Lappajärvi, Finlandia. Temuan ini menunjukkan kehidupan bisa muncul kembali beberapa juta tahun.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved