Headline
Taksiran kerugian itu belum yang diderita masyarakat, termasuk para pelaku usaha.
Taksiran kerugian itu belum yang diderita masyarakat, termasuk para pelaku usaha.
Kumpulan Berita DPR RI
KOMET raksasa seukuran Manhattan, 3I/ATLAS, objek antarbintang ketiga yang pernah memasuki tata surya kita, kembali menjadi sorotan dunia. Setelah berbulan-bulan dipantau para astronom, publik kini akhirnya bisa menyaksikan langsung pergerakan komet ini saat menjauhi Matahari.
Menurut laporan Space.com, Virtual Telescope Project akan menayangkan siaran langsung pergerakan komet mulai malam pukul 23:15 (ET) melalui saluran YouTube mereka. Dari Manciano, Italia, organisasi ini telah menyiapkan sejumlah teleskop yang akan menyorot komet saat melintas di atas cakrawala timur dan bergerak melalui gugus bintang Virgo.
Karena tingkat kecerlangan komet hanya +10,9, 3I/ATLAS tidak dapat dilihat dengan mata telanjang. Observasi teleskopik menjadi satu-satunya cara bagi publik untuk mengikuti jejaknya.
Momen pengamatan ini berdekatan dengan kabar bahwa NASA akan segera merilis foto resolusi tertinggi dari 3I/ATLAS yang diambil oleh kamera HiRISE di wahana Mars Reconnaissance Orbiter.
Sebuah sumber internal NASA mengatakan kepada The Post bahwa gambar tersebut sebenarnya sudah dipotret sejak awal Oktober, namun perilisannya tertunda akibat penutupan pemerintahan Amerika Serikat yang baru berakhir pekan lalu.
Astrofisikawan Harvard, Avi Loeb, menilai penundaan itu menghambat proses ilmiah.
“Ilmu pengetahuan seharusnya lebih diutamakan daripada birokrasi,” kata Loeb kepada The Post.
“Kebenaran tentang 3I/ATLAS hanya bisa terungkap lewat pembukaan data, bukan lewat narasi para penjaga gerbang.”
Sudah empat bulan sejak 3I/ATLAS pertama kali ditemukan dan sejak itu banyak teori bermunculan mengenai apa sebenarnya objek antarbintang ini.
Drama semakin berkembang ketika bulan lalu komet tersebut melintas sangat dekat dengan Jupiter, Venus, dan Mars. Manuver seperti ini jarang terjadi pada komet biasa. Kedekatan itu memicu gelombang spekulasi liar, termasuk dugaan bahwa objek tersebut mungkin merupakan pesawat luar angkasa alien.
Pengusaha teknologi Elon Musk sebelumnya pernah menyampaikan kekhawatirannya. Ia menilai bahwa komet sebesar 3I/ATLAS bisa melenyapkan satu benua atau bahkan lebih luas lagi. Pernyataan itu kemudian direspons oleh Joe Rogan dalam podcast-nya. Rogan menegaskan bahwa jika objek seukuran itu menghantam Bumi, dampaknya bisa memusnahkan sebagian besar kehidupan manusia.
Meski spekulasi terus berdatangan, para ilmuwan menegaskan bahwa jawaban pasti baru bisa diperoleh setelah data observasi terbaru, termasuk gambar HiRISE dan pengukuran orbit yang diperbarui, dibuka untuk publik.
Untuk saat ini, livestream malam ini menjadi kesempatan terbaik bagi masyarakat untuk menyaksikan salah satu objek antarbintang paling misterius yang pernah melintas di dekat Bumi. (New York Post/Z-10)
Meskipun 3I/ATLAS kini berada di tahap akhir penjelajahannya di tata surya, data yang dikumpulkan darinya kemungkinan akan terus memberikan informasi kepada para ilmuwan
Pada 3I/ATLAS, anti-tail tampak lebih tegas dan menonjol dibandingkan komet lain. Hal ini memicu kajian lanjutan untuk memastikan apakah bentuk tersebut murni efek optik
Apakah Bumi punya ekor seperti Merkurius? Jawabannya ya! Ekor Bumi atau 'magnetotail' membentang 2 juta km, terbentuk dari plasma dan angin matahari. Simak penjelasan lengkap NASA dan ESA.
Ilmuwan menduga 3I/ATLAS membawa material purba. Material itu diperkirakan berasal dari susunan pembentuk pada perbatasan awal Bima Sakti atau galaksi asing lainnya.
Objek antarbintang 3I/ATLAS akan melintas dekat Bumi dan Jupiter. Avi Loeb menyoroti percepatan non-gravitasi yang memicu dugaan wahana antariksa alien.
Sistem peringatan dini benturan benda langit Asteroid Terrestrial-impact Last Alert System (ATLAS) berhasil mendeteksi sebuah objek yang melintas melalui Tata Surya.
Meskipun 3I/ATLAS kini berada di tahap akhir penjelajahannya di tata surya, data yang dikumpulkan darinya kemungkinan akan terus memberikan informasi kepada para ilmuwan
Komet antarbintang 3I/ATLAS kembali menarik perhatian setelah pengamatan terbaru menunjukkan adanya kemungkinan letusan gunung es atau kriovolkano di permukaannya.
NASA merilis rangkaian foto terbaru komet antar bintang 3I/ATLAS yang diambil 15 misi luar angkasa. Data awal mengonfirmasi komposisi unik komet purba ini.
Komet antar bintang 3I/ATLAS menarik perhatian publik setelah disebut berubah warna secara misterius. Ilmuwan menjelaskan fenomena ini dan meluruskan kabar yang beredar.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved