Headline
Tradisi halal bi halal untuk menyempurnakan ibadah puasa Ramadan.
Tradisi halal bi halal untuk menyempurnakan ibadah puasa Ramadan.
Kumpulan Berita DPR RI
KOMET antarbintang 3I/ATLAS kembali menarik perhatian karena menampilkan fenomena langka saat mendekati Bumi. Objek yang berasal dari luar Tata Surya ini akan berada pada jarak terdekatnya dengan Bumi pada 19 Desember 2025.
Pengamatan awal menunjukkan adanya struktur ekor komet (anti-tail). Ekor ini tampak mengarah ke matahari dan berbeda dari komet pada umumnya.
3I/ATLAS terdeteksi pertama kali pada akhir 2023 dan diklasifikasikan sebagai objek antarbintang, artinya tidak berasal dari sistem Tata Surya. Anti-tail adalah ekor debu yang tampak berlawanan arah dengan ekor komet biasa. Fenomena ini umumnya terjadi karena sudut pandang tertentu antara Matahari, komet, dan Bumi.
Pada 3I/ATLAS, anti-tail tampak lebih tegas dan menonjol dibandingkan komet lain. Hal ini memicu kajian lanjutan untuk memastikan apakah bentuk tersebut murni efek optik atau dipengaruhi kondisi fisik dan pelepasan partikel yang tidak biasa dari inti komet.
Sebagai objek dari luar Tata Surya, 3I/ATLAS melaju dengan kecepatan sangat tinggi. Kondisi ini membuat waktu pengamatan relatif singkat, sehingga observasi perlu dimaksimalkan dalam beberapa pekan menjelang 19 Desember 2025.
Komet ini dapat diamati menggunakan teleskop biasa, terutama dari lokasi dengan langit gelap dan minim polusi cahaya. Aplikasi peta langit dapat membantu menentukan posisi komet secara akurat saat mendekati waktu puncak. Lintasan 3I/ATLAS menjadi kesempatan langka untuk mempelajari objek antarbintang secara langsung.
Sumber: Space.com, Economic Times
Saat ini, 3I/ATLAS terletak di rasi bintang Cancer setelah melewati rasi bintang Leo pada awal 2026 ini.
Kamera JANUS milik wahana antariksa JUICE berhasil mengabadikan komet antarbintang 3I/ATLAS. Ini adalah objek luar tata surya ketiga yang pernah terdeteksi.
Ilmuwan mengusulkan misi luar angkasa untuk mengejar komet antarbintang 3I/ATLAS dengan memanfaatkan manuver Oberth dekat Matahari.
Meskipun 3I/ATLAS kini berada di tahap akhir penjelajahannya di tata surya, data yang dikumpulkan darinya kemungkinan akan terus memberikan informasi kepada para ilmuwan
Apakah Bumi punya ekor seperti Merkurius? Jawabannya ya! Ekor Bumi atau 'magnetotail' membentang 2 juta km, terbentuk dari plasma dan angin matahari. Simak penjelasan lengkap NASA dan ESA.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved