Headline
Taksiran kerugian itu belum yang diderita masyarakat, termasuk para pelaku usaha.
Taksiran kerugian itu belum yang diderita masyarakat, termasuk para pelaku usaha.
Kumpulan Berita DPR RI
KOMET antarbintang 3I/ATLAS menjadi fokus utama astronom global. Komet ini memiliki komposisi dan asal-usul yang sangat misterius.
Ilmuwan menduga 3I/ATLAS membawa material purba. Material itu diperkirakan berasal dari susunan pembentuk pada perbatasan awal Bima Sakti atau galaksi asing lainnya.
3I/ATLAS dikonfirmasi sebagai komet interstellar. Artinya, komet ini berasal dari luar tata surya kita. Jalur orbitnya tidak sesuai dengan objek lokal seperti Awan Oort. Misteri terbesarnya adalah dari mana komet ini dilemparkan.
Beberapa studi mengindikasikan komet ini mungkin terbentuk di zona ekstrem Bima Sakti. Zona tersebut adalah area misterius saat galaksi baru terbentuk.
Komposisi 3I/ATLAS menjadikannya unik. Teleskop mengamati komet ini memiliki koma yang kaya karbon dioksida (CO2). Konsentrasi tinggi karbon itu menunjukkan komet ini adalah fosil karbon.
Komposisi ini mencerminkan materi yang terbentuk sangat awal di alam semesta. 3I/ATLAS membawa petunjuk tentang materi pembentuk bintang dan planet sebelum tata surya kita ada.
Saat ini, komet 3I/ATLAS dilacak ketat oleh teleskop canggih. Pengamatan oleh JWST dan SPHEREx memberikan data krusial. Komet ini menawarkan kesempatan langka untuk mempelajari materi dari luar sistem planet kita.
Menganalisis komposisi komet itu dapat membuka tabir proses pembentukan galaksi. Komet ini adalah kapsul waktu dari zaman purba alam semesta.
Sumber: livescience.com, space.com, newscientist.com, iflscience.com
Meskipun 3I/ATLAS kini berada di tahap akhir penjelajahannya di tata surya, data yang dikumpulkan darinya kemungkinan akan terus memberikan informasi kepada para ilmuwan
Pada 3I/ATLAS, anti-tail tampak lebih tegas dan menonjol dibandingkan komet lain. Hal ini memicu kajian lanjutan untuk memastikan apakah bentuk tersebut murni efek optik
Apakah Bumi punya ekor seperti Merkurius? Jawabannya ya! Ekor Bumi atau 'magnetotail' membentang 2 juta km, terbentuk dari plasma dan angin matahari. Simak penjelasan lengkap NASA dan ESA.
Objek antarbintang 3I/ATLAS akan melintas dekat Bumi dan Jupiter. Avi Loeb menyoroti percepatan non-gravitasi yang memicu dugaan wahana antariksa alien.
Komet raksasa seukuran Manhattan, 3I/ATLAS, objek antarbintang ketiga yang pernah memasuki tata surya kita, kembali menjadi sorotan dunia
Sistem peringatan dini benturan benda langit Asteroid Terrestrial-impact Last Alert System (ATLAS) berhasil mendeteksi sebuah objek yang melintas melalui Tata Surya.
Komet antarbintang 3I/ATLAS melintas paling dekat dengan Bumi malam ini, 19 Desember 2025. Simak cara mengamatinya dengan teleskop kecil.
Komet antarbintang 3I/ATLAS akan melintas paling dekat dengan Bumi pada 19 Desember. Meski aman, momen ini penting bagi ilmuwan untuk mempelajari materi pembentuk planet dari luar tata surya.
Dunia astronomi kembali dikejutkan dengan penemuan gas nikel di sekitar komet antarbintang 3I/Atlas (sebelumnya dikenal sebagai C/2019 Q4 (Atlas)).
Penemuan ini menegaskan sebagian material yang dilepaskan oleh komet adalah air, komponen penting dalam pembentukan kehidupan.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved