Headline
Pelibatan tokoh dan elite politik akan memperkuat legitimasi kebijakan pemerintah.
Pelibatan tokoh dan elite politik akan memperkuat legitimasi kebijakan pemerintah.
Kumpulan Berita DPR RI
KOMET antarbintang 3I/ATLAS akan melintas pada jarak terdekatnya dengan Bumi malam ini, Jumat (19/12). Peristiwa langit ini menjadi momen langka karena 3I/ATLAS berasal dari luar Tata Surya dan hanya sesekali melintas di sekitar planet kita.
Pada titik terdekatnya, komet 3I/ATLAS berada ratusan juta kilometer dari Bumi dan dipastikan tidak menimbulkan ancaman. Meski demikian, kedekatan relatif ini memberi peluang berharga bagi astronom untuk mempelajari karakteristik komet antarbintang secara lebih mendalam.
Fenomena ini juga menarik perhatian pengamat langit di seluruh dunia karena objek antarbintang seperti 3I/ATLAS sangat jarang terdeteksi melintas dekat Bumi.
Bagi masyarakat yang ingin menyaksikan langsung, komet 3I/ATLAS dapat diamati menggunakan teropong atau teleskop kecil. Komet ini tidak cukup terang untuk dilihat dengan mata telanjang dan akan tampak sebagai titik cahaya samar di langit malam.
Waktu terbaik pengamatan adalah setelah matahari terbenam hingga tengah malam, saat kondisi langit sudah gelap sempurna. Disarankan untuk mengamati dari lokasi dengan polusi cahaya minim serta memanfaatkan aplikasi peta langit untuk membantu menemukan posisinya.
Bagi warga perkotaan atau yang kesulitan mendapatkan langit gelap, alternatif lain adalah mengikuti siaran pengamatan langsung (live streaming) yang biasanya disediakan oleh lembaga astronomi internasional. Cara ini tetap memungkinkan publik menyaksikan momen lintasan terdekat komet 3I/ATLAS.
Setelah malam ini, komet 3I/ATLAS akan semakin menjauh dari Bumi dan melanjutkan perjalanannya keluar dari Tata Surya. Kesempatan menyaksikan komet antarbintang seperti ini tergolong sangat langka, sehingga momen malam ini sayang untuk dilewatkan. (Space.com/Z-10)
Penelitian terbaru menunjukkan inti Bumi menyimpan hidrogen dalam jumlah besar, yang bisa menjelaskan terbentuknya air dari dalam planet, bukan hanya dari komet.
Ilmuwan temukan lubang gravitasi di Antartika yang semakin kuat selama jutaan tahun, memicu pergeseran air laut dan memengaruhi stabilitas es kutub.
BUMI awal 2026 krusial, CIC tinggal 2,81% usai divestasi, free float 41,31% dongkrak likuiditas. Target 330-344, stop loss 250; volume kunci. Waspadai koreksi MSCI!!
Tanpa keseimbangan sempurna dari elemen-elemen ini, sebuah planet berbatu mungkin tampak layak huni di permukaannya, namun secara mendasar tidak akan mampu mendukung kehidupan biologis.
Menteri ESDM Bahlil Lahadalia pangkas RKAB batu bara 2026 jadi 600 juta ton. Cek dampaknya ke harga saham emiten batu bara hari ini.
Bulan perlahan menjauh dari Bumi sekitar 3,8 cm per tahun. Fenomena ini membuat rotasi Bumi melambat dan panjang satu hari bertambah, meski perubahan terjadi sangat lambat.
Temukan perbandingan usia Neptunus, Saturnus, dan Uranus. Benarkah raksasa gas terbentuk lebih dulu daripada raksasa es? Simak fakta astronomi terbaru.
Teleskop James Webb temukan jejak lubang hitam pelarian yang melesat 3.000 km/detik. Simak bagaimana fenomena kosmos ini mengubah pemahaman kita tentang galaksi.
Ilmuwan mengungkap asal-usul Titan Saturnus dari tabrakan bulan purba. Simak kaitan pembentukan Titan dengan usia cincin Saturnus dan misi Dragonfly 2026.
Teleskop SPHEREx milik NASA mendeteksi molekul organik seperti air dan karbon dioksida pada komet antarbintang 3I/ATLAS, membuka peluang riset asal-usul kehidupan.
Sempat diprediksi akan menghiasi langit malam tahun 2020, Komet C/2019 Y4 ATLAS justru hancur berkeping-keping. Kini, astronom menemukan bukti baru sisa fragmennya.
TELESKOP Luar Angkasa Hubble milik NASA kembali menghadirkan temuan penting dalam dunia astronomi.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved