Headline
Utusan AS mengungkapkan Dewan Perdamaian juga akan beroperasi di wilayah selain Gaza.
Utusan AS mengungkapkan Dewan Perdamaian juga akan beroperasi di wilayah selain Gaza.
Kumpulan Berita DPR RI
NAMA ilmuwan Indonesia kembali tercatat dalam sejarah astronomi dunia. International Astronomical Union (IAU) secara resmi mengabadikan nama Bayu Risanto sebagai nama sebuah asteroid. Penetapan tersebut diumumkan oleh Working Group for Small Body Nomenclature (WGSBN), badan resmi IAU yang memiliki kewenangan memberi nama objek kecil di tata surya, termasuk asteroid dan komet. Asteroid yang dimaksud memiliki nomor katalog (752403) dan sebelumnya dikenal dengan kode penemuan 2015 PZ114.
Christoforus Bayu Risanto dikenal sebagai imam Serikat Yesus sekaligus ilmuwan di bidang meteorologi dan ilmu atmosfer. Penghargaan berupa penamaan asteroid ini diberikan sebagai bentuk apresiasi atas kontribusinya dalam pengembangan riset atmosfer, khususnya terkait pemodelan cuaca dan peningkatan akurasi prakiraan meteorologi di wilayah tropis. Kontribusi tersebut dinilai berdampak luas karena wilayah tropis memiliki dinamika atmosfer yang kompleks dan selama ini relatif kurang terwakili dalam pengembangan model cuaca global.
Menurut keterangan resmi WGSBN dalam buletin penamaan asteroid, Bayu Risanto dinilai memiliki rekam jejak ilmiah yang konsisten serta berperan aktif dalam kolaborasi riset internasional. Penamaan asteroid merupakan tradisi lama dalam astronomi yang digunakan untuk menghormati individu yang memberikan sumbangan berarti bagi ilmu pengetahuan, pendidikan, atau kemanusiaan. Nama yang telah disahkan akan tercatat permanen dalam katalog astronomi internasional dan digunakan oleh komunitas ilmiah global.
Asteroid Bayurisanto berada di sabuk asteroid utama yang terletak di antara orbit Mars dan Jupiter. Objek-objek di kawasan ini merupakan sisa pembentukan awal tata surya dan menjadi fokus penting penelitian astronomi karena menyimpan informasi tentang evolusi planet. Dengan diabadikannya nama Bayu Risanto, Indonesia kini memiliki representasi ilmuwan yang tercatat secara resmi dalam katalog benda langit internasional.
Selain aktif sebagai peneliti, Bayu Risanto juga terlibat dalam kegiatan akademik di Vatican Observatory, salah satu lembaga riset astronomi tertua di dunia. Keterlibatannya di observatorium tersebut menunjukkan keterkaitan erat antara penelitian atmosfer Bumi dan ilmu antariksa yang lebih luas. Penghargaan ini sekaligus menjadi simbol bahwa kontribusi ilmuwan Indonesia diakui dalam komunitas sains global.
Penetapan nama asteroid Bayurisanto tidak hanya menjadi kebanggaan personal, tetapi juga memperkuat posisi Indonesia dalam peta ilmiah internasional, khususnya di bidang ilmu kebumian dan antariksa. (e-4)
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved