Headline
“Damai bukan sekadar absennya perang. Ia adalah kebajikan,” tulis filsuf Baruch Spinoza.
“Damai bukan sekadar absennya perang. Ia adalah kebajikan,” tulis filsuf Baruch Spinoza.
Kumpulan Berita DPR RI
BADAN antariksa Amerika Serikat (NASA) pernah mengalami salah satu tragedi paling kelam dalam sejarah eksplorasi luar angkasa. Insiden tersebut terjadi dalam misi Apollo 1, sebuah kecelakaan yang dipicu oleh kesalahan teknis yang tampak sepele, namun berujung fatal.
Peristiwa ini terjadi pada 27 Januari 1967, saat NASA melakukan uji coba di darat sebagai bagian dari ambisi besar Presiden John F. Kennedy untuk mendaratkan manusia di Bulan sebelum akhir dekade 1960-an.
Tiga astronaut terlibat dalam simulasi tersebut, Gus Grissom, Edward H. White II, dan Roger B. Chaffee. Uji coba yang seharusnya berlangsung 1 sampai 3 jam justru molor hingga sore hari akibat berbagai kendala teknis, terutama gangguan komunikasi.
Di tengah frustrasi, Grissom sempat melontarkan sindiran kepada tim teknis, mempertanyakan bagaimana NASA bisa mencapai Bulan jika komunikasi dasar saja masih bermasalah. Tak lama setelah itu, tragedi terjadi.
Kurang dari satu menit kemudian, teknisi melihat kilatan cahaya dari dalam kapsul. Dalam hitungan detik, api menyebar cepat di kabin yang dipenuhi oksigen murni bertekanan tinggi. Teriakan “Kebakaran!” terdengar sebelum komunikasi terputus total. Ketiga astronaut tewas seketika, bahkan sebelum sempat meninggalkan tempat duduk mereka.
Hasil investigasi Komite Antariksa Senat AS menyimpulkan penyebab paling mungkin adalah percikan listrik (electrical arc) dari kabel di bawah lantai kabin. Kabel tersebut diduga tidak memenuhi standar keselamatan dan menggunakan material yang mudah terbakar.
Kondisi kabin memperparah situasi. Selain dipenuhi oksigen murni, banyak material di dalamnya juga sangat mudah terbakar. Desain pintu kabin yang membuka ke dalam menjadi faktor fatal, tekanan tinggi di dalam kapsul membuat pintu mustahil dibuka saat kebakaran terjadi.
Tragedi Apollo 1 menjadi kecelakaan fatal pertama dalam program antariksa NASA dan titik balik besar dalam standar keselamatan penerbangan luar angkasa.
Pasca-insiden, NASA melakukan evaluasi menyeluruh, memperbaiki sistem kelistrikan, mengganti material dengan yang tahan api, serta merancang ulang pintu kabin agar dapat dibuka lebih cepat dalam kondisi darurat.
Perbaikan tersebut membuahkan hasil. Dua tahun kemudian, pada 20 Juli 1969, manusia untuk pertama kalinya berhasil menginjakkan kaki di Bulan melalui misi Apollo 11, sebuah pencapaian besar yang tak lepas dari pelajaran pahit tragedi Apollo 1. (Astronomy Magazine/Z-10)
Empat astronaut misi Artemis II NASA telah tiba di Florida. Bersiap meluncur 1 April mendatang, ini menjadi misi berawak pertama ke Bulan sejak era Apollo 17 tahun 1972.
Komandan Shenzhou 21, Zhang Lu, baru saja mengukir sejarah sebagai astronaut Tiongkok dengan aktivitas luar kendaraan (EVA) terbanyak. Simak detail misinya!
NASA izinkan astronaut bawa iPhone ke Bulan dalam misi Artemis 2026. Simak aturan berat, tantangan radiasi, dan suhu ekstrem di permukaan lunar.
Sebuah penelitian terbaru yang dimuat dalam jurnal ilmiah dan dilansir oleh laman PsyPost mengungkap bahwa misi luar angkasa tidak hanya berdampak pada otot dan tulang manusia
Masalah kesehatan itu terungkap ketika NASA menunda rencana spacewalk yang tadinya akan dilakukan oleh Cardman dan Fincke karena adanya kekhawatiran medis.
NASA telah membentuk Planetary Defense Coordination Office sejak 2016 untuk memantau objek-objek dekat Bumi (near-Earth objects/NEO).
Menurut laporan NASA, cahaya matahari membutuhkan waktu sekitar delapan menit untuk mencapai bumi.
Berbeda dengan misi Apollo program yang hanya melibatkan pria, kru Artemis II mencerminkan keberagaman, termasuk perempuan, individu kulit berwarna, dan astronot non-AS.
Misi ini dinilai sebagai langkah maju dalam strategi mitigasi risiko tumbukan asteroid yang berpotensi menyebabkan kerusakan besar di Bumi.
NASA telah memilih 10 ilmuwan partisipan untuk membantu merancang rencana sains bagi para astronaut yang akan bertugas di permukaan bulan di bawah program Artemis.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved