Headline

“Damai bukan sekadar absennya perang. Ia adalah kebajikan,” tulis filsuf Baruch Spinoza.

Terungkap! Ini Penyebab Kebakaran Apollo 1 yang Tewaskan 3 Astronaut

Muhammad Ghifari A
01/4/2026 16:05
Terungkap! Ini Penyebab Kebakaran Apollo 1 yang Tewaskan 3 Astronaut
Penyebab Kebakaran Apollo 1.(Dok. NASA)

BADAN antariksa Amerika Serikat (NASA) pernah mengalami salah satu tragedi paling kelam dalam sejarah eksplorasi luar angkasa. Insiden tersebut terjadi dalam misi Apollo 1, sebuah kecelakaan yang dipicu oleh kesalahan teknis yang tampak sepele, namun berujung fatal.

Peristiwa ini terjadi pada 27 Januari 1967, saat NASA melakukan uji coba di darat sebagai bagian dari ambisi besar Presiden John F. Kennedy untuk mendaratkan manusia di Bulan sebelum akhir dekade 1960-an.

Tiga astronaut terlibat dalam simulasi tersebut, Gus Grissom, Edward H. White II, dan Roger B. Chaffee. Uji coba yang seharusnya berlangsung 1 sampai 3 jam justru molor hingga sore hari akibat berbagai kendala teknis, terutama gangguan komunikasi.

Di tengah frustrasi, Grissom sempat melontarkan sindiran kepada tim teknis, mempertanyakan bagaimana NASA bisa mencapai Bulan jika komunikasi dasar saja masih bermasalah. Tak lama setelah itu, tragedi terjadi.

Kurang dari satu menit kemudian, teknisi melihat kilatan cahaya dari dalam kapsul. Dalam hitungan detik, api menyebar cepat di kabin yang dipenuhi oksigen murni bertekanan tinggi. Teriakan “Kebakaran!” terdengar sebelum komunikasi terputus total. Ketiga astronaut tewas seketika, bahkan sebelum sempat meninggalkan tempat duduk mereka.

Hasil investigasi Komite Antariksa Senat AS menyimpulkan penyebab paling mungkin adalah percikan listrik (electrical arc) dari kabel di bawah lantai kabin. Kabel tersebut diduga tidak memenuhi standar keselamatan dan menggunakan material yang mudah terbakar.

Kondisi kabin memperparah situasi. Selain dipenuhi oksigen murni, banyak material di dalamnya juga sangat mudah terbakar. Desain pintu kabin yang membuka ke dalam menjadi faktor fatal, tekanan tinggi di dalam kapsul membuat pintu mustahil dibuka saat kebakaran terjadi.

Tragedi Apollo 1 menjadi kecelakaan fatal pertama dalam program antariksa NASA dan titik balik besar dalam standar keselamatan penerbangan luar angkasa.

Pasca-insiden, NASA melakukan evaluasi menyeluruh, memperbaiki sistem kelistrikan, mengganti material dengan yang tahan api, serta merancang ulang pintu kabin agar dapat dibuka lebih cepat dalam kondisi darurat.

Perbaikan tersebut membuahkan hasil. Dua tahun kemudian, pada 20 Juli 1969, manusia untuk pertama kalinya berhasil menginjakkan kaki di Bulan melalui misi Apollo 11, sebuah pencapaian besar yang tak lepas dari pelajaran pahit tragedi Apollo 1. (Astronomy Magazine/Z-10)



Cek berita dan artikel yg lain di Google News dan dan ikuti WhatsApp channel mediaindonesia.com
Editor : Gana Buana
Berita Lainnya