Headline
Serangan terhadap pasukan perdamaian melanggar hukum internasional.
Serangan terhadap pasukan perdamaian melanggar hukum internasional.
Kumpulan Berita DPR RI
NASA resmi memulai hitung mundur peluncuran misi Artemis II, yang menjadi langkah penting dalam kembalinya manusia ke sekitar bulan setelah lebih dari 50 tahun sejak era Apollo program.
Roket Space Launch System (SLS) setinggi sekitar 32 lantai dijadwalkan meluncur pada Rabu malam dengan membawa empat astronot menggunakan kapsul Orion. Misi ini akan mengorbit Bumi selama satu hari sebelum melakukan perjalanan mengitari Bulan tanpa pendaratan, lalu kembali ke Bumi dalam waktu sekitar 10 hari dan mendarat di Samudra Pasifik.
Direktur peluncuran Charlie Blackwell-Thompson menyampaikan kesiapan timnya menghadapi momen bersejarah ini.
“Tim kami telah bekerja sangat keras untuk membawa kami ke momen ini. Tentu saja, semua indikasi saat ini menunjukkan bahwa kita berada dalam kondisi yang sangat, sangat baik,” ujarnya.
Pihak manajemen misi menyatakan bahwa roket kini dalam kondisi optimal setelah melalui berbagai perbaikan teknis. Selain itu, prakiraan cuaca juga dinilai mendukung kelancaran peluncuran.
Sebelumnya, peluncuran Artemis II sempat dijadwalkan pada Februari, namun ditunda akibat kebocoran bahan bakar hidrogen. Setelah diperbaiki, kendala kembali muncul berupa penyumbatan pada saluran penekan helium, yang memaksa roket kembali ke hanggar untuk penanganan lebih lanjut.
Kini, roket telah kembali ke landasan peluncuran sejak sekitar satu setengah minggu lalu, sementara kru yang terdiri dari astronot Amerika Serikat dan Kanada telah tiba di lokasi sejak Jumat (27/3).
Berbeda dengan misi Apollo program yang hanya melibatkan pria, kru Artemis II mencerminkan keberagaman, termasuk perempuan, individu kulit berwarna, dan astronot non-AS.
Pilot misi, Victor Glover, menekankan pentingnya representasi dalam eksplorasi luar angkasa.
“Saya ingin anak-anak melihat kami dan berpikir, ‘Perempuan itu kuat dan luar biasa,’ dan anak laki-laki maupun perempuan berkulit cokelat bisa melihat saya dan berkata, ‘Dia mirip saya, dan dia melakukan itu?’” ungkapnya.
Glover juga berharap ke depan pencapaian seperti ini tidak lagi dianggap sebagai sesuatu yang “pertama”, melainkan menjadi bagian dari perjalanan umat manusia secara kolektif.
“Saya berharap suatu hari nanti kita tidak perlu lagi membicarakan hal-hal ‘pertama’ ini, dan eksplorasi kosmos benar-benar menjadi sejarah manusia,” tambahnya.
NASA memiliki jendela peluncuran selama enam hari pertama April. Jika peluncuran tidak terlaksana dalam periode tersebut, maka jadwal akan diundur hingga akhir bulan.
Sumber: Science Alert
Empat astronaut misi Artemis II NASA telah tiba di Florida. Bersiap meluncur 1 April mendatang, ini menjadi misi berawak pertama ke Bulan sejak era Apollo 17 tahun 1972.
NASA terpaksa menarik mundur roket SLS misi Artemis II dari landasan luncur akibat gangguan aliran helium. Peluncuran ke bulan kini dijadwalkan paling cepat April.
Harapan melihat manusia kembali ke Bulan bulan depan terancam tertunda. NASA temukan gangguan aliran helium pada roket Artemis II.
Misi Artemis II ke Bulan kembali terhambat kebocoran hidrogen cair. Ini alasan teknis dan politik di balik penggunaan bahan bakar paling "rewel" di dunia antariksa.
NASA ungkap tantangan teknis di balik terbatasnya jadwal peluncuran Artemis 2. Simak mengapa misi berawak pertama ke Bulan dalam 50 tahun ini sangat bergantung pada mekanika orbital dan cuaca.
Misi Artemis II akan menjadi penerbangan berawak pertama yang melakukan perjalanan ke orbit Bulan sejak Apollo 17 pada tahun 1972.
Sampel Bulan dari misi Chang’e 6 Tiongkok mengungkap sisi jauh Bulan memiliki interior lebih dingin hingga 100°C dibanding sisi dekat.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved