Headline
Diskon transportasi hingga 30%, bantuan pangan, dan sistem kerja fleksibel bergulir.
Diskon transportasi hingga 30%, bantuan pangan, dan sistem kerja fleksibel bergulir.
Kumpulan Berita DPR RI
SETELAH lebih dari 50 tahun sejak misi Apollo terakhir, Badan Penerbangan dan Antariksa Amerika Serikat (NASA) siap mencetak sejarah baru dalam eksplorasi antariksa.
Misi Artemis II akan menjadi penerbangan berawak pertama yang melakukan perjalanan ke orbit Bulan sejak Apollo 17 pada tahun 1972.
Misi ini menandai kembalinya manusia ke luar angkasa dalam skala yang melampaui Orbit Rendah Bumi (LEO), membuka babak baru penjelajahan Bulan dan Mars.
Artemis II adalah misi penting yang dipimpin oleh NASA. Ini adalah penerbangan kedua dari program Artemis, yang bertujuan menguji coba sistem sebelum mengirim astronot mendarat di Bulan.
Kru akan melakukan perjalanan mengitari Bulan, menguji pesawat ruang angkasa Orion dan sistem pendukung kehidupan dalam kondisi ruang angkasa yang dalam. Ini mengakhiri jeda panjang lebih dari lima dekade sejak terakhir kali manusia meninggalkan Bumi sejauh itu.
Misi Artemis II tidak hanya tentang teknologi, tetapi juga tentang sejarah sosial. Untuk pertama kalinya, kru misi yang terbang ke Bulan akan mencakup seorang wanita dan seorang berkulit berwarna.
Hal ini mewakili komitmen NASA terhadap keragaman dan kesetaraan dalam eksplorasi antariksa. Anggota kru terpilih ini akan menjadi yang pertama melihat Bulan dari jarak dekat dalam generasi ini.
Kesuksesan Artemis II sangat krusial. Misi ini berfungsi sebagai batu loncatan langsung menuju Artemis III, yang direncanakan untuk mendaratkan manusia kembali di permukaan Bulan.
Tujuan jangka panjang Program Artemis adalah membangun kehadiran manusia yang berkelanjutan di Bulan. Ini akan menjadi laboratorium luar angkasa dan stasiun transit penting untuk misi masa depan ke Planet Mars.
Sumber: historytoday.com, bbc.com,nationalgeographic.com, britannica.com
Analisis terbaru data Voyager 2 mengungkap mengapa sabuk radiasi Uranus sangat kuat. Ternyata, ada peristiwa cuaca antariksa langka saat misi berlangsung.
Ilmuwan temukan cara melacak jalur jatuh sampah antariksa menggunakan sensor seismik monitor gempa. Metode ini diklaim lebih akurat dibanding radar tradisional.
Peneliti berhasil mengidentifikasi struktur mirip terowongan vulkanik di bawah permukaan Venus melalui data radar NASA. Apakah planet ini masih aktif secara geologi?
Elon Musk mengumumkan SpaceX beralih fokus ke Bulan sebelum Mars. Targetkan kota mandiri dalam 10 tahun demi selamatkan peradaban manusia.
SEBUAH kerja sama ilmiah antara Korea Selatan dan Amerika Serikat berhasil mencatat terobosan penting di bidang astronomi melalui teleskop luar angkasa SPHEREx.
Ilmuwan berhasil menyempurnakan metode penentuan usia permukaan Bulan dengan menggabungkan data sampel Chang’e-6.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved