Headline
Diskoneksi antara tren rupiah dan IHSG dipengaruhi kredibilitas kebijakan makro.
Diskoneksi antara tren rupiah dan IHSG dipengaruhi kredibilitas kebijakan makro.
Kumpulan Berita DPR RI
SETELAH lebih dari 50 tahun sejak misi Apollo terakhir, Badan Penerbangan dan Antariksa Amerika Serikat (NASA) siap mencetak sejarah baru dalam eksplorasi antariksa.
Misi Artemis II akan menjadi penerbangan berawak pertama yang melakukan perjalanan ke orbit Bulan sejak Apollo 17 pada tahun 1972.
Misi ini menandai kembalinya manusia ke luar angkasa dalam skala yang melampaui Orbit Rendah Bumi (LEO), membuka babak baru penjelajahan Bulan dan Mars.
Artemis II adalah misi penting yang dipimpin oleh NASA. Ini adalah penerbangan kedua dari program Artemis, yang bertujuan menguji coba sistem sebelum mengirim astronot mendarat di Bulan.
Kru akan melakukan perjalanan mengitari Bulan, menguji pesawat ruang angkasa Orion dan sistem pendukung kehidupan dalam kondisi ruang angkasa yang dalam. Ini mengakhiri jeda panjang lebih dari lima dekade sejak terakhir kali manusia meninggalkan Bumi sejauh itu.
Misi Artemis II tidak hanya tentang teknologi, tetapi juga tentang sejarah sosial. Untuk pertama kalinya, kru misi yang terbang ke Bulan akan mencakup seorang wanita dan seorang berkulit berwarna.
Hal ini mewakili komitmen NASA terhadap keragaman dan kesetaraan dalam eksplorasi antariksa. Anggota kru terpilih ini akan menjadi yang pertama melihat Bulan dari jarak dekat dalam generasi ini.
Kesuksesan Artemis II sangat krusial. Misi ini berfungsi sebagai batu loncatan langsung menuju Artemis III, yang direncanakan untuk mendaratkan manusia kembali di permukaan Bulan.
Tujuan jangka panjang Program Artemis adalah membangun kehadiran manusia yang berkelanjutan di Bulan. Ini akan menjadi laboratorium luar angkasa dan stasiun transit penting untuk misi masa depan ke Planet Mars.
Sumber: historytoday.com, bbc.com,nationalgeographic.com, britannica.com
Program Artemis tidak hanya bertujuan untuk mendaratkan manusia, tetapi juga membangun fondasi kehadiran jangka panjang di Bulan.
Fenomena astronomi langka akan kembali terjadi: Gerhana Matahari Total diprediksi melintasi sejumlah wilayah Eropa hingga kawasan Arktik pada 12 Agustus 2026.
NASA berupaya menghubungi kembali pengorbit Mars MAVEN yang mendadak diam sejak Desember lalu. Peluang pemulihan menipis setelah kegagalan deteksi terbaru.
BADAN Antariksa Amerika Serikat, NASA, memasuki tahap akhir persiapan misi Artemis II, yang menandai dimulainya kembalinya manusia ke sekitar Bulan setelah lebih dari setengah abad
NASA menyebut durasi totalitas gerhana matahari pada 2 Agustus 2027 diperkirakan mencapai sekitar 6 menit 23 detik.
Proyek ini merupakan tindak lanjut dari rekomendasi sains nasional di Amerika Serikat untuk memahami apakah kita sendirian di alam semesta.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved