Headline

Diskoneksi antara tren rupiah dan IHSG dipengaruhi kredibilitas kebijakan makro.

Kembali Orbit ke Bulan, Penjelajah NASA Cetak Sejarah Baru

Cornelius Juan Prawira
27/11/2025 23:55
Kembali Orbit ke Bulan, Penjelajah NASA Cetak Sejarah Baru
Ilustrasi(freepik)

SETELAH lebih dari 50 tahun sejak misi Apollo terakhir, Badan Penerbangan dan Antariksa Amerika Serikat (NASA) siap mencetak sejarah baru dalam eksplorasi antariksa.

Misi Artemis II akan menjadi penerbangan berawak pertama yang melakukan perjalanan ke orbit Bulan sejak Apollo 17 pada tahun 1972.

Misi ini menandai kembalinya manusia ke luar angkasa dalam skala yang melampaui Orbit Rendah Bumi (LEO), membuka babak baru penjelajahan Bulan dan Mars.

Pecahkan rekor 50 tahun 

Artemis II adalah misi penting yang dipimpin oleh NASA. Ini adalah penerbangan kedua dari program Artemis, yang bertujuan menguji coba sistem sebelum mengirim astronot mendarat di Bulan. 

Kru akan melakukan perjalanan mengitari Bulan, menguji pesawat ruang angkasa Orion dan sistem pendukung kehidupan dalam kondisi ruang angkasa yang dalam. Ini mengakhiri jeda panjang lebih dari lima dekade sejak terakhir kali manusia meninggalkan Bumi sejauh itu.

Kru baru 

Misi Artemis II tidak hanya tentang teknologi, tetapi juga tentang sejarah sosial. Untuk pertama kalinya, kru misi yang terbang ke Bulan akan mencakup seorang wanita dan seorang berkulit berwarna.

Hal ini mewakili komitmen NASA terhadap keragaman dan kesetaraan dalam eksplorasi antariksa. Anggota kru terpilih ini akan menjadi yang pertama melihat Bulan dari jarak dekat dalam generasi ini.

Tujuan pendaratan dan kolonisasi 

Kesuksesan Artemis II sangat krusial. Misi ini berfungsi sebagai batu loncatan langsung menuju Artemis III, yang direncanakan untuk mendaratkan manusia kembali di permukaan Bulan. 

Tujuan jangka panjang Program Artemis adalah membangun kehadiran manusia yang berkelanjutan di Bulan. Ini akan menjadi laboratorium luar angkasa dan stasiun transit penting untuk misi masa depan ke Planet Mars.

Sumber: historytoday.com, bbc.com,nationalgeographic.com, britannica.com



Cek berita dan artikel yg lain di Google News dan dan ikuti WhatsApp channel mediaindonesia.com
Editor : Reynaldi
Berita Lainnya