Headline
Sekitar 50% anak pengguna internet pernah terpapar konten seksual di medsos.
Sekitar 50% anak pengguna internet pernah terpapar konten seksual di medsos.
Kumpulan Berita DPR RI
SEJARAH baru dalam eksplorasi antariksa segera dimulai. Empat astronaut yang tergabung dalam misi Artemis 2 telah mendarat di Kennedy Space Center (KSC), Florida, pada Jumat (27/3) sore waktu setempat. Kehadiran mereka menandai persiapan akhir sebelum peluncuran menuju Bulan yang dijadwalkan paling cepat pada 1 April mendatang.
Kuartet astronaut yang terdiri dari Reid Wiseman, Victor Glover, Christina Koch dari NASA, serta Jeremy Hansen dari Badan Antariksa Kanada (CSA), tiba dengan memiloti jet T-38 langsung dari Houston. Ini akan menjadi misi berawak pertama ke Bulan sejak Apollo 17 pada tahun 1972.
"Sangat luar biasa bisa berada di sini. Kami senang datang ke sini," ujar Reid Wiseman sesaat setelah mendarat di landasan pacu KSC. "Sekitar 100 mil sebelum sampai, kami sempat berbincang betapa kami sangat menyukai perjalanan menuju KSC ini."
Misi Artemis II dirancang sebagai langkah krusial bagi ambisi jangka panjang NASA di Bulan. Selama 10 hari, kru akan terbang menggunakan pesawat ruang angkasa Orion yang diluncurkan oleh roket Space Launch System (SLS). Berbeda dengan misi pendaratan, Artemis II akan melakukan penerbangan melintasi sisi jauh Bulan menggunakan lintasan free-return trajectory. Sebuah jalur yang secara otomatis mengarahkan pesawat kembali ke Bumi tanpa memerlukan pembakaran mesin besar tambahan.
Misi ini fokus pada pengujian sistem pendukung kehidupan Orion dengan astronaut di dalamnya untuk pertama kalinya. Jika misi ini berhasil tanpa kendala berarti, NASA berencana melanjutkan demonstrasi pendarat Bulan pada Artemis 3 tahun depan, dan menargetkan pendaratan manusia pertama di permukaan Bulan pada misi Artemis 4 tahun 2028.
Saat ini, keempat astronaut berada dalam masa karantina ketat yang telah dimulai sejak 20 Maret lalu. Langkah ini dilakukan untuk memastikan para kru tetap sehat hingga jendela peluncuran berakhir pada 6 April mendatang.
Persiapan teknis juga terus dikebut. Roket SLS saat ini sudah berada di landasan luncur Kompleks 39B setelah sempat ditarik kembali ke gedung perakitan (VAB) pada awal tahun akibat masalah pemeliharaan.
Sesuai jadwal, proses pengisian bahan bakar propelan hidrogen cair dan oksigen cair pada roket SLS akan dimulai pada Rabu pagi, 1 April. Jendela peluncuran akan dibuka selama dua jam mulai pukul 18.24 waktu setempat. Jika terjadi kendala cuaca atau teknis, NASA telah menyiapkan opsi cadangan hingga empat kali percobaan antara tanggal 1 hingga 6 April.
Artemis II bukan sekadar penerbangan lintas Bulan. Ini adalah fondasi bagi pembangunan habitat, penjelajah (rover), dan pangkalan tetap di permukaan Bulan yang direncanakan mulai dekade 2030-an.
"Kita tidak mencoba untuk langsung sempurna di awal," ujar Isaacman kepada media. "Faktanya, ini adalah fase pengujian dan eksperimen, banyak rover, banyak pendarat... Itu berarti banyak peluang bagi muatan ilmiah dan teknologi yang bisa kita gabungkan."
Jika semua berjalan lancar, pada Rabu pagi nanti, para kru akan mulai mengenakan baju luar angkasa mereka di fasilitas operasional Neil Armstrong sebelum menuju puncak roket SLS untuk mencatatkan nama mereka dalam buku sejarah antariksa. (Space/Z-2)
Administrator NASA Jared Isaacman umumkan rencana pembangunan pangkalan manusia permanen di Bulan mulai 2027.
NASA umumkan pengembangan SR-1 Freedom, pesawat luar angkasa bertenaga nuklir untuk misi Mars 2028. Teknologi ini diprediksi bakal merevolusi cara manusia menjelajahi tata surya.
NASA alihkan fokus ke pangkalan Bulan. Saham Intuitive Machines melonjak, Firefly Aerospace ikut diuntungkan.
NASA di bawah Jared Isaacman siapkan pangkalan di Bulan dengan investasi US$20 miliar. Targetkan hunian astronot dan misi ke Mars.
NASA mengumumkan bahwa mereka akan mengembangkan Skyfall untuk peluncuran tahun 2028.
Banyak proyek eksplorasi Bulan saat ini melibatkan berbagai negara.
NASA terpaksa menarik mundur roket SLS misi Artemis II dari landasan luncur akibat gangguan aliran helium. Peluncuran ke bulan kini dijadwalkan paling cepat April.
Harapan melihat manusia kembali ke Bulan bulan depan terancam tertunda. NASA temukan gangguan aliran helium pada roket Artemis II.
NASA ungkap tantangan teknis di balik terbatasnya jadwal peluncuran Artemis 2. Simak mengapa misi berawak pertama ke Bulan dalam 50 tahun ini sangat bergantung pada mekanika orbital dan cuaca.
Uji pengisian bahan bakar roket SLS Artemis II terpaksa dihentikan akibat kebocoran hidrogen yang serupa dengan misi sebelumnya.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved