Headline

RI tetap komitmen perjuangkan kemerdekaan Palestina.

Artemis II Tertunda Lepas Landas Akibat Kebocoran Hidrogen, Mengapa masih terjadi?

Thalatie K Yani
04/2/2026 12:00
Artemis II Tertunda Lepas Landas Akibat Kebocoran Hidrogen, Mengapa masih terjadi?
Uji pengisian bahan bakar roket SLS Artemis II terpaksa dihentikan akibat kebocoran hidrogen yang serupa dengan misi sebelumnya. (space)

NASA terpaksa menghentikan uji coba pengisian bahan bakar kritis pada roket raksasa Space Launch System (SLS) Artemis II lebih awal pada Selasa (3/2/2026) dini hari. Insiden ini memaksa badan antariksa tersebut menunda misi pengiriman astronot untuk mengelilingi bulan setidaknya selama satu bulan.

Uji coba yang dikenal sebagai "wet dress rehearsal" ini dirancang untuk mensimulasikan hitung mundur peluncuran, termasuk pengisian lebih dari 700.000 galon hidrogen cair dan oksigen cair. Meski awalnya berjalan mulus, teknisi mendeteksi kebocoran hidrogen pada bagian umbilical di platform peluncuran.

Masalah ini terasa familiar bagi NASA. Pasalnya, roket Artemis I juga mengalami kebocoran hidrogen di lokasi yang sama persis saat uji coba tiga tahun lalu, yang berujung pada penundaan berbulan-bulan.

Kegagalan di Menit-Menit Terakhir

Meskipun tim operasional berhasil mengisi penuh kedua tahap roket SLS, hitung mundur terhenti secara otomatis pada posisi T-minus 5 menit 15 detik. Hal ini dipicu oleh lonjakan mendadak pada tingkat kebocoran hidrogen saat sistem mulai melakukan tekanan tinggi.

"Saat kami memulai penekanan tersebut, kami melihat kebocoran di dalam rongga meningkat cukup cepat," ujar Direktur Peluncuran Artemis, Charlie Blackwell-Thompson. Ia menambahkan bahwa tim segera mengaktifkan langkah-langkah keamanan untuk menguras bahan bakar kembali.

Walau gagal mencapai target T-0, NASA tetap menganggap uji coba ini memberikan data berharga. "Fakta  kami berhasil melakukan pengisian penuh kemarin pada percobaan pertama adalah kesuksesan besar," kata Lori Glaze, pejabat pelaksana di Direktorat Misi Pengembangan Sistem Eksplorasi NASA.

Tantangan Komponen Unik 

NASA masih menyelidiki mengapa kebocoran yang sama terus berulang meski telah dilakukan perbaikan pasca-Artemis I. Salah satu teorinya adalah getaran hebat yang dialami roket saat dipindahkan dari gedung perakitan (VAB) ke landasan pacu sejauh 4 mil bulan lalu.

"Ini adalah pertama kalinya mesin khusus ini bersentuhan dengan cairan kriogenik. Bagaimana ia bernapas, membuang gas, dan bocor adalah sesuatu yang harus kami petakan," jelas Amit Kshatriya, Administrator Asosiasi NASA. Ia menyebut roket SLS sebagai komponen "pesanan khusus" (bespoke) yang perilakunya unik di setiap unit.

Jadwal Peluncuran Mundur 

Akibat insiden ini, NASA resmi membatalkan jendela peluncuran bulan Februari yang semula dijadwalkan pada tanggal 8-11 Februari. Saat ini, manajer misi membidik jendela peluncuran bulan depan, yang terbuka pada 6-9 Maret dan 11 Maret 2026.

Berbeda dengan Artemis I yang harus ditarik kembali ke gudang, kali ini NASA optimis perbaikan dapat dilakukan langsung di landasan peluncuran (pad).

Misi Artemis II nantinya akan membawa astronot Reid Wiseman, Victor Glover, Christina Koch, dan Jeremy Hansen dalam perjalanan 10 hari melintasi sisi jauh bulan. Misi ini krusial untuk menguji sistem pendukung kehidupan Orion sebelum NASA mengirimkan astronot untuk mendarat kembali di permukaan bulan pada misi Artemis III. (Space/Z-2)



Cek berita dan artikel yg lain di Google News dan dan ikuti WhatsApp channel mediaindonesia.com
Editor : Thalatie Yani
Berita Lainnya