Headline
RI tetap komitmen perjuangkan kemerdekaan Palestina.
RI tetap komitmen perjuangkan kemerdekaan Palestina.
Kumpulan Berita DPR RI
NASA terpaksa menghentikan uji coba pengisian bahan bakar kritis pada roket raksasa Space Launch System (SLS) Artemis II lebih awal pada Selasa (3/2/2026) dini hari. Insiden ini memaksa badan antariksa tersebut menunda misi pengiriman astronot untuk mengelilingi bulan setidaknya selama satu bulan.
Uji coba yang dikenal sebagai "wet dress rehearsal" ini dirancang untuk mensimulasikan hitung mundur peluncuran, termasuk pengisian lebih dari 700.000 galon hidrogen cair dan oksigen cair. Meski awalnya berjalan mulus, teknisi mendeteksi kebocoran hidrogen pada bagian umbilical di platform peluncuran.
Masalah ini terasa familiar bagi NASA. Pasalnya, roket Artemis I juga mengalami kebocoran hidrogen di lokasi yang sama persis saat uji coba tiga tahun lalu, yang berujung pada penundaan berbulan-bulan.
Meskipun tim operasional berhasil mengisi penuh kedua tahap roket SLS, hitung mundur terhenti secara otomatis pada posisi T-minus 5 menit 15 detik. Hal ini dipicu oleh lonjakan mendadak pada tingkat kebocoran hidrogen saat sistem mulai melakukan tekanan tinggi.
"Saat kami memulai penekanan tersebut, kami melihat kebocoran di dalam rongga meningkat cukup cepat," ujar Direktur Peluncuran Artemis, Charlie Blackwell-Thompson. Ia menambahkan bahwa tim segera mengaktifkan langkah-langkah keamanan untuk menguras bahan bakar kembali.
Walau gagal mencapai target T-0, NASA tetap menganggap uji coba ini memberikan data berharga. "Fakta kami berhasil melakukan pengisian penuh kemarin pada percobaan pertama adalah kesuksesan besar," kata Lori Glaze, pejabat pelaksana di Direktorat Misi Pengembangan Sistem Eksplorasi NASA.
NASA masih menyelidiki mengapa kebocoran yang sama terus berulang meski telah dilakukan perbaikan pasca-Artemis I. Salah satu teorinya adalah getaran hebat yang dialami roket saat dipindahkan dari gedung perakitan (VAB) ke landasan pacu sejauh 4 mil bulan lalu.
"Ini adalah pertama kalinya mesin khusus ini bersentuhan dengan cairan kriogenik. Bagaimana ia bernapas, membuang gas, dan bocor adalah sesuatu yang harus kami petakan," jelas Amit Kshatriya, Administrator Asosiasi NASA. Ia menyebut roket SLS sebagai komponen "pesanan khusus" (bespoke) yang perilakunya unik di setiap unit.
Akibat insiden ini, NASA resmi membatalkan jendela peluncuran bulan Februari yang semula dijadwalkan pada tanggal 8-11 Februari. Saat ini, manajer misi membidik jendela peluncuran bulan depan, yang terbuka pada 6-9 Maret dan 11 Maret 2026.
Berbeda dengan Artemis I yang harus ditarik kembali ke gudang, kali ini NASA optimis perbaikan dapat dilakukan langsung di landasan peluncuran (pad).
Misi Artemis II nantinya akan membawa astronot Reid Wiseman, Victor Glover, Christina Koch, dan Jeremy Hansen dalam perjalanan 10 hari melintasi sisi jauh bulan. Misi ini krusial untuk menguji sistem pendukung kehidupan Orion sebelum NASA mengirimkan astronot untuk mendarat kembali di permukaan bulan pada misi Artemis III. (Space/Z-2)
NASA akan menguji teknologi komunikasi berbasis laser dalam misi berawak Artemis II untuk mempercepat pengiriman suara, data, serta gambar dan video dari Bulan ke Bumi.
NASA menunda peluncuran misi Artemis II hingga Maret 2026 setelah ditemukan kebocoran hidrogen cair saat uji coba. Simak jadwal terbaru dan tantangannya di sini.
NASA menyelesaikan uji krusial pengisian bahan bakar roket SLS Artemis II meski sempat terkendala kebocoran. Peluncuran ke Bulan tetap ditargetkan 8 Februari.
NASA bersiap meluncurkan misi Artemis 2, penerbangan berawak pertama ke Bulan dalam 50 tahun terakhir.
Keberhasilan Artemis II akan menjadi tolok ukur kesiapan sistem roket Space Launch System (SLS) dan kapsul Orion dalam kondisi operasional nyata sebelum pendaratan manusia dilakukan.
NASA menyelesaikan uji krusial pengisian bahan bakar roket SLS Artemis II meski sempat terkendala kebocoran. Peluncuran ke Bulan tetap ditargetkan 8 Februari.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved