Headline
Ekonomi RI tumbuh 5,39% pada triwulan IV 2025 dan tumbuh 5,11% secara kumulatif 2025.
Ekonomi RI tumbuh 5,39% pada triwulan IV 2025 dan tumbuh 5,11% secara kumulatif 2025.
Kumpulan Berita DPR RI
BADAN Penerbangan dan Antariksa Amerika Serikat (NASA) kembali membuka kesempatan langka bagi masyarakat global untuk mengabadikan nama mereka dalam sejarah eksplorasi antariksa. Melalui program Send Your Name to Space with Artemis II, siapa pun kini bisa mengirimkan nama mereka untuk mengorbit Bulan secara simbolis pada misi berawak pertama dalam lebih dari 50 tahun.
Misi Artemis II, yang dijadwalkan meluncur pada Maret 2026, menandai tonggak penting bagi umat manusia sebelum kembali mendarat di permukaan Bulan pada misi berikutnya.
Program ini merupakan inisiatif keterlibatan publik yang memungkinkan nama-nama peserta disimpan dalam bentuk digital pada sebuah kartu memori (SD card). Kartu tersebut kemudian akan ditempatkan di dalam kapsul Orion yang akan membawa empat astronaut mengelilingi Bulan.
Sebagai bukti partisipasi, setiap pendaftar akan menerima boarding pass digital resmi dari NASA yang mencantumkan nama mereka, nomor penerbangan, serta detail misi Artemis II.
Berdasarkan data terbaru per Februari 2026, NASA menargetkan peluncuran Artemis II paling cepat pada 6 Maret 2026 dari Kennedy Space Center, Florida. Misi ini sempat mengalami penyesuaian jadwal dari rencana awal Februari karena evaluasi teknis pada sistem pengisian bahan bakar roket Space Launch System (SLS).
Artemis II akan membawa empat astronaut lintas negara:
Perjalanan ini akan berlangsung selama kurang lebih 10 hari, menempuh jarak ribuan kilometer melampaui sisi jauh Bulan sebelum akhirnya kembali dan mendarat di Samudra Pasifik.
Pendaftaran program ini sepenuhnya gratis dan terbuka untuk seluruh warga dunia tanpa batasan usia. Berikut adalah langkah-langkah untuk mendapatkan boarding pass digital Anda:
Penting untuk dicatat bahwa batas waktu pendaftaran (deadline) untuk misi Artemis II ini ditetapkan hingga 21 Februari 2026. Setelah tanggal tersebut, kartu memori akan segera diproses untuk dimasukkan ke dalam wahana Orion.
Berbeda dengan misi Artemis I yang dilakukan tanpa awak pada 2022, Artemis II adalah ujian krusial bagi sistem pendukung kehidupan (life support system) manusia di ruang angkasa dalam. Keberhasilan misi ini akan menjadi pijakan bagi misi Artemis III, yaitu pendaratan manusia pertama di kutub selatan Bulan.
| Detail Misi | Keterangan |
|---|---|
| Nama Misi | Artemis II |
| Target Launch | Maret 2026 |
| Durasi | 10 Hari |
| Wahana | Kapsul Orion & Roket SLS |
(NASA, SpaceUpClose/H-3)
Penetapan tanggal ini menyusul penundaan sebelumnya akibat kendala teknis saat sesi latihan peluncuran (wet dress rehearsal), termasuk kebocoran bahan bakar hidrogen
Uji pengisian bahan bakar roket SLS Artemis II terpaksa dihentikan akibat kebocoran hidrogen yang serupa dengan misi sebelumnya.
NASA akan menguji teknologi komunikasi berbasis laser dalam misi berawak Artemis II untuk mempercepat pengiriman suara, data, serta gambar dan video dari Bulan ke Bumi.
NASA menunda peluncuran misi Artemis II hingga Maret 2026 setelah ditemukan kebocoran hidrogen cair saat uji coba. Simak jadwal terbaru dan tantangannya di sini.
NASA menyelesaikan uji krusial pengisian bahan bakar roket SLS Artemis II meski sempat terkendala kebocoran. Peluncuran ke Bulan tetap ditargetkan 8 Februari.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved