Headline
Bukan saat yang tepat menaikkan iuran JKN ketika kondisi ekonomi masyarakat masih hadapi tekanan.
Bukan saat yang tepat menaikkan iuran JKN ketika kondisi ekonomi masyarakat masih hadapi tekanan.
Kumpulan Berita DPR RI
BADAN Penerbangan dan Antariksa Amerika Serikat (NASA) kembali membuka kesempatan langka bagi masyarakat global untuk mengabadikan nama mereka dalam sejarah eksplorasi antariksa. Melalui program Send Your Name to Space with Artemis II, siapa pun kini bisa mengirimkan nama mereka untuk mengorbit Bulan secara simbolis pada misi berawak pertama dalam lebih dari 50 tahun.
Misi Artemis II, yang dijadwalkan meluncur pada Maret 2026, menandai tonggak penting bagi umat manusia sebelum kembali mendarat di permukaan Bulan pada misi berikutnya.
Program ini merupakan inisiatif keterlibatan publik yang memungkinkan nama-nama peserta disimpan dalam bentuk digital pada sebuah kartu memori (SD card). Kartu tersebut kemudian akan ditempatkan di dalam kapsul Orion yang akan membawa empat astronaut mengelilingi Bulan.
Sebagai bukti partisipasi, setiap pendaftar akan menerima boarding pass digital resmi dari NASA yang mencantumkan nama mereka, nomor penerbangan, serta detail misi Artemis II.
Berdasarkan data terbaru per Februari 2026, NASA menargetkan peluncuran Artemis II paling cepat pada 6 Maret 2026 dari Kennedy Space Center, Florida. Misi ini sempat mengalami penyesuaian jadwal dari rencana awal Februari karena evaluasi teknis pada sistem pengisian bahan bakar roket Space Launch System (SLS).
Artemis II akan membawa empat astronaut lintas negara:
Perjalanan ini akan berlangsung selama kurang lebih 10 hari, menempuh jarak ribuan kilometer melampaui sisi jauh Bulan sebelum akhirnya kembali dan mendarat di Samudra Pasifik.
Pendaftaran program ini sepenuhnya gratis dan terbuka untuk seluruh warga dunia tanpa batasan usia. Berikut adalah langkah-langkah untuk mendapatkan boarding pass digital Anda:
Penting untuk dicatat bahwa batas waktu pendaftaran (deadline) untuk misi Artemis II ini ditetapkan hingga 21 Februari 2026. Setelah tanggal tersebut, kartu memori akan segera diproses untuk dimasukkan ke dalam wahana Orion.
Berbeda dengan misi Artemis I yang dilakukan tanpa awak pada 2022, Artemis II adalah ujian krusial bagi sistem pendukung kehidupan (life support system) manusia di ruang angkasa dalam. Keberhasilan misi ini akan menjadi pijakan bagi misi Artemis III, yaitu pendaratan manusia pertama di kutub selatan Bulan.
| Detail Misi | Keterangan |
|---|---|
| Nama Misi | Artemis II |
| Target Launch | Maret 2026 |
| Durasi | 10 Hari |
| Wahana | Kapsul Orion & Roket SLS |
(NASA, SpaceUpClose/H-3)
NASA terpaksa menarik mundur roket SLS misi Artemis II dari landasan luncur akibat gangguan aliran helium. Peluncuran ke bulan kini dijadwalkan paling cepat April.
Harapan melihat manusia kembali ke Bulan bulan depan terancam tertunda. NASA temukan gangguan aliran helium pada roket Artemis II.
Misi Artemis II ke Bulan kembali terhambat kebocoran hidrogen cair. Ini alasan teknis dan politik di balik penggunaan bahan bakar paling "rewel" di dunia antariksa.
NASA ungkap tantangan teknis di balik terbatasnya jadwal peluncuran Artemis 2. Simak mengapa misi berawak pertama ke Bulan dalam 50 tahun ini sangat bergantung pada mekanika orbital dan cuaca.
Penetapan tanggal ini menyusul penundaan sebelumnya akibat kendala teknis saat sesi latihan peluncuran (wet dress rehearsal), termasuk kebocoran bahan bakar hidrogen
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved