Headline
Presiden sebut dampak perang nuklir lintas batas dan jangka panjang.
Presiden sebut dampak perang nuklir lintas batas dan jangka panjang.
Kumpulan Berita DPR RI
ROKET raksasa NASA yang dipersiapkan untuk membawa manusia kembali ke Bulan sempat mengalami kebocoran kecil dalam uji coba terbaru. Namun, Badan Antariksa Amerika Serikat tersebut menyatakan roket Space Launch System (SLS) ini kemungkinan besar tetap siap untuk membawa astronot melampaui orbit Bumi.
NASA melakukan uji pengisian bahan bakar krusial pada Senin (2/2) terhadap roket misi Artemis II. Sebanyak lebih dari 700.000 galon (2,65 juta liter) hidrogen cair kripgenik (LH2) dan oksigen cair (LOX) dimuat ke dalam kendaraan dua tahap tersebut di Pad 39B, Kennedy Space Center (KSC), Florida.
Dalam prosesnya, tim teknis sempat menghentikan pengisian LH2 ke tahap inti roket sebanyak dua kali karena terdeteksi adanya kebocoran. Mengingat molekul hidrogen sangat kecil dan mudah menyelinap melalui celah mikroskopis, kendala ini sebenarnya bukan hal yang mengejutkan dalam dunia antariksa.
Berbekal pengalaman dari misi Artemis I yang sempat tertunda berkali-kali akibat masalah serupa, tim Artemis II kali ini berhasil mengatasi gangguan tersebut dalam waktu singkat dan menyelesaikan pengisian tangki raksasa tersebut.
Uji coba yang disebut sebagai wet dress rehearsal ini merupakan bagian tersulit dari simulasi dua hari yang merangkum seluruh operasi prapeluncuran.
Saat ini, NASA tetap menargetkan tanggal 8 Februari sebagai waktu peluncuran Artemis II. Misi ini akan membawa astronot NASA Reid Wiseman, Victor Glover, Christina Koch, serta astronot Kanada Jeremy Hansen dalam perjalanan 10 hari mengelilingi Bulan.
Meski demikian, jadwal tersebut masih bergantung pada evaluasi menyeluruh terhadap hasil uji coba, serta faktor eksternal lainnya seperti kondisi cuaca. NASA dijadwalkan akan menggelar konferensi pers pada Selasa (3/2) pukul 12 siang waktu setempat untuk memberikan hasil final dari simulasi tersebut.
Keberhasilan tim dalam menangani kebocoran menunjukkan NASA telah memetik pelajaran berharga dari kampanye Artemis I tahun 2022. Pada saat itu, kebocoran hidrogen cair menyebabkan peluncuran tertunda hingga berbulan-bulan, dari musim semi hingga akhirnya baru lepas landas pada November.
Kebocoran pada uji coba Artemis II kali ini terjadi pada titik antarmuka saluran bahan bakar yang sama dengan masalah pada Artemis I. Namun, kemampuan tim untuk melakukan troubleshoot dengan cepat menjadi sinyal positif bahwa perangkat keras dan prosedur Artemis kini jauh lebih matang untuk menjalankan misi berawak ke ruang angkasa dalam. (Space/Z-2)
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved