Headline
Pemerintah utamakan menjaga kualitas pendidikan.
Kumpulan Berita DPR RI
PADA Selasa (24/3), NASA mengumumkan rencana ambisius mereka dalam acara Ignition di Washington, DC. Administrator NASA, Jared Isaacman menyebutkan beberapa rencana tersebut, salah satunya adalah misi baru ke Mars.
Isaacman menyebut Space reactor-1 Freedom atau SR-1 Freedom, suatu pesawat ruang angkasa yang menggunakan teknologi propulsi listrik nuklir di luar angkasa untuk pertama kalinya.
Pada acara Ignition tersebut, NASA mengumumkan bahwa mereka akan mengembangkan Skyfall untuk peluncuran tahun 2028. Misi ini akan dilakukan dengan perjalanan ke Mars menggunakan pesawat ruang angkasa yang ditenagai propulsi listrik nuklir (NEP).
Sistem NEP akan beroperasi seperti pembangkit listrik tenaga nuklir di Bumi dengan mengandalkan reaktor fisi di dalamnya.
Teknologi ini menjadi terobosan baru yang berbeda dari generator termoelektrik radioisotop (RTG) yang memberi daya pada wahana antariksa NASA selama beberapa dekade.
NASA memandang teknologi NEP dapat beroperasi di semua jarak dari Matahari yang akan menjadi kunci bagi eksplorasi di masa depan.
Semenjak musim panas lalu, Jet Propulsion Laboratory NASA dan perusahaan Virginia AeroVironment meluncurkan misi Skyfall yang akan mengirimkan armada helikopter untuk menjelajahi langit Mars.
Namun, sebenarnya, inti dari misi ini bukan terletak pada armada helikopter yang digunakan di Mars, melainkan pada wahana antariksa yang akan digunakan, yaitu SR-1 Freedom.
Isaacman telah menjadi pendukung utama dari teknologi ini yang menjanjikan mesin yang efisien dan ideal untuk menggerakkan misi ke luar angkasa. Menurut Isaacman, SR-1 Freedom akan membangun perangkat keras nuklir yang mampu mengaktifkan basis industri untuk sistem tenaga fisi di masa depan.
Tidak hanya bertujuan untuk mewujudkan propulsi listrik nuklir, SR-1 Freedom juga dirancang untuk mengarahkan helikopter di permukaan Mars seperti wahana Ingenuity yang mampu mencapai penerbangan terkontrol di Mars.
Misi ini diluncurkan dengan harapan dapat membantu NASA menilai potensi area target mereka untuk mendukung adanya eksplorasi manusia. Helikopter Skyfall akan membawa kamera dan radar penembus tanah untuk mengamati lokasi pendaratan guna memahami kemiringan dan bahaya bagi wahana pendaratan skala manusia.
Temuan dari SR-1 Freedom juga akan memberikan informasi untuk rencana pembuatan reaktor fisi di permukaan Bulan oleh NASA yang direncanakan pada 2030.
Meskipun terkesan ambisius, teknologi nuklir tersebut menghadirkan tantangan desain yang sulit dan dapat menimbulkan biaya dan risiko yang tinggi. Namun, eksekutif program NASA yang mengawasi SR-1 Freedom, Steven Sinacore, menjelaskan bahwa tidak ada radiasi yang akan timbul karena reaktor hanya akan menyala di luar angkasa.
Apabila berjalan sesuai rencana, misi ini akan diluncurkan pada Desember 2028 dan tiba di Mars sekitar setahun kemudian. NASA diperkirakan akan terus menerbangkan SR-1 Freedom ke tata surya setelah mengerahkan helikopter Skyfall. (Space.com, CNN Science/Z-1)
Robot Perseverance NASA temukan bukti sungai purba di Mars. Penemuan ini memperkuat teori Mars dulu hangat dan berair.
Penasaran berapa lama waktu berjalan kaki mengelilingi Mars? Simak hitungan matematis, tantangan gravitasi, hingga medan ekstrem di Planet Merah.
Chronova Engineering menciptakan jam antarplanet unik yang menampilkan waktu relatif di Bumi, Mars, Jupiter, dan Saturnus menggunakan piringan rotasi planet.
Tardigrada adalah makhluk mikroskopis yang terlihat seperti beruang gemuk sehingga kerap dijuluki sebagai “beruang air.”
Wahana Curiosity milik NASA menemukan formasi geologi unik berbentuk “jaring laba-laba” di Mars. Fenomena boxwork ini diyakini terbentuk dari aktivitas air purba.
Pelajari seberapa cepat pesawat luar angkasa harus melaju untuk keluar dari Tata Surya. Temukan fakta ilmiah di balik kecepatan lepas Bumi dan Matahari.
Semua kru perempuan Blue Origin akan terbang dari West Texas Launch Site One pada Senin (14/4) pukul 9.30 wajtu setempat atau 20.30 WIB.
Pesawat luar angkasa rahasia X-37B milik Amerika Serikat telah kembali ke Bumi setelah menjalankan misi selama 434 hari di orbit.
Angkatan Luar Angkasa Amerika Serikat (U.S. Space Force) merilis foto langka Bumi yang diabadikan dari pesawat luar angkasa rahasia X-37B.
Pesawat luar angkasa New Horizons milik NASA terus mencatat sejarah eksplorasi luar angkasa setelah berhasil melakukan flyby Pluto pada 2015 dan Arrokoth pada 2019.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved