Headline

Pemerintah utamakan menjaga kualitas pendidikan.

NASA Umumkan Misi Baru ke Mars, Kirim Pesawat Ruang Angkasa Bertenaga Nuklir

Asha Bening Rembulan
26/3/2026 05:41
NASA Umumkan Misi Baru ke Mars, Kirim Pesawat Ruang Angkasa Bertenaga Nuklir
Ilustrasi(Dok NASA)

PADA Selasa (24/3), NASA mengumumkan rencana ambisius mereka dalam acara Ignition di Washington, DC. Administrator NASA, Jared Isaacman menyebutkan beberapa rencana tersebut, salah satunya adalah misi baru ke Mars.

Isaacman menyebut Space reactor-1 Freedom atau SR-1 Freedom, suatu pesawat ruang angkasa yang menggunakan teknologi propulsi listrik nuklir di luar angkasa untuk pertama kalinya.

Propulsi Listrik Nuklir jadi Terobosan Teknologi Baru

Pada acara Ignition tersebut, NASA mengumumkan bahwa mereka akan mengembangkan Skyfall untuk peluncuran tahun 2028. Misi ini akan dilakukan dengan perjalanan ke Mars menggunakan pesawat ruang angkasa yang ditenagai propulsi listrik nuklir (NEP).

Sistem NEP akan beroperasi seperti pembangkit listrik tenaga nuklir di Bumi dengan mengandalkan reaktor fisi di dalamnya. 

Teknologi ini menjadi terobosan baru yang berbeda dari generator termoelektrik radioisotop (RTG) yang memberi daya pada wahana antariksa NASA selama beberapa dekade.

NASA memandang teknologi NEP dapat beroperasi di semua jarak dari Matahari yang akan menjadi kunci bagi eksplorasi di masa depan.

Misi Skyfall Bawa Pesawat Ruang Angkasa SR-1 Freedom

Semenjak musim panas lalu, Jet Propulsion Laboratory NASA dan perusahaan Virginia AeroVironment meluncurkan misi Skyfall yang akan mengirimkan armada helikopter untuk menjelajahi langit Mars. 

Namun, sebenarnya, inti dari misi ini bukan terletak pada armada helikopter yang digunakan di Mars, melainkan pada wahana antariksa yang akan digunakan, yaitu SR-1 Freedom.

Isaacman telah menjadi pendukung utama dari teknologi ini yang menjanjikan mesin yang efisien dan ideal untuk menggerakkan misi ke luar angkasa. Menurut Isaacman, SR-1 Freedom akan membangun perangkat keras nuklir yang mampu mengaktifkan basis industri untuk sistem tenaga fisi di masa depan. 

Tidak hanya bertujuan untuk mewujudkan propulsi listrik nuklir, SR-1 Freedom juga dirancang untuk mengarahkan helikopter di permukaan Mars seperti wahana Ingenuity yang mampu mencapai penerbangan terkontrol di Mars. 

Misi ini diluncurkan dengan harapan dapat membantu NASA menilai potensi area target mereka untuk mendukung adanya eksplorasi manusia. Helikopter Skyfall akan membawa kamera dan radar penembus tanah untuk mengamati lokasi pendaratan guna memahami kemiringan dan bahaya bagi wahana pendaratan skala manusia.

Temuan dari SR-1 Freedom juga akan memberikan informasi untuk rencana pembuatan reaktor fisi di permukaan Bulan oleh NASA yang direncanakan pada 2030.

Meskipun terkesan ambisius, teknologi nuklir tersebut menghadirkan tantangan desain yang sulit dan dapat menimbulkan biaya dan risiko yang tinggi. Namun, eksekutif program NASA yang mengawasi SR-1 Freedom, Steven Sinacore, menjelaskan bahwa tidak ada radiasi yang akan timbul karena reaktor hanya akan menyala di luar angkasa.

Apabila berjalan sesuai rencana, misi ini akan diluncurkan pada Desember 2028 dan tiba di Mars sekitar setahun kemudian. NASA diperkirakan akan terus menerbangkan SR-1 Freedom ke tata surya setelah mengerahkan helikopter Skyfall. (Space.com, CNN Science/Z-1)



Cek berita dan artikel yg lain di Google News dan dan ikuti WhatsApp channel mediaindonesia.com
Berita Lainnya