Headline

Serangan terhadap pasukan perdamaian melanggar hukum internasional.

NASA Gandeng Blue Origin, Kembangkan Teknologi Hadapi Asteroid Berbahaya

Abi Rama
31/3/2026 22:30
NASA Gandeng Blue Origin, Kembangkan Teknologi Hadapi Asteroid Berbahaya
Ilustrasi(Freepik.com)

UPAYA melindungi Bumi dari ancaman asteroid terus dikembangkan oleh NASA bersama sejumlah mitra, termasuk menggandeng perusahaan milik Jeff Bezos, Blue Origin. Berbagai strategi disiapkan, mulai dari pendeteksian dini hingga teknologi untuk membelokkan jalur asteroid yang berpotensi berbahaya.

Salah satu konsep terbaru yang tengah dikembangkan adalah misi Near-Earth Object Hunter (NEO Hunter). Dalam proyek ini, Blue Origin berencana menggunakan wahana Blue Ring untuk menjalankan berbagai metode pertahanan, seperti mencegat, membelokkan, hingga menabrakkan diri ke asteroid guna mengubah lintasannya agar tidak menuju Bumi.

Konsep tersebut bukan hal baru. Beberapa tahun lalu, NASA telah membuktikan bahwa teknik pengalihan arah asteroid memungkinkan dilakukan melalui misi uji coba yang sukses. Kolaborasi baru ini diharapkan dapat memperkuat opsi pertahanan jika suatu saat ancaman nyata muncul.

Selain itu, Blue Origin juga menjalin kerja sama dengan Jet Propulsion Laboratory untuk mengembangkan teknologi seperti “ion-beam deflection” dan “direct kinetic impact”. Kedua metode ini bertujuan untuk mengubah arah asteroid dengan cara memberikan dorongan atau tabrakan terkontrol.

NASA Terus Pantau Asteroid Paling Dekat Bumi

Dalam menghadapi ancaman asteroid, deteksi dini menjadi langkah paling krusial. NASA telah membentuk Planetary Defense Coordination Office sejak 2016 untuk memantau objek-objek dekat Bumi (near-Earth objects/NEO).

Melalui lembaga ini, para ilmuwan memantau asteroid dan komet yang orbitnya mendekati hingga sekitar 4,6 juta mil dari Bumi. Objek dalam jarak tersebut dikategorikan sebagai “berpotensi berbahaya” dan terus diawasi pergerakannya.

Untuk memperkuat sistem pemantauan, NASA juga mengembangkan teleskop khusus bernama NEO Surveyor. Teleskop ini dijadwalkan meluncur paling cepat pada September 2027 dan ditargetkan mampu menemukan hingga 90% asteroid dan komet berukuran besar yang mendekati orbit Bumi.

Apa Itu Asteroid Dekat Bumi?

Asteroid dekat Bumi merupakan bagian dari objek langit yang berada dalam jarak sekitar 120 juta mil dari Matahari. Sebagian besar asteroid berasal dari sabuk asteroid di antara Mars dan Jupiter, namun dapat berpindah jalur akibat pengaruh gravitasi planet lain.

Ketika objek-objek tersebut terdorong mendekati orbit Bumi, potensi risiko tabrakan pun meningkat. Meski demikian, hingga saat ini belum ditemukan ancaman besar yang diperkirakan akan menghantam Bumi dalam waktu dekat.

Kolaborasi Bersama Blue Origin

NASA menilai kerja sama dengan sektor swasta seperti Blue Origin menjadi langkah dalam mempercepat pengembangan teknologi pertahanan planet. Platform seperti Blue Ring dinilai mampu menghadirkan solusi yang lebih efisien untuk misi sains dan keamanan luar angkasa.

Di sisi lain, Blue Origin yang didirikan oleh Jeff Bezos juga terus mengembangkan berbagai teknologi antariksa, termasuk roket New Glenn dan proyek pendaratan manusia di Bulan dalam program Artemis program.

Sumber: USA Today.



Cek berita dan artikel yg lain di Google News dan dan ikuti WhatsApp channel mediaindonesia.com
Editor : Indrastuti
Berita Lainnya